<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kualitas Demokrasi Indonesia seperti Kereta Tak Berjalan</title><description>&amp;ldquo;Itu artinya enggak jalan dong, Gus?&amp;rdquo; tanya reporter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2967963/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2967963/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan"/><item><title>Humor Gus Dur: Kualitas Demokrasi Indonesia seperti Kereta Tak Berjalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2967963/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2967963/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan</guid><pubDate>Sabtu 10 Februari 2024 05:00 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/09/337/2967963/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan-iIeSvOD5ic.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/09/337/2967963/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan-iIeSvOD5ic.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wOS83LzE3NzA5MS81L3g4c2V5enM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal dengan gaya humornya yang membuat siapa saja yang mendengarnya terpingkal-pingkal.
Gus Dur juga kerap bersuara dan melancarkan kritik di era Orde Baru lewat humornya itu.
Salah satu momennya, dilansir dari nu.or.id, ketika dia diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta untuk membincang kualitas demokrasi di era Orde Baru, setahun sebelum reformasi 1998.
&amp;ldquo;Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang?&amp;rdquo; tanya sang reporter.

BACA JUGA:
Keakraban Warga Cipayung Mancing Bareng Caleg Perindo Ustadz Yusuf Mansur dan Wahyu Nur Iman&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kita sampai di Bekasi gitulah,&amp;rdquo; kata Gus Dur enteng.
Jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa akan marah lantaran pernyataan Gus Dur tersebut.

BACA JUGA:
 Pemilu 2024, Peneliti BRIN Khawatirkan Kemunduran Demokrasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang.
&amp;ldquo;Itu artinya enggak jalan dong, Gus?&amp;rdquo; tanya reporter.
&amp;ldquo;Iya, situ sudah tahu gitu, kok masih nanya,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wOS83LzE3NzA5MS81L3g4c2V5enM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal dengan gaya humornya yang membuat siapa saja yang mendengarnya terpingkal-pingkal.
Gus Dur juga kerap bersuara dan melancarkan kritik di era Orde Baru lewat humornya itu.
Salah satu momennya, dilansir dari nu.or.id, ketika dia diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta untuk membincang kualitas demokrasi di era Orde Baru, setahun sebelum reformasi 1998.
&amp;ldquo;Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang?&amp;rdquo; tanya sang reporter.

BACA JUGA:
Keakraban Warga Cipayung Mancing Bareng Caleg Perindo Ustadz Yusuf Mansur dan Wahyu Nur Iman&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kita sampai di Bekasi gitulah,&amp;rdquo; kata Gus Dur enteng.
Jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa akan marah lantaran pernyataan Gus Dur tersebut.

BACA JUGA:
 Pemilu 2024, Peneliti BRIN Khawatirkan Kemunduran Demokrasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang.
&amp;ldquo;Itu artinya enggak jalan dong, Gus?&amp;rdquo; tanya reporter.
&amp;ldquo;Iya, situ sudah tahu gitu, kok masih nanya,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter.</content:encoded></item></channel></rss>
