<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yenny Wahid Minta Warga Tionghoa Tak Dukung Paslon Bagian Pemerintah yang Dulu Larang Imlek</title><description>Etnis Tionghoa jangan mendukung pasangan calon (paslon) yang pernah berada dalam pemerintahan sebelumnya, yang melarang perayaan imlek.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2968107/yenny-wahid-minta-warga-tionghoa-tak-dukung-paslon-bagian-pemerintah-yang-dulu-larang-imlek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2968107/yenny-wahid-minta-warga-tionghoa-tak-dukung-paslon-bagian-pemerintah-yang-dulu-larang-imlek"/><item><title>Yenny Wahid Minta Warga Tionghoa Tak Dukung Paslon Bagian Pemerintah yang Dulu Larang Imlek</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2968107/yenny-wahid-minta-warga-tionghoa-tak-dukung-paslon-bagian-pemerintah-yang-dulu-larang-imlek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2968107/yenny-wahid-minta-warga-tionghoa-tak-dukung-paslon-bagian-pemerintah-yang-dulu-larang-imlek</guid><pubDate>Sabtu 10 Februari 2024 05:43 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/10/337/2968107/yenny-wahid-minta-warga-tionghoa-tak-dukung-paslon-bagian-pemerintah-yang-dulu-larang-imlek-6WXoqhigvW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yenny Wahid (Foto: Riana Rizkia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/10/337/2968107/yenny-wahid-minta-warga-tionghoa-tak-dukung-paslon-bagian-pemerintah-yang-dulu-larang-imlek-6WXoqhigvW.jpg</image><title>Yenny Wahid (Foto: Riana Rizkia)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wOS8xLzE3NzEwMC81L3g4c2ZuNHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh yang akrab disapa Yenny Wahid meminta agar etnis Tionghoa di Indonesia dapat mengingat sejarah, dan melihat rekam jejak para calon pemimpin.

Menurut Yenny, etnis Tionghoa jangan mendukung pasangan calon (paslon) yang pernah berada dalam pemerintahan sebelumnya, yang melarang perayaan imlek.

&quot;Tapi saya ingin agar bapak dan ibu mencermati semua paslon yang ada dan lihat rekam jejaknya. Apakah paslon-paslon itu orang yang punya komitmen untuk menjaga kebhinekaan di Indonesia? Kalau iya, dukunglah dia,&quot; kata Yenny saat pidato di acara makan malam imlek di Restoran Empurau, Jembatan Lima Raya, Jakarta Barat, Jumat (9/2/2024).

&quot;Tapi kalau ada paslon yang latar belakangnya justru menjadi bagian dari pemerintahan yang dulunya melarang Imlek, ya jangan didukung dong,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Kampanye Terakhir, Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud Digelar di Solo dan Semarang Hari Ini, Ada Slank!


Yenny mengaku tidak menyinggung pihak mana pun, ia hanya ingin memberikan edukasi politik, agar semua orang termasuk etnis Tionghoa dapat melihat rekam jejak sebelum memilih calon pemimpin.

&quot;Jadi kalau yang punya rekam jejak pernah terlibat atau pernah terlibat dalam pemerintahan yang memang kemudian melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas di Indonesia, ya tentu, menjadi catatan,&quot; katanya.

&quot;Nah, tentu kelompok Tionghoa menjadi yang paling terdampak kan dengan kebijakan itu, sudah seharusnya mereka juga mencermati sejarah itu,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Momen Asyik Ganjar Kampanye Bareng Anak dan Istri di Pakansari Bogor

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wOS8xLzE3NzEwMC81L3g4c2ZuNHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh yang akrab disapa Yenny Wahid meminta agar etnis Tionghoa di Indonesia dapat mengingat sejarah, dan melihat rekam jejak para calon pemimpin.

Menurut Yenny, etnis Tionghoa jangan mendukung pasangan calon (paslon) yang pernah berada dalam pemerintahan sebelumnya, yang melarang perayaan imlek.

&quot;Tapi saya ingin agar bapak dan ibu mencermati semua paslon yang ada dan lihat rekam jejaknya. Apakah paslon-paslon itu orang yang punya komitmen untuk menjaga kebhinekaan di Indonesia? Kalau iya, dukunglah dia,&quot; kata Yenny saat pidato di acara makan malam imlek di Restoran Empurau, Jembatan Lima Raya, Jakarta Barat, Jumat (9/2/2024).

&quot;Tapi kalau ada paslon yang latar belakangnya justru menjadi bagian dari pemerintahan yang dulunya melarang Imlek, ya jangan didukung dong,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Kampanye Terakhir, Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud Digelar di Solo dan Semarang Hari Ini, Ada Slank!


Yenny mengaku tidak menyinggung pihak mana pun, ia hanya ingin memberikan edukasi politik, agar semua orang termasuk etnis Tionghoa dapat melihat rekam jejak sebelum memilih calon pemimpin.

&quot;Jadi kalau yang punya rekam jejak pernah terlibat atau pernah terlibat dalam pemerintahan yang memang kemudian melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas di Indonesia, ya tentu, menjadi catatan,&quot; katanya.

&quot;Nah, tentu kelompok Tionghoa menjadi yang paling terdampak kan dengan kebijakan itu, sudah seharusnya mereka juga mencermati sejarah itu,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Momen Asyik Ganjar Kampanye Bareng Anak dan Istri di Pakansari Bogor

</content:encoded></item></channel></rss>
