<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guru Besar Psikologi UGM Soroti Ancaman Krisis Kepemimpinan</title><description>Situasi tersebut juga ditimbulkan lantaran adanya perdebatan pandangan di antara masyarakat yang dibiarkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/08/337/2967351/guru-besar-psikologi-ugm-soroti-ancaman-krisis-kepemimpinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/08/337/2967351/guru-besar-psikologi-ugm-soroti-ancaman-krisis-kepemimpinan"/><item><title>Guru Besar Psikologi UGM Soroti Ancaman Krisis Kepemimpinan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/08/337/2967351/guru-besar-psikologi-ugm-soroti-ancaman-krisis-kepemimpinan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/08/337/2967351/guru-besar-psikologi-ugm-soroti-ancaman-krisis-kepemimpinan</guid><pubDate>Kamis 08 Februari 2024 11:54 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/08/337/2967351/guru-besar-psikologi-ugm-soroti-ancaman-krisis-kepemimpinan-wAWnHmKUqA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/08/337/2967351/guru-besar-psikologi-ugm-soroti-ancaman-krisis-kepemimpinan-wAWnHmKUqA.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3Njk0NS81L3g4czZ2cDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Guru besar Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Koentjoro menjelaskan kondisi ancaman krisis kepemimpinan di Indonesia saat ini dapat berpotensi revolusi di tengah masyarakat.
Prof. Koentjoro mengatakan, situasi tersebut juga ditimbulkan lantaran adanya perdebatan pandangan di antara masyarakat yang dibiarkan karena krisisnya sikap tegas kepemimpinan di Negara.

BACA JUGA:
Seruan Akademisi Kritik Jokowi, Guru Besar Hukum UB Malang Tegaskan Tak Ada Intervensi

Koentjoro mengatakan, pergolakan masyarakat saat ini karena adanya perlawanan di tengah situasi krisis kepemimpinan kepala negara. Jika ini dibiarkan terus menerus, lanjut Koentjoro, kondisi krisis tersebut dapat mengakibatkan potensi revolusi di tengah masyarakat.

&quot;Yang kita harus lihat itu adalah rasa keadilan. Sedangkan ada asumsi teoritis dari mereka itu mengatakan bahwa yang bisa mencetuskan revolusi itu krisis ekonomi?,&quot; ungkap Koentjoro kepada iNews Media Group, Kamis (8/2/2024).

&quot;Tidak, kalau ini menyangkut masalah krisis kepemimpinan, juga bisa,&quot; lanjut Koentjoro.

BACA JUGA:
Demo Tuntut Pemakzulan Jokowi Dekat Istana Bubar, Mahasiswa Janji Akan Beraksi Lagi


Koentjoro juga menjelaskan situasi perdebatan antar masyarakat juga terjadi karena banyaknya pernyataan-pernyataan yang diciptakan untuk saling berbeda satu antara lainnya. Jika dibiarkan secara terus menerus, Koentjoro mengatakan di antara masyarakat akan terjadi konflik yang diawali di media sosial.

&quot;Sebenarnya statement-statementnya itu diadu kan, kita kan bisa melihat pernyataan-pernyataan itu diarahkan kan. Di satu sisi kita melihat ada kelemahan, tetapi di sisi lain melihatnya berbeda lagi,&quot; tutur Koentjoro.

&quot;Akibatnya apa? Di antara pendukung masing-masing ini akibatnya berantem di media sosial,&quot; lugas Koentjoro.
</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3Njk0NS81L3g4czZ2cDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Guru besar Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Koentjoro menjelaskan kondisi ancaman krisis kepemimpinan di Indonesia saat ini dapat berpotensi revolusi di tengah masyarakat.
Prof. Koentjoro mengatakan, situasi tersebut juga ditimbulkan lantaran adanya perdebatan pandangan di antara masyarakat yang dibiarkan karena krisisnya sikap tegas kepemimpinan di Negara.

BACA JUGA:
Seruan Akademisi Kritik Jokowi, Guru Besar Hukum UB Malang Tegaskan Tak Ada Intervensi

Koentjoro mengatakan, pergolakan masyarakat saat ini karena adanya perlawanan di tengah situasi krisis kepemimpinan kepala negara. Jika ini dibiarkan terus menerus, lanjut Koentjoro, kondisi krisis tersebut dapat mengakibatkan potensi revolusi di tengah masyarakat.

&quot;Yang kita harus lihat itu adalah rasa keadilan. Sedangkan ada asumsi teoritis dari mereka itu mengatakan bahwa yang bisa mencetuskan revolusi itu krisis ekonomi?,&quot; ungkap Koentjoro kepada iNews Media Group, Kamis (8/2/2024).

&quot;Tidak, kalau ini menyangkut masalah krisis kepemimpinan, juga bisa,&quot; lanjut Koentjoro.

BACA JUGA:
Demo Tuntut Pemakzulan Jokowi Dekat Istana Bubar, Mahasiswa Janji Akan Beraksi Lagi


Koentjoro juga menjelaskan situasi perdebatan antar masyarakat juga terjadi karena banyaknya pernyataan-pernyataan yang diciptakan untuk saling berbeda satu antara lainnya. Jika dibiarkan secara terus menerus, Koentjoro mengatakan di antara masyarakat akan terjadi konflik yang diawali di media sosial.

&quot;Sebenarnya statement-statementnya itu diadu kan, kita kan bisa melihat pernyataan-pernyataan itu diarahkan kan. Di satu sisi kita melihat ada kelemahan, tetapi di sisi lain melihatnya berbeda lagi,&quot; tutur Koentjoro.

&quot;Akibatnya apa? Di antara pendukung masing-masing ini akibatnya berantem di media sosial,&quot; lugas Koentjoro.
</content:encoded></item></channel></rss>
