<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disambut Hangat Suku Osing, Ganjar Kagum dengan Pelestarian Budayanya</title><description>Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo kembali melakukan safari politiknya ke sejumlah daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/08/519/2967527/disambut-hangat-suku-osing-ganjar-kagum-dengan-pelestarian-budayanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/08/519/2967527/disambut-hangat-suku-osing-ganjar-kagum-dengan-pelestarian-budayanya"/><item><title>Disambut Hangat Suku Osing, Ganjar Kagum dengan Pelestarian Budayanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/08/519/2967527/disambut-hangat-suku-osing-ganjar-kagum-dengan-pelestarian-budayanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/08/519/2967527/disambut-hangat-suku-osing-ganjar-kagum-dengan-pelestarian-budayanya</guid><pubDate>Kamis 08 Februari 2024 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Chindy Aprilia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/08/519/2967527/disambut-hangat-suku-osing-ganjar-kagum-dengan-pelestarian-budayanya-JqmixilalF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo disambut hangat Suku Osing (Foto: Chindy Aprilia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/08/519/2967527/disambut-hangat-suku-osing-ganjar-kagum-dengan-pelestarian-budayanya-JqmixilalF.jpg</image><title>Ganjar Pranowo disambut hangat Suku Osing (Foto: Chindy Aprilia)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNy8xLzE3NzAzMC81L3g4c2F6aWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANYUWANGI &amp;ndash; Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo kembali melakukan safari politiknya ke sejumlah daerah. Kali ini, ia berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dengan mengunjungi Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Capres nomor urut 3 itu nampak ngopi bersama dengan suku Osing atau disebut juga dengan Laros (Lare Osing). Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat Osing menjadikan Desa Kemiren kini sebagai lokasi destinasi wisata. Salah satu hal yang menarik dari tempat itu adalah adanya bangunan komplek perkampungan yang dibuat seperti bangunan adat beserta dengan keseniannya.

BACA JUGA:
Heboh! Ganjar Traktir Makan Siang Warga Banyuwangi yang Berebut Salaman di Warung Sego Tempong&amp;nbsp;


Untuk itu, agar lebih menikmati suasana desa tersebut, Ganjar Pranowo memilih berjalan kaki dari jalan raya menuju komplek sambil menyapa dan melayani jabat tangan warga di sekitaran daerah tersebut. Kurang lebih telah menempuh jarak 500 meter, akhirnya Ganjar tiba di lokasi dengan disuguhkan pembacaan lontar serta musik lesung yang dimainkan oleh masyarakat setempat.

&quot;Kampung Osing secara pariwisata yang dikembangkan anak muda dan dibangun dengan rumah adat dan keseniannya. Ada sebuah harapan perlindungan terhadap desa adat,&quot; kata Ganjar, di Banyuwangi, Kamis (8/2/2024).

BACA JUGA:
Melihat Rekam Jejaknya, HT: Ganjar-Mahfud Paling Mampu Sikat Korupsi


Menurutnya, suku Osing termasuk ke dalam salah satu suku yang unik dan menarik. Sebab, sampai saat ini mampu melestarikan tradisi itu lewat dibangunnya desa wisata. Ganjar pun kagum dan berkomitmen akan melakukan perlindungan kepada masyarakat adat itu agar pelestarian budaya tidak akan hilang termakan waktu.

&amp;ldquo;Maka tadi saya tanya, apakah masih ada wilayahnya, adatnya, tradisinya, bahkan hukumnya. Ternyata dan semua, tadi juga ada yang membacakan lontar dengan tembang ala Banyuwangi, itu menarik. Rasa-rasanya harus ada perlindungan kepada masyarakat adat,&amp;rdquo; ucapnya.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNy8xLzE3NzAzMC81L3g4c2F6aWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANYUWANGI &amp;ndash; Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo kembali melakukan safari politiknya ke sejumlah daerah. Kali ini, ia berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dengan mengunjungi Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Capres nomor urut 3 itu nampak ngopi bersama dengan suku Osing atau disebut juga dengan Laros (Lare Osing). Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat Osing menjadikan Desa Kemiren kini sebagai lokasi destinasi wisata. Salah satu hal yang menarik dari tempat itu adalah adanya bangunan komplek perkampungan yang dibuat seperti bangunan adat beserta dengan keseniannya.

BACA JUGA:
Heboh! Ganjar Traktir Makan Siang Warga Banyuwangi yang Berebut Salaman di Warung Sego Tempong&amp;nbsp;


Untuk itu, agar lebih menikmati suasana desa tersebut, Ganjar Pranowo memilih berjalan kaki dari jalan raya menuju komplek sambil menyapa dan melayani jabat tangan warga di sekitaran daerah tersebut. Kurang lebih telah menempuh jarak 500 meter, akhirnya Ganjar tiba di lokasi dengan disuguhkan pembacaan lontar serta musik lesung yang dimainkan oleh masyarakat setempat.

&quot;Kampung Osing secara pariwisata yang dikembangkan anak muda dan dibangun dengan rumah adat dan keseniannya. Ada sebuah harapan perlindungan terhadap desa adat,&quot; kata Ganjar, di Banyuwangi, Kamis (8/2/2024).

BACA JUGA:
Melihat Rekam Jejaknya, HT: Ganjar-Mahfud Paling Mampu Sikat Korupsi


Menurutnya, suku Osing termasuk ke dalam salah satu suku yang unik dan menarik. Sebab, sampai saat ini mampu melestarikan tradisi itu lewat dibangunnya desa wisata. Ganjar pun kagum dan berkomitmen akan melakukan perlindungan kepada masyarakat adat itu agar pelestarian budaya tidak akan hilang termakan waktu.

&amp;ldquo;Maka tadi saya tanya, apakah masih ada wilayahnya, adatnya, tradisinya, bahkan hukumnya. Ternyata dan semua, tadi juga ada yang membacakan lontar dengan tembang ala Banyuwangi, itu menarik. Rasa-rasanya harus ada perlindungan kepada masyarakat adat,&amp;rdquo; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
