<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabu Revolusi Sebut Akademisi Kritik Jokowi Pendapat Pribadi, Pengamat Beri Sindirian Menohok</title><description>Menurutnya, para guru besar tersebut berani menyuarakan keadilan dan apa yang dirasakannya saat ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/08/337/2967315/prabu-revolusi-sebut-akademisi-kritik-jokowi-pendapat-pribadi-pengamat-beri-sindirian-menohok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/08/337/2967315/prabu-revolusi-sebut-akademisi-kritik-jokowi-pendapat-pribadi-pengamat-beri-sindirian-menohok"/><item><title>Prabu Revolusi Sebut Akademisi Kritik Jokowi Pendapat Pribadi, Pengamat Beri Sindirian Menohok</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/08/337/2967315/prabu-revolusi-sebut-akademisi-kritik-jokowi-pendapat-pribadi-pengamat-beri-sindirian-menohok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/08/337/2967315/prabu-revolusi-sebut-akademisi-kritik-jokowi-pendapat-pribadi-pengamat-beri-sindirian-menohok</guid><pubDate>Kamis 08 Februari 2024 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/08/337/2967315/prabu-revolusi-sebut-akademisi-kritik-jokowi-pendapat-pribadi-pengamat-beri-sindirian-menohok-wlSIQ85mMU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabu Revolusi/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/08/337/2967315/prabu-revolusi-sebut-akademisi-kritik-jokowi-pendapat-pribadi-pengamat-beri-sindirian-menohok-wlSIQ85mMU.jpg</image><title>Prabu Revolusi/Foto: MNC Portal</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNy8xLzE3NzAzMC81L3g4c2F6aWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Akademisi Pascasarjana Universitas Paramadina, Prabu Revolusi mendapat kritikan keras karena menyebut masifnya sivitas akademi mengeluarkan sikap kritik Jokowi, hanya  dianggap sebagai pendapat pribadi.
&quot;Saya juga mempertanyakan janganlah suara-suara kejujuran suara-suara akademisi ini dilabel dengan tudingan partisan justru mereka harusnya belajar,&amp;rdquo;ujar pengamat politik, Ari Junaedi, dikutip saat jadi narasumber di Sindo Prime.

BACA JUGA:
Pembagian Bansos oleh Jokowi Dinilai sebagai Konstruksi Politik Otoritarian

Menurutnya, para guru besar tersebut berani menyuarakan keadilan dan apa yang dirasakannya saat ini. Oleh karena itu, dia menyesalkan pernyataan Prabu Revolusi tersebut.
&amp;ldquo;Prabu Revolusi&amp;nbsp;ini juga baru lulus S3-nya juga tahun kemarin kalau engak salah. Menurut saya mari kita hargai pendapat-pendapat dari para guru besar kita mereka-mereka yang telah berani menyuarakan keadilan apa yang dirasakan,&amp;rdquo; tegasnya.

BACA JUGA:
Demo Tuntut Pemakzulan Jokowi Dekat Istana Bubar, Mahasiswa Janji Akan Beraksi Lagi

&amp;ldquo;Guru besar ini hanya menyuarakan apa yang mereka ajarkan, itu harusnya linear dalam praktik keseharian sekarang ini,&amp;rdquo;pungkasnya.
Sekadar diketahui, Prabu Revolusi yang merupakan dosen Pascasarjana Komunikasi Politik itu mengatakan, pernyataan akademisi tanpa dukungan resmi dari lembaga kampus, hanya merefleksikan pandangan individu atau kelompok tertentu dari kampus.&amp;ldquo;Menurut saya, sangat tidak elok ketika kampus dicampur adukan dengan politik. Apalagi tidak secara resmi mewakili kampus,&quot; ujar Prabu Revolusi, dalam akun TikTok pribadinya, dikutip, Kamis (8/2).

&amp;ldquo;Jika memang gerakan gerakan itu mewakili kampus maka perlu ada lembaga yang resmi dari kampus,&quot; kata Prabu.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNy8xLzE3NzAzMC81L3g4c2F6aWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Akademisi Pascasarjana Universitas Paramadina, Prabu Revolusi mendapat kritikan keras karena menyebut masifnya sivitas akademi mengeluarkan sikap kritik Jokowi, hanya  dianggap sebagai pendapat pribadi.
&quot;Saya juga mempertanyakan janganlah suara-suara kejujuran suara-suara akademisi ini dilabel dengan tudingan partisan justru mereka harusnya belajar,&amp;rdquo;ujar pengamat politik, Ari Junaedi, dikutip saat jadi narasumber di Sindo Prime.

BACA JUGA:
Pembagian Bansos oleh Jokowi Dinilai sebagai Konstruksi Politik Otoritarian

Menurutnya, para guru besar tersebut berani menyuarakan keadilan dan apa yang dirasakannya saat ini. Oleh karena itu, dia menyesalkan pernyataan Prabu Revolusi tersebut.
&amp;ldquo;Prabu Revolusi&amp;nbsp;ini juga baru lulus S3-nya juga tahun kemarin kalau engak salah. Menurut saya mari kita hargai pendapat-pendapat dari para guru besar kita mereka-mereka yang telah berani menyuarakan keadilan apa yang dirasakan,&amp;rdquo; tegasnya.

BACA JUGA:
Demo Tuntut Pemakzulan Jokowi Dekat Istana Bubar, Mahasiswa Janji Akan Beraksi Lagi

&amp;ldquo;Guru besar ini hanya menyuarakan apa yang mereka ajarkan, itu harusnya linear dalam praktik keseharian sekarang ini,&amp;rdquo;pungkasnya.
Sekadar diketahui, Prabu Revolusi yang merupakan dosen Pascasarjana Komunikasi Politik itu mengatakan, pernyataan akademisi tanpa dukungan resmi dari lembaga kampus, hanya merefleksikan pandangan individu atau kelompok tertentu dari kampus.&amp;ldquo;Menurut saya, sangat tidak elok ketika kampus dicampur adukan dengan politik. Apalagi tidak secara resmi mewakili kampus,&quot; ujar Prabu Revolusi, dalam akun TikTok pribadinya, dikutip, Kamis (8/2).

&amp;ldquo;Jika memang gerakan gerakan itu mewakili kampus maka perlu ada lembaga yang resmi dari kampus,&quot; kata Prabu.

</content:encoded></item></channel></rss>
