<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Gangster Kejam Meksiko Pilih Nganjuk Jawa Timur Jadi Tempat Bersembunyi, Apa Alasannya?</title><description>Daerah Nganjuk, Jawa Timur menjadi tempat persembunyian bos gangster Meksiko.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/337/2966500/bos-gangster-kejam-meksiko-pilih-nganjuk-jawa-timur-jadi-tempat-bersembunyi-apa-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/06/337/2966500/bos-gangster-kejam-meksiko-pilih-nganjuk-jawa-timur-jadi-tempat-bersembunyi-apa-alasannya"/><item><title>Bos Gangster Kejam Meksiko Pilih Nganjuk Jawa Timur Jadi Tempat Bersembunyi, Apa Alasannya?</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/337/2966500/bos-gangster-kejam-meksiko-pilih-nganjuk-jawa-timur-jadi-tempat-bersembunyi-apa-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/06/337/2966500/bos-gangster-kejam-meksiko-pilih-nganjuk-jawa-timur-jadi-tempat-bersembunyi-apa-alasannya</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/337/2966500/bos-gangster-kejam-meksiko-pilih-nganjuk-jawa-timur-jadi-tempat-bersembunyi-apa-alasannya-mdbV7yp8sg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gangster Meksiko (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/337/2966500/bos-gangster-kejam-meksiko-pilih-nganjuk-jawa-timur-jadi-tempat-bersembunyi-apa-alasannya-mdbV7yp8sg.jpg</image><title>Ilustrasi gangster Meksiko (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Gabungan Tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Bali, Polda Jawa Timur, dan Polres Nganjuk membongkar persembunyian Bos Gangster kejam Meksiko. Daerah tersebut ternyata di daerah Nganjuk, Jawa Timur.

Sicoiros Valdes Roberto, bos gangster Meksiko ini ternyata memiliki alasan khusus memilih Nganjuk, Jawa Timur sebagai tempat persembunyiannya. Daerah Nganjuk dipilih melihat pada karakteristik luas wilayah Indonesia.

BACA JUGA:
 Mantan Kades di Karawang Terjerat Korupsi, Uangnya untuk Karaokean dan Nyabu


Kondisi tersebut yang membuat Sicoiros berpikir bakal merasa sulit untuk dikejar aparat kepolisian. Sebab, bersembunyi di wilayah yang luas menjadi strategi agar sulit terdeteksi oleh pihak berwenang.

Sicoiros masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yang berperan sebagai pemimpin dari tiga WNA Meksiko yang terlibat dalam kejahatan di Indonesia.

&quot;Dia (pelaku) pemimpin dalam kelompok yang merencanakan kegiatan,&quot; ungkap sumber terkait.

BACA JUGA:
Ilham Habibie: Jangan Ada Intervensi dan Intimidasi Jelang Pemilu 2024!


Pelaku yang merupakan warga negara asing (WNA) dari Meksiko, terlibat dalam aksi penembakan brutal terhadap Turan Mahmet (30) dari Turki. Dalam menjalankan kejahatan, pelaku dan korban tidak saling mengenal. Pelaku yang berjumlah empat orang mengincar korban, Turan Mehmet dan tiga orang rekannya yang sedang berada di dalam vila.

Dampak serangan senjata api menyebabkan luka serius pada Turan Mehmet, sementara tiga penghuni lainnya berhasil melarikan diri. Korban mengalami dua luka tembakan di perut bagian depan hingga tembus bagian kanan dan tembakan dari lengan kiri hingga tembus dada bagian kiri belakang.

BACA JUGA:
 Banjir Landa 10 Desa di Bojonegoro, Ratusan Rumah Warga Terendam&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Berdasarkan catatan perlintasan imigrasi menunjukkan, Turan Mehmet tiba di Bali pada 7 Desember 2023 sebagai wisatawan dengan visa on arrival. Sementara pelaku memasuki Bali pada 12 Desember 2023 juga menggunakan visa on arrival untuk tujuan wisata.



Proses penangkapan melibatkan koordinasi antara Bareskrim Polri, Polda Bali, Polda Jawa Timur, dan Polres Nganjuk, menunjukkan kerjasama yang baik untuk menindak pelaku yang terlibat dalam tindakan kejahatan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Gabungan Tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Bali, Polda Jawa Timur, dan Polres Nganjuk membongkar persembunyian Bos Gangster kejam Meksiko. Daerah tersebut ternyata di daerah Nganjuk, Jawa Timur.

Sicoiros Valdes Roberto, bos gangster Meksiko ini ternyata memiliki alasan khusus memilih Nganjuk, Jawa Timur sebagai tempat persembunyiannya. Daerah Nganjuk dipilih melihat pada karakteristik luas wilayah Indonesia.

BACA JUGA:
 Mantan Kades di Karawang Terjerat Korupsi, Uangnya untuk Karaokean dan Nyabu


Kondisi tersebut yang membuat Sicoiros berpikir bakal merasa sulit untuk dikejar aparat kepolisian. Sebab, bersembunyi di wilayah yang luas menjadi strategi agar sulit terdeteksi oleh pihak berwenang.

Sicoiros masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yang berperan sebagai pemimpin dari tiga WNA Meksiko yang terlibat dalam kejahatan di Indonesia.

&quot;Dia (pelaku) pemimpin dalam kelompok yang merencanakan kegiatan,&quot; ungkap sumber terkait.

BACA JUGA:
Ilham Habibie: Jangan Ada Intervensi dan Intimidasi Jelang Pemilu 2024!


Pelaku yang merupakan warga negara asing (WNA) dari Meksiko, terlibat dalam aksi penembakan brutal terhadap Turan Mahmet (30) dari Turki. Dalam menjalankan kejahatan, pelaku dan korban tidak saling mengenal. Pelaku yang berjumlah empat orang mengincar korban, Turan Mehmet dan tiga orang rekannya yang sedang berada di dalam vila.

Dampak serangan senjata api menyebabkan luka serius pada Turan Mehmet, sementara tiga penghuni lainnya berhasil melarikan diri. Korban mengalami dua luka tembakan di perut bagian depan hingga tembus bagian kanan dan tembakan dari lengan kiri hingga tembus dada bagian kiri belakang.

BACA JUGA:
 Banjir Landa 10 Desa di Bojonegoro, Ratusan Rumah Warga Terendam&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Berdasarkan catatan perlintasan imigrasi menunjukkan, Turan Mehmet tiba di Bali pada 7 Desember 2023 sebagai wisatawan dengan visa on arrival. Sementara pelaku memasuki Bali pada 12 Desember 2023 juga menggunakan visa on arrival untuk tujuan wisata.



Proses penangkapan melibatkan koordinasi antara Bareskrim Polri, Polda Bali, Polda Jawa Timur, dan Polres Nganjuk, menunjukkan kerjasama yang baik untuk menindak pelaku yang terlibat dalam tindakan kejahatan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
