<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggapi Bahlil, Sandiaga : Mari Berpolitik dengan Prasangka Baik</title><description>Saya di PPP selalu mengingatkan, mari kita dalam berpolitik itu berhusnudzon banyak prasangka baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/09/337/2967665/tanggapi-bahlil-sandiaga-mari-berpolitik-dengan-prasangka-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/09/337/2967665/tanggapi-bahlil-sandiaga-mari-berpolitik-dengan-prasangka-baik"/><item><title>Tanggapi Bahlil, Sandiaga : Mari Berpolitik dengan Prasangka Baik</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/09/337/2967665/tanggapi-bahlil-sandiaga-mari-berpolitik-dengan-prasangka-baik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/09/337/2967665/tanggapi-bahlil-sandiaga-mari-berpolitik-dengan-prasangka-baik</guid><pubDate>Jum'at 09 Februari 2024 03:52 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/09/337/2967665/tanggapi-bahlil-sandiaga-mari-berpolitik-dengan-prasangka-baik-1SFmE9oSZO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandiaga Uno (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/09/337/2967665/tanggapi-bahlil-sandiaga-mari-berpolitik-dengan-prasangka-baik-1SFmE9oSZO.jpg</image><title>Sandiaga Uno (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3Njk0OS81L3g4czczMG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

BANDUNG - Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Sandiaga Uno, memberikan tanggapannya terhadap gerakan civitas akademik yang disampaikan oleh Bahlil Lahadalia dengan bijak.

Dalam pernyataannya, Sandiaga menegaskan pentingnya sikap berhusnudzon dalam menyikapi berbagai hal, termasuk pernyataan dari pihak lain.


BACA JUGA:
Ganjar: Ahok Punya Karakter Sendiri, Insya Allah Jujur


&quot;Dalam berpolitik, kita perlu berhusnudzon dan banyakan prasangka baik terhadap apa yang disampaikan orang lain. Karena jangan-jangan apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu baik dimata Allah,&quot; ujarnya usai menghadiri acara silaturahmi dengan sejumlah kader PPP Jawa Barat, di Kantor PPP Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung Kamis (8/2/2024).

Sandiaga juga menyoroti bahwa meskipun ada kebenaran dalam apa yang disampaikan, terlalu bersuudzon tidaklah diperlukan.

&quot;Saya di PPP selalu mengingatkan, mari kita dalam berpolitik itu berhusnudzon banyak prasangka baik, karena jangan-jangan yang disampaikan boleh jadi itu positif bagi kita,&quot; ujar Sandiaga.


BACA JUGA:
Prabu Revolusi Kritik Gerakan Kampus, Dosen Unisba: Akademisi Sedang Menjaga Etika Demokrasi


Pernyataan ini, menurut Sandiaga, juga merupakan sebuah pengingat bagi semua pihak untuk terus memperbaiki kinerja bangsa demi mewujudkan Indonesia yang baik.

&quot;Pesan ini pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki kinerja bangsa kita supaya politik yang kita usung amal ma&amp;rsquo;ruf nahi mungkar bisa mewujudkan Indonesia yang baik,&quot; tambahnya.Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Strategis (TKS) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Bahlil Lahadalia menghargai pandangan dari civitas akademika yang menyampaikan protes terhadap tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai telah banyak cawe-cawe dalam proses pemilu 2024. Bahlil menilai gerakan tersebut sebagai bagian demokrasi.

Dalam sebuah wawancara, dia menilai hanya segilintir orang saja yang bermain politik dalam gerakan civitas akademika tersebut.

&quot;Dengan segala hormat, dari sekian banyak itu ditengarai ada beberapa yang tidak murni, tapi ada beberapa juga yang bagus-bagus,&quot; kata Bahlil.


BACA JUGA:
Jawab Tudingan Prabu Revolusi, Guru Besar UGM : Kampus Benteng Terakhir Masalah Etika!


Keyakinan Bahlil tersebut berdasarkan fakta, di mana yang menyampaikan protes hanya beberapa guru besar sejumlah perguruan tinggi, namun bukan rektornya. Sehingga, dia menilai adanya strategi lawan politik di dalam kelompok civitas akademika tersebut.

&quot;Baik pasangan 01, 02, dan 03 akan membuat strategi agar bisa mewujudkan apa yang jadi harapan mereka. Kalau saya lihat ada beberapa guru besar, dosen, tapi bukan rektornya yang ngomong. Penciuman dan intuisi kita ada (strategi politik). Tapi, kami tetap berpikir positif. Karena kami yakin guru-guru besar dan dosen punya integritas. Tapi, ada yang dalam penilaian kami masih ada yang (segelintir orang yang patut) dipertanyakan,&quot; tutur Bahlil menjelaskan.

