<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dukung Kebebasan Pers, Ganjar: Pemerintah Harus Terbiasa Dengarkan Kritik   </title><description>Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan kebebasan pers harus didukung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2968478/dukung-kebebasan-pers-ganjar-pemerintah-harus-terbiasa-dengarkan-kritik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2968478/dukung-kebebasan-pers-ganjar-pemerintah-harus-terbiasa-dengarkan-kritik"/><item><title>Dukung Kebebasan Pers, Ganjar: Pemerintah Harus Terbiasa Dengarkan Kritik   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2968478/dukung-kebebasan-pers-ganjar-pemerintah-harus-terbiasa-dengarkan-kritik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/10/337/2968478/dukung-kebebasan-pers-ganjar-pemerintah-harus-terbiasa-dengarkan-kritik</guid><pubDate>Sabtu 10 Februari 2024 23:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ismet Humaedi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/10/337/2968478/dukung-kebebasan-pers-ganjar-pemerintah-harus-terbiasa-dengarkan-kritik-cnAldWig8a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/10/337/2968478/dukung-kebebasan-pers-ganjar-pemerintah-harus-terbiasa-dengarkan-kritik-cnAldWig8a.jpg</image><title>Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo (foto: dok MPI)</title></images><description>
JAKARTA - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan kebebasan pers harus didukung. Pernyataan tersebut diungkapkan secara virtual oleh Ganjar di acara 'Deklarasi Kemerdekaan Pers', di Dewan Pers, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024).

Ganjar mengatakan, pemerintah harus terbiasa mendengarkan kritik. Dan terpenting, pers dapat mengedukasi masyarakat.

&quot;Jadi menurut saya ketika kita sudah terbiasa untuk dikritik, ketika kita sudah biasa mengkritik dan kita mengerti konteksnya dalam rangka sebuah kontestasi seperti katakan pilpres, pileg, atau pilkada, maka sesuatu itu akan menjadi biasa bila kita membuka ruang hati dan pikiran yang terbuka. Karna apa? Karna itu pasti menjadi perdebatan,&quot; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Momen Ganjar Tanya Kampanye Terakhir Anies di Acara Dewan Pers, Begini Obrolannya

Dia memberikan perumpamaan, layaknya orang sedang bertinju, dalam satu ring ditentukan tempatnya, ditentukan durasinya.

&quot;Maka setelah selesai, keluar dari ring ya sudah kita selesai sebagai sesama atlit. Nah, dalam kontestasi politik sama. Kita sudah diberikan jadwal kampanye, waktunya, hari ini sudah terakhir. Maka kalau kemudian akan keras di panggung debat dan sebagainya ya jangan dimasukin ke hati,&quot; ucapnya.

Begitu juga dalam pers, Ganjar menyebut tentu saja makin terbuka makin baik dan akan mengedukasi masyarakat. Ganjae juga mencontohkan dari Gubernur Jakarta di masa lampau, Ali Sadikin yang mendengarkan kritikan.

BACA JUGA:
 Bertekad Bawa UMKM Mendunia, Ganjar Komitmen Fasilitasi Kaum Disabilitas dengan Pendidikan Gratis

&quot;Saya memang bagian yang mendorong, menjaga agar pers nya bisa lebih baik. Maka ketika saya waktu itu mendapat amanah menjadi gubernur ya saya terinspirasi dari apa yang terjadi di jakarta dengan gubernur terdahulu yang menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu dikritik dan kemudian waktu itu dibuat LBH, cikal bakalnya. Dan waktu itu pemda DKI juga mendapatkan serangan pertama dari anak yang dilahirkan. Maka inspirasi ini era Ali Sadikin waktu itu saya coba adopsi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan kebebasan pers harus didukung. Pernyataan tersebut diungkapkan secara virtual oleh Ganjar di acara 'Deklarasi Kemerdekaan Pers', di Dewan Pers, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024).

Ganjar mengatakan, pemerintah harus terbiasa mendengarkan kritik. Dan terpenting, pers dapat mengedukasi masyarakat.

&quot;Jadi menurut saya ketika kita sudah terbiasa untuk dikritik, ketika kita sudah biasa mengkritik dan kita mengerti konteksnya dalam rangka sebuah kontestasi seperti katakan pilpres, pileg, atau pilkada, maka sesuatu itu akan menjadi biasa bila kita membuka ruang hati dan pikiran yang terbuka. Karna apa? Karna itu pasti menjadi perdebatan,&quot; kata Ganjar.

BACA JUGA:
Momen Ganjar Tanya Kampanye Terakhir Anies di Acara Dewan Pers, Begini Obrolannya

Dia memberikan perumpamaan, layaknya orang sedang bertinju, dalam satu ring ditentukan tempatnya, ditentukan durasinya.

&quot;Maka setelah selesai, keluar dari ring ya sudah kita selesai sebagai sesama atlit. Nah, dalam kontestasi politik sama. Kita sudah diberikan jadwal kampanye, waktunya, hari ini sudah terakhir. Maka kalau kemudian akan keras di panggung debat dan sebagainya ya jangan dimasukin ke hati,&quot; ucapnya.

Begitu juga dalam pers, Ganjar menyebut tentu saja makin terbuka makin baik dan akan mengedukasi masyarakat. Ganjae juga mencontohkan dari Gubernur Jakarta di masa lampau, Ali Sadikin yang mendengarkan kritikan.

BACA JUGA:
 Bertekad Bawa UMKM Mendunia, Ganjar Komitmen Fasilitasi Kaum Disabilitas dengan Pendidikan Gratis

&quot;Saya memang bagian yang mendorong, menjaga agar pers nya bisa lebih baik. Maka ketika saya waktu itu mendapat amanah menjadi gubernur ya saya terinspirasi dari apa yang terjadi di jakarta dengan gubernur terdahulu yang menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu dikritik dan kemudian waktu itu dibuat LBH, cikal bakalnya. Dan waktu itu pemda DKI juga mendapatkan serangan pertama dari anak yang dilahirkan. Maka inspirasi ini era Ali Sadikin waktu itu saya coba adopsi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
