<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Kali Pelanggaran Etik, TGB Zainul Majdi: Pemilu Sudah Babak Belur</title><description>Kita melihat bahwa suka tidak suka secara faktual Pemilu kita sudah babak belur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/337/2966585/dua-kali-pelanggaran-etik-tgb-zainul-majdi-pemilu-sudah-babak-belur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/06/337/2966585/dua-kali-pelanggaran-etik-tgb-zainul-majdi-pemilu-sudah-babak-belur"/><item><title>Dua Kali Pelanggaran Etik, TGB Zainul Majdi: Pemilu Sudah Babak Belur</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/337/2966585/dua-kali-pelanggaran-etik-tgb-zainul-majdi-pemilu-sudah-babak-belur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/06/337/2966585/dua-kali-pelanggaran-etik-tgb-zainul-majdi-pemilu-sudah-babak-belur</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 19:56 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/337/2966585/dua-kali-pelanggaran-etik-tgb-zainul-majdi-pemilu-sudah-babak-belur-B9ftKsAQQA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TGB Zainul Majdi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/337/2966585/dua-kali-pelanggaran-etik-tgb-zainul-majdi-pemilu-sudah-babak-belur-B9ftKsAQQA.jpg</image><title>TGB Zainul Majdi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3Njk1Mi81L3g4czc0YzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menilai Pemilu 2024 sudah babak belur. Hal itu ditandai dengan adanya dua pelanggaran etik yang terjadi selama prosesnya.

Dua pelanggaran itu yang pertama yaitu putusan mengenai Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) beberapa waktu silam. Kemudian kedua ialah putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Senin 5 Februari 2024.


BACA JUGA:
Dugaan Kecurangan Tumbuhkan Persepsi Manipulasi Suara


&quot;Kita melihat bahwa suka tidak suka secara faktual Pemilu kita sudah babak belur kalau orang lagi main tinju ini sudah dapat double jab atau double uppercut,&quot; kata Zainul Majdi di Media Centre TPN Ganjar-Mahfud, Selasa (6/2/2024).

Merespons hal itu, TPN pun menegaskan akan terus memperjuangkan Pemilu yang adil dan jujur. Ia pun meminta masyarakat untuk peka terhadap situasi yang terjadi.


BACA JUGA:
Jawa Timur Adalah Kunci! Cek Deretan Kampus yang Kritik Jokowi: Unair, ITS, Unbraw, Unesa


&quot;Karena itu kami di TPN mengajak kita semua untuk menyelamatkan yang tersisa,&quot; katanya.

Karena itu, ia pun menyambut baik sejumlah koalisi masyarakat yang bermunculan untuk memberikan kritik. Terlebih, baru-baru ini muncul mosi dan petisi yang dari sejumlan perguruan tinggi di Indonesia.&quot;Kami sayangkan bahwa ada pihak yang menganggap statement ibu Megawati itu ada bahasanya ocehan, kemudian suara dari kampus yang disuarakan guru besae sangat kredibel dianggap diorkestrasi, itu kami sangat sayangkan,&quot; ungkapnya.

&quot;Padahal itu keinginan Pemilu kita yang sudah babak belur itu terselamatkan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3Njk1Mi81L3g4czc0YzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menilai Pemilu 2024 sudah babak belur. Hal itu ditandai dengan adanya dua pelanggaran etik yang terjadi selama prosesnya.

Dua pelanggaran itu yang pertama yaitu putusan mengenai Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) beberapa waktu silam. Kemudian kedua ialah putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Senin 5 Februari 2024.


BACA JUGA:
Dugaan Kecurangan Tumbuhkan Persepsi Manipulasi Suara


&quot;Kita melihat bahwa suka tidak suka secara faktual Pemilu kita sudah babak belur kalau orang lagi main tinju ini sudah dapat double jab atau double uppercut,&quot; kata Zainul Majdi di Media Centre TPN Ganjar-Mahfud, Selasa (6/2/2024).

Merespons hal itu, TPN pun menegaskan akan terus memperjuangkan Pemilu yang adil dan jujur. Ia pun meminta masyarakat untuk peka terhadap situasi yang terjadi.


BACA JUGA:
Jawa Timur Adalah Kunci! Cek Deretan Kampus yang Kritik Jokowi: Unair, ITS, Unbraw, Unesa


&quot;Karena itu kami di TPN mengajak kita semua untuk menyelamatkan yang tersisa,&quot; katanya.

Karena itu, ia pun menyambut baik sejumlah koalisi masyarakat yang bermunculan untuk memberikan kritik. Terlebih, baru-baru ini muncul mosi dan petisi yang dari sejumlan perguruan tinggi di Indonesia.&quot;Kami sayangkan bahwa ada pihak yang menganggap statement ibu Megawati itu ada bahasanya ocehan, kemudian suara dari kampus yang disuarakan guru besae sangat kredibel dianggap diorkestrasi, itu kami sangat sayangkan,&quot; ungkapnya.

&quot;Padahal itu keinginan Pemilu kita yang sudah babak belur itu terselamatkan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