Bahlil mencontohkan, dia melihat adanya sebuah foto dari gerakan civitas akademika yang menggunakan kode dari pasangan calon tertentu. Sehingga, dia berpandangan gerakan tersebut adalah gerakan yang sengaja dibuat untuk tujuan politik.

&quot;Contoh, ada foto yang disampaikan itu dengan pakai kode dengan nomor (paslon) tertentu. Feeling saya, sebagian dari proses itu ada by design. Tapi tidak semuanya,&quot; ujar Bahlil.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3Njk0OS81L3g4czczMG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

BANDUNG - Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Sandiaga Uno, memberikan tanggapannya terhadap gerakan civitas akademik yang disampaikan oleh Bahlil Lahadalia dengan bijak.

Dalam pernyataannya, Sandiaga menegaskan pentingnya sikap berhusnudzon dalam menyikapi berbagai hal, termasuk pernyataan dari pihak lain.


BACA JUGA:
Ganjar: Ahok Punya Karakter Sendiri, Insya Allah Jujur


&quot;Dalam berpolitik, kita perlu berhusnudzon dan banyakan prasangka baik terhadap apa yang disampaikan orang lain. Karena jangan-jangan apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu baik dimata Allah,&quot; ujarnya usai menghadiri acara silaturahmi dengan sejumlah kader PPP Jawa Barat, di Kantor PPP Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung Kamis (8/2/2024).

Sandiaga juga menyoroti bahwa meskipun ada kebenaran dalam apa yang disampaikan, terlalu bersuudzon tidaklah diperlukan.

&quot;Saya di PPP selalu mengingatkan, mari kita dalam berpolitik itu berhusnudzon banyak prasangka baik, karena jangan-jangan yang disampaikan boleh jadi itu positif bagi kita,&quot; ujar Sandiaga.


BACA JUGA:
Prabu Revolusi Kritik Gerakan Kampus, Dosen Unisba: Akademisi Sedang Menjaga Etika Demokrasi


Pernyataan ini, menurut Sandiaga, juga merupakan sebuah pengingat bagi semua pihak untuk terus memperbaiki kinerja bangsa demi mewujudkan Indonesia yang baik.

&quot;Pesan ini pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki kinerja bangsa kita supaya politik yang kita usung amal ma&amp;rsquo;ruf nahi mungkar bisa mewujudkan Indonesia yang baik,&quot; tambahnya.Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Strategis (TKS) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Bahlil Lahadalia menghargai pandangan dari civitas akademika yang menyampaikan protes terhadap tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai telah banyak cawe-cawe dalam proses pemilu 2024. Bahlil menilai gerakan tersebut sebagai bagian demokrasi.

Dalam sebuah wawancara, dia menilai hanya segilintir orang saja yang bermain politik dalam gerakan civitas akademika tersebut.

&quot;Dengan segala hormat, dari sekian banyak itu ditengarai ada beberapa yang tidak murni, tapi ada beberapa juga yang bagus-bagus,&quot; kata Bahlil.


BACA JUGA:
Jawab Tudingan Prabu Revolusi, Guru Besar UGM : Kampus Benteng Terakhir Masalah Etika!


Keyakinan Bahlil tersebut berdasarkan fakta, di mana yang menyampaikan protes hanya beberapa guru besar sejumlah perguruan tinggi, namun bukan rektornya. Sehingga, dia menilai adanya strategi lawan politik di dalam kelompok civitas akademika tersebut.

&quot;Baik pasangan 01, 02, dan 03 akan membuat strategi agar bisa mewujudkan apa yang jadi harapan mereka. Kalau saya lihat ada beberapa guru besar, dosen, tapi bukan rektornya yang ngomong. Penciuman dan intuisi kita ada (strategi politik). Tapi, kami tetap berpikir positif. Karena kami yakin guru-guru besar dan dosen punya integritas. Tapi, ada yang dalam penilaian kami masih ada yang (segelintir orang yang patut) dipertanyakan,&quot; tutur Bahlil menjelaskan.

Bahlil mencontohkan, dia melihat adanya sebuah foto dari gerakan civitas akademika yang menggunakan kode dari pasangan calon tertentu. Sehingga, dia berpandangan gerakan tersebut adalah gerakan yang sengaja dibuat untuk tujuan politik.

&quot;Contoh, ada foto yang disampaikan itu dengan pakai kode dengan nomor (paslon) tertentu. Feeling saya, sebagian dari proses itu ada by design. Tapi tidak semuanya,&quot; ujar Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
