<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gegara Debat Pilpres, Pemuda di Palembang Tega Pukuli Orangtuanya   </title><description>Debat Capres pada tanggal 4 Februari 2024 yang baru saja berlalu, membawa kisah tersendiri bagi satu keluarga di Palembang.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/610/2966518/gegara-debat-pilpres-pemuda-di-palembang-tega-pukuli-orangtuanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/06/610/2966518/gegara-debat-pilpres-pemuda-di-palembang-tega-pukuli-orangtuanya"/><item><title> Gegara Debat Pilpres, Pemuda di Palembang Tega Pukuli Orangtuanya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/06/610/2966518/gegara-debat-pilpres-pemuda-di-palembang-tega-pukuli-orangtuanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/06/610/2966518/gegara-debat-pilpres-pemuda-di-palembang-tega-pukuli-orangtuanya</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Era Neizma Wedya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/610/2966518/gegara-debat-pilpres-pemuda-di-palembang-tega-pukuli-orangtuanya-01PDTTC3hx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/610/2966518/gegara-debat-pilpres-pemuda-di-palembang-tega-pukuli-orangtuanya-01PDTTC3hx.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>PALEMBANG - Debat Capres pada tanggal 4 Februari 2024 yang baru saja berlalu, membawa kisah tersendiri bagi satu keluarga di Palembang. Karena gara-gara debat Capres menyebabkan satu keluarga di Palembang terlibat cek-cok yang berujung penganiayaan. Hanya karena tidak terima dengan pilihan orang tuanya, seorang anak tega menganiaya orang tuanya sendiri.
Kasus ini bermula saat terjadi adu mulut saat menonton debat capres. Terlapor berinisial AD dilaporkan orang tuanya sendiri berinisial MA dan ND ke Polrestabes Palembang.
&quot;Awalnya kami nonton (debat) bersama, lalu terjadi perbedaan pendapat hingga terjadi pertengkaran,&quot; ungkap MA saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA:
 Aniaya Anak Kandung, Ayah di Bogor Ditetapkan Tersangka

Kemudian MA menceritakan, saat itu ibu korban mematikan saluran televisi karena debat sudah selesai. Mereka menyuruh terlapor untuk tidur guna menghindari silang pendapat.
&quot;Setelah TV dimatikan saya menyuruh untuk tidur,&quot; ceritanya.

BACA JUGA:
Polisi Periksa Kondisi Bocah 7 Tahun Korban Penganiayaan Ayah Kandung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun ternyata keputusan mematikan TV tersebut dinilai dari pemicu emosi terlapor menjadi meledak-ledak. Diduga, AD tak senang disuruh tidur oleh orang tuanya.&quot;Saat cek-cok itu dia (terlapor) memukul saya dibagian wajah hingga merah begini,&quot; jelas MA.
Sementara itu, laporan korban telah diterima dengan nomor polisi LP/B/303/II/2024/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel dan akan segera ditindaklanjuti anggota piket reskrim.</description><content:encoded>PALEMBANG - Debat Capres pada tanggal 4 Februari 2024 yang baru saja berlalu, membawa kisah tersendiri bagi satu keluarga di Palembang. Karena gara-gara debat Capres menyebabkan satu keluarga di Palembang terlibat cek-cok yang berujung penganiayaan. Hanya karena tidak terima dengan pilihan orang tuanya, seorang anak tega menganiaya orang tuanya sendiri.
Kasus ini bermula saat terjadi adu mulut saat menonton debat capres. Terlapor berinisial AD dilaporkan orang tuanya sendiri berinisial MA dan ND ke Polrestabes Palembang.
&quot;Awalnya kami nonton (debat) bersama, lalu terjadi perbedaan pendapat hingga terjadi pertengkaran,&quot; ungkap MA saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA:
 Aniaya Anak Kandung, Ayah di Bogor Ditetapkan Tersangka

Kemudian MA menceritakan, saat itu ibu korban mematikan saluran televisi karena debat sudah selesai. Mereka menyuruh terlapor untuk tidur guna menghindari silang pendapat.
&quot;Setelah TV dimatikan saya menyuruh untuk tidur,&quot; ceritanya.

BACA JUGA:
Polisi Periksa Kondisi Bocah 7 Tahun Korban Penganiayaan Ayah Kandung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun ternyata keputusan mematikan TV tersebut dinilai dari pemicu emosi terlapor menjadi meledak-ledak. Diduga, AD tak senang disuruh tidur oleh orang tuanya.&quot;Saat cek-cok itu dia (terlapor) memukul saya dibagian wajah hingga merah begini,&quot; jelas MA.
Sementara itu, laporan korban telah diterima dengan nomor polisi LP/B/303/II/2024/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel dan akan segera ditindaklanjuti anggota piket reskrim.</content:encoded></item></channel></rss>
