<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MK dan KPU Langgar Etik, Ganjar: Hal Menyimpang, Bisa Buat Kepercayaan Rakyat Runtuh</title><description>Ganjar menyebut bahwa hal itu menyimpang dan perlu diperbaiki.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/340/2966536/mk-dan-kpu-langgar-etik-ganjar-hal-menyimpang-bisa-buat-kepercayaan-rakyat-runtuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/06/340/2966536/mk-dan-kpu-langgar-etik-ganjar-hal-menyimpang-bisa-buat-kepercayaan-rakyat-runtuh"/><item><title>MK dan KPU Langgar Etik, Ganjar: Hal Menyimpang, Bisa Buat Kepercayaan Rakyat Runtuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/340/2966536/mk-dan-kpu-langgar-etik-ganjar-hal-menyimpang-bisa-buat-kepercayaan-rakyat-runtuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/06/340/2966536/mk-dan-kpu-langgar-etik-ganjar-hal-menyimpang-bisa-buat-kepercayaan-rakyat-runtuh</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/340/2966536/mk-dan-kpu-langgar-etik-ganjar-hal-menyimpang-bisa-buat-kepercayaan-rakyat-runtuh-cOBWiVelPm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/340/2966536/mk-dan-kpu-langgar-etik-ganjar-hal-menyimpang-bisa-buat-kepercayaan-rakyat-runtuh-cOBWiVelPm.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: Dok MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3NjkzNS81L3g4czZvczI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALIKPAPAN &amp;ndash; Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo merespons putusan Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) terkait putusan pelanggaran etik Ketua dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka. Ganjar menyebut bahwa hal itu menyimpang dan perlu diperbaiki.

Putusan DKPP itu, kata Ganjar, menambah panjang masalah dalam Pemilu. Mengingat sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) juga diputus melanggar kode etik terkait putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuat Gibran bisa maju menjadi peserta Pemilu.

&quot;Kita khawatir dan cemas karena masyarakat sipil, agamawan, ilmuwan dan kampus sudah keluar dan menyampaikan pemilu kita sedang tidak baik-baik saja. Dan sekarang, optik yang selalu muncul adalah hal yang menyimpang. Ini bahaya sangat besar kalau tidak segera diperbaiki,&quot; ucap Ganjar, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA:
Deklarasi WNI di Britania Raya dan Irlandia Siap Menangkan Ganjar-Mahfud


Ganjar menyebut dua kejadian itu sudah menjawab dan membuktikan terkait kekhawatiran masyarakat. Maka, pemerintah khususnya penyelenggara harus segera memperbaiki hal itu.

&quot;Ini harus dikembalikan pada track yang benar. Sebab, kalau tidak, kepercayaan rakyat akan runtuh dan kita akan bertarung besar pada proses demokrasi di Indonesia ini ketika hal yang bisa membuat pemilu tidak adil terjadi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Ketika Penyandang Tuna Netra Meraba Wajah Ganjar: Bapak Pemimpin Jujur


Menurut Ganjar, hal ini diperparah oleh penyelenggara-penyelenggara yang tidak menunjukkan rasa bersalahnya. Ganjar lantas menyinggung Mantan Ketua MK Anwar Usman yang telah dipecat, namun mengajukan gugatan kembali agar jabatan Ketua MK kembali.



&quot;Mestinya ada rasa malu, mestinya ada permintaan maaf. Saya tidak yakin mereka berani mengundurkan diri, wong yang di MK saja sudah dipecat masih menggugat kok,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Hadir di Tabrak Prof!, Warga Difabel Dibantu Mahfud MD Gunakan Hak Pilihnya




&quot;Saya tidak tahu apakah negeri ini sudah betul-betul kehilangan etika dan moralnya. Maka ini peringatan sangat keras dalam proses demokrasi. Segera mari kita taubat dan sadar untuk kembali ke track yang benar,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3NjkzNS81L3g4czZvczI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALIKPAPAN &amp;ndash; Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo merespons putusan Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) terkait putusan pelanggaran etik Ketua dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka. Ganjar menyebut bahwa hal itu menyimpang dan perlu diperbaiki.

Putusan DKPP itu, kata Ganjar, menambah panjang masalah dalam Pemilu. Mengingat sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) juga diputus melanggar kode etik terkait putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuat Gibran bisa maju menjadi peserta Pemilu.

&quot;Kita khawatir dan cemas karena masyarakat sipil, agamawan, ilmuwan dan kampus sudah keluar dan menyampaikan pemilu kita sedang tidak baik-baik saja. Dan sekarang, optik yang selalu muncul adalah hal yang menyimpang. Ini bahaya sangat besar kalau tidak segera diperbaiki,&quot; ucap Ganjar, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA:
Deklarasi WNI di Britania Raya dan Irlandia Siap Menangkan Ganjar-Mahfud


Ganjar menyebut dua kejadian itu sudah menjawab dan membuktikan terkait kekhawatiran masyarakat. Maka, pemerintah khususnya penyelenggara harus segera memperbaiki hal itu.

&quot;Ini harus dikembalikan pada track yang benar. Sebab, kalau tidak, kepercayaan rakyat akan runtuh dan kita akan bertarung besar pada proses demokrasi di Indonesia ini ketika hal yang bisa membuat pemilu tidak adil terjadi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Ketika Penyandang Tuna Netra Meraba Wajah Ganjar: Bapak Pemimpin Jujur


Menurut Ganjar, hal ini diperparah oleh penyelenggara-penyelenggara yang tidak menunjukkan rasa bersalahnya. Ganjar lantas menyinggung Mantan Ketua MK Anwar Usman yang telah dipecat, namun mengajukan gugatan kembali agar jabatan Ketua MK kembali.



&quot;Mestinya ada rasa malu, mestinya ada permintaan maaf. Saya tidak yakin mereka berani mengundurkan diri, wong yang di MK saja sudah dipecat masih menggugat kok,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Hadir di Tabrak Prof!, Warga Difabel Dibantu Mahfud MD Gunakan Hak Pilihnya




&quot;Saya tidak tahu apakah negeri ini sudah betul-betul kehilangan etika dan moralnya. Maka ini peringatan sangat keras dalam proses demokrasi. Segera mari kita taubat dan sadar untuk kembali ke track yang benar,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
