<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Ungkap Ada Operasi Bungkam Guru Besar Kritik Jokowi, Diminta Nyatakan Pemilu Berjalan Baik</title><description>Mahfud MD mengungkapkan adanya operasi membungkam kritik guru besar perguruan tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/510/2966393/mahfud-md-ungkap-ada-operasi-bungkam-guru-besar-kritik-jokowi-diminta-nyatakan-pemilu-berjalan-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/06/510/2966393/mahfud-md-ungkap-ada-operasi-bungkam-guru-besar-kritik-jokowi-diminta-nyatakan-pemilu-berjalan-baik"/><item><title>Mahfud MD Ungkap Ada Operasi Bungkam Guru Besar Kritik Jokowi, Diminta Nyatakan Pemilu Berjalan Baik</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/510/2966393/mahfud-md-ungkap-ada-operasi-bungkam-guru-besar-kritik-jokowi-diminta-nyatakan-pemilu-berjalan-baik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/06/510/2966393/mahfud-md-ungkap-ada-operasi-bungkam-guru-besar-kritik-jokowi-diminta-nyatakan-pemilu-berjalan-baik</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Chindy Aprilia Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/510/2966393/mahfud-md-ungkap-ada-operasi-bungkam-guru-besar-kritik-jokowi-diminta-nyatakan-pemilu-berjalan-baik-AqQbO4Jvir.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/510/2966393/mahfud-md-ungkap-ada-operasi-bungkam-guru-besar-kritik-jokowi-diminta-nyatakan-pemilu-berjalan-baik-AqQbO4Jvir.jpg</image><title>Mahfud MD. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNi8xLzE3Njk2NS81L3g4czg2dXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres), Mahfud MD&amp;nbsp;mengungkapkan adanya operasi membungkam kritik guru besar perguruan tinggi. Hal itu diketahui setelah salah seorang anak muda bernama Irsyad menyampaikan aspirasinya kepada Mahfud MD dalam acara Tabrak Prof! yang dilaksanakan pada Senin (5/2/2024) di Koat Kopi, Yogyakarta.

BACA JUGA:
Didampingi Tim Hukum Ganjar-Mahfud, Aiman Ajukan Praperadilan atas Penyitaan HP ke PN Jaksel

Mahfud menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 59 Kampus yang sudah mulai bicara.&amp;ldquo;Karena sampai sore ini ada 59 Perguruan Tinggi yang terus mengalir ya dan ini akan terus Perguruan Tinggi menyatakan sikap untuk mengawal pemilu dan munculnya pemerintahan yang beretika,&amp;rdquo; kata Mahfud MD dalam acara Tabrak Prof, di Yogyakarta, Senin (5/2/2024).
Oleh sebab itu, berkesempatan bisa hadir di Yogyakarta, cawapres itu mengucapkan terima kasih kepada guru besar dan civitas akademika UGM yang telah lebih dahulu mengajak Perguruan Tinggi lain menyatakan sikap yang sama.

BACA JUGA:
Ganjar-Mahfud Ingin Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Samudra

Tidak hanya itu, Mahfud MD juga mengatakan bahwa ia mendapat laporan adanya operasi untuk menekan rektor-rektor yang belum menyatakan sikap dan akan membuat deklarasi untuk kebaikan bangsa untuk membangun demokrasi yang bermatabat.&amp;ldquo;Sesudah UGM muncul dan bermunculan jadwal tetapi bersamaan juga muncul juga operasi yang mendekati raktor-rektor sebelum mengemukakan pendapatnya, belum berkumpul untuk deklarasi diminta untuk menyatakan sikap yang berbeda yang menyatakan Presiden Joko Widodo baik, pemilu baik, penanganan Covid baik, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;ldquo;Saudara, ada beberapa rektor Perguruan Tinggi yang membuat seperti penyataan yang diminta oleh orang yang melakukan operasi itu, tetapi ada rektor yang jelas-jelas menolak yaitu rektor dari Universitas Sugiopranoto dari Semarang,&amp;rdquo; tambahnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNi8xLzE3Njk2NS81L3g4czg2dXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres), Mahfud MD&amp;nbsp;mengungkapkan adanya operasi membungkam kritik guru besar perguruan tinggi. Hal itu diketahui setelah salah seorang anak muda bernama Irsyad menyampaikan aspirasinya kepada Mahfud MD dalam acara Tabrak Prof! yang dilaksanakan pada Senin (5/2/2024) di Koat Kopi, Yogyakarta.

BACA JUGA:
Didampingi Tim Hukum Ganjar-Mahfud, Aiman Ajukan Praperadilan atas Penyitaan HP ke PN Jaksel

Mahfud menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 59 Kampus yang sudah mulai bicara.&amp;ldquo;Karena sampai sore ini ada 59 Perguruan Tinggi yang terus mengalir ya dan ini akan terus Perguruan Tinggi menyatakan sikap untuk mengawal pemilu dan munculnya pemerintahan yang beretika,&amp;rdquo; kata Mahfud MD dalam acara Tabrak Prof, di Yogyakarta, Senin (5/2/2024).
Oleh sebab itu, berkesempatan bisa hadir di Yogyakarta, cawapres itu mengucapkan terima kasih kepada guru besar dan civitas akademika UGM yang telah lebih dahulu mengajak Perguruan Tinggi lain menyatakan sikap yang sama.

BACA JUGA:
Ganjar-Mahfud Ingin Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Samudra

Tidak hanya itu, Mahfud MD juga mengatakan bahwa ia mendapat laporan adanya operasi untuk menekan rektor-rektor yang belum menyatakan sikap dan akan membuat deklarasi untuk kebaikan bangsa untuk membangun demokrasi yang bermatabat.&amp;ldquo;Sesudah UGM muncul dan bermunculan jadwal tetapi bersamaan juga muncul juga operasi yang mendekati raktor-rektor sebelum mengemukakan pendapatnya, belum berkumpul untuk deklarasi diminta untuk menyatakan sikap yang berbeda yang menyatakan Presiden Joko Widodo baik, pemilu baik, penanganan Covid baik, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;ldquo;Saudara, ada beberapa rektor Perguruan Tinggi yang membuat seperti penyataan yang diminta oleh orang yang melakukan operasi itu, tetapi ada rektor yang jelas-jelas menolak yaitu rektor dari Universitas Sugiopranoto dari Semarang,&amp;rdquo; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
