<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ray Rangkuti: Gibran Elektabilitasnya Berapa?</title><description>Gibran elektabilitasnya berapa? Enggak tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/11/337/2968728/ray-rangkuti-gibran-elektabilitasnya-berapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/11/337/2968728/ray-rangkuti-gibran-elektabilitasnya-berapa"/><item><title>Ray Rangkuti: Gibran Elektabilitasnya Berapa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/11/337/2968728/ray-rangkuti-gibran-elektabilitasnya-berapa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/11/337/2968728/ray-rangkuti-gibran-elektabilitasnya-berapa</guid><pubDate>Minggu 11 Februari 2024 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/11/337/2968728/ray-rangkuti-gibran-elektabilitasnya-berapa-bKHzWJZYY0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ray Rangkuti menyoroti elektabiltas Gibran pada Pilpres 2024 (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/11/337/2968728/ray-rangkuti-gibran-elektabilitasnya-berapa-bKHzWJZYY0.jpg</image><title>Ray Rangkuti menyoroti elektabiltas Gibran pada Pilpres 2024 (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMS8xLzE3NzE0MS81L3g4c2lpdXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti mengatakan elektabilitas Gibran Rakabuming Raka bisa tinggi lantaran dibantu bapaknya yang juga sebagai Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut tentu tidak didapat pasangan calon (Paslon) lainnya. Ray Rangkuti menyebut setiap paslon yang masuk dalam kontestasi Pemilu harus adil dan setara.


BACA JUGA:
Tanggapi Kemunculan Film Dirty Vote, TKN Minta Masyarakat Tak Terprovokasi


Hal itu disampaikan dalam diskusi bertema 'Demokrasi Cacat, Legitimasi Pemilu Dipertanyakan?' di Aula Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN), Jakarta Pusat pada Minggu (11/2/2024).

&quot;Gibran elektabilitasnya berapa? Enggak tinggi, yang membuat tinggi bapaknya, dan ini tidak bisa semua orang tidak dapat melakukannya. Ini harus dicegah, sebab masuk ke ranah pemilu itu semuanya harus adil dan setara,&quot; ucap Ray.

&quot;Kalau dapat limpahan suara bukan hasil usaha yang lain juga harus sama mendapat limpahan suara,&quot; imbuhnya.


BACA JUGA:
TKN Bilang Film Dirty Vote Fitnah, TPN Ganjar-Mahfud: Jangan Baper-lah


Ray yang juga aktivis 98 itu menekankan bahwa hubungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua DPR RI Puan Maharani maupun Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan keluarga berpolitik disebut keluarga politik. Menurutnya itu sama dengan keluarga musisi hingga keluarga dokter.

&quot;Jelas yang disebut dinasti politik itu, Bu Mega dan Mbak Puan itu keluarga politik. AHY sekeluarga berpolitik itu namanya keluarga politik sama halnya keluarga musisi, keluarga dokter dan keluarga guru,&quot; ujarnya.Ray menyebut bahwa jabatan publik merupakan milik bersama bukan mereka yang berkeluarga.

&quot;Enggak ada jabatan publik yang diemban oleh mereka, yang jabatan publik itu mestinya milik bersama bukan milik mereka berkeluarga. Itu bedanya guru tidak disebut dinasti politik,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMS8xLzE3NzE0MS81L3g4c2lpdXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti mengatakan elektabilitas Gibran Rakabuming Raka bisa tinggi lantaran dibantu bapaknya yang juga sebagai Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut tentu tidak didapat pasangan calon (Paslon) lainnya. Ray Rangkuti menyebut setiap paslon yang masuk dalam kontestasi Pemilu harus adil dan setara.


BACA JUGA:
Tanggapi Kemunculan Film Dirty Vote, TKN Minta Masyarakat Tak Terprovokasi


Hal itu disampaikan dalam diskusi bertema 'Demokrasi Cacat, Legitimasi Pemilu Dipertanyakan?' di Aula Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN), Jakarta Pusat pada Minggu (11/2/2024).

&quot;Gibran elektabilitasnya berapa? Enggak tinggi, yang membuat tinggi bapaknya, dan ini tidak bisa semua orang tidak dapat melakukannya. Ini harus dicegah, sebab masuk ke ranah pemilu itu semuanya harus adil dan setara,&quot; ucap Ray.

&quot;Kalau dapat limpahan suara bukan hasil usaha yang lain juga harus sama mendapat limpahan suara,&quot; imbuhnya.


BACA JUGA:
TKN Bilang Film Dirty Vote Fitnah, TPN Ganjar-Mahfud: Jangan Baper-lah


Ray yang juga aktivis 98 itu menekankan bahwa hubungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua DPR RI Puan Maharani maupun Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan keluarga berpolitik disebut keluarga politik. Menurutnya itu sama dengan keluarga musisi hingga keluarga dokter.

&quot;Jelas yang disebut dinasti politik itu, Bu Mega dan Mbak Puan itu keluarga politik. AHY sekeluarga berpolitik itu namanya keluarga politik sama halnya keluarga musisi, keluarga dokter dan keluarga guru,&quot; ujarnya.Ray menyebut bahwa jabatan publik merupakan milik bersama bukan mereka yang berkeluarga.

&quot;Enggak ada jabatan publik yang diemban oleh mereka, yang jabatan publik itu mestinya milik bersama bukan milik mereka berkeluarga. Itu bedanya guru tidak disebut dinasti politik,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
