<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Longsor dan Banjir Bandang di Intan Jaya yang Menewaskan 5 Orang</title><description>Tim gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi korban.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/11/340/2968328/5-fakta-longsor-dan-banjir-bandang-di-intan-jaya-yang-menewaskan-5-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/11/340/2968328/5-fakta-longsor-dan-banjir-bandang-di-intan-jaya-yang-menewaskan-5-orang"/><item><title>5 Fakta Longsor dan Banjir Bandang di Intan Jaya yang Menewaskan 5 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/11/340/2968328/5-fakta-longsor-dan-banjir-bandang-di-intan-jaya-yang-menewaskan-5-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/11/340/2968328/5-fakta-longsor-dan-banjir-bandang-di-intan-jaya-yang-menewaskan-5-orang</guid><pubDate>Minggu 11 Februari 2024 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/10/340/2968328/5-fakta-longsor-dan-banjir-bandang-di-intan-jaya-yang-menewaskan-5-orang-S0z6KaU4mN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor di Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah (Foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/10/340/2968328/5-fakta-longsor-dan-banjir-bandang-di-intan-jaya-yang-menewaskan-5-orang-S0z6KaU4mN.jpg</image><title>Longsor di Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah (Foto: Dok BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wOS8xLzE3NzA5OS81L3g4c2Zqb3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANJIR bandang dan longsor melanda Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa 6 Februari 2024 sore. Tim gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Berikut fakta-fakta terkait bencana ini :

Korban jiwa 5 orang

BNPB menyebutkan bahwa ada lima orang meninggal dunia dalam bencana tersebut.

&amp;ldquo;Perkembangan terakhir 5 warganya meninggal dunia dan 1 lainnya luka berat akibat bencana ini,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Demak Diterjang Banjir, Sebanyak 14.430 KK Terdampak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lokasi sulit dijangkau

Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Intan Jaya, Polres, Koramil, pengurus gereja dan warga setempat agak kesulitan menjangkau lokasi bencana untuk mengevakuasi korban.

Akses jalan tertutup

Tim kesulitan menembus ke lokasi bencana karena jalan menuju ke sana tertutup material longsor. Bukan hanya jalan, perkebunan dan rumah warga juga kena dampak serius.

BPBD Intan Jaya masih terus mendata kerusakan dan warga yang megungsi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Daerah Pelalawan Masih Dilanda Banjir, Polisi Bantu Warga Gunakan Sampan

Penanganan darurat terhambat
&amp;nbsp;
Penanganan darutat seperti pengiriman logistik terhambat karena kawasan yang diterjang banjir bandang debit airnya masih tinggi dan deras.

Sejumlah daerah terdampak di Distrik Sugapa yaitu Kampung Yoparu Bulagi, Yoparu Galunggama, Yoparu Ngamagae, Wandoga, Yokatapa, Kumbalagupa, Bilogai, Puyagia Baitapa dan Zambili.

Tanggap darurat

Bupati Intan Jaya telah menetapkan status tanggap darurat bencana tanah longsor dan banjir bandang di wilayahnya. Pemerintah mengeluarkan status tersebut dengan surat Keputusan nomor 100.3.3.2-024 tahun 2024, yang berlaku 14 hari terhitung 7 hingga 20 Februari 2024.

Pos komando telah beroperasi untuk mengoptimalkan sumber daya daerah selama penanganan darurat bencana.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wOS8xLzE3NzA5OS81L3g4c2Zqb3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANJIR bandang dan longsor melanda Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa 6 Februari 2024 sore. Tim gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Berikut fakta-fakta terkait bencana ini :

Korban jiwa 5 orang

BNPB menyebutkan bahwa ada lima orang meninggal dunia dalam bencana tersebut.

&amp;ldquo;Perkembangan terakhir 5 warganya meninggal dunia dan 1 lainnya luka berat akibat bencana ini,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Demak Diterjang Banjir, Sebanyak 14.430 KK Terdampak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lokasi sulit dijangkau

Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Intan Jaya, Polres, Koramil, pengurus gereja dan warga setempat agak kesulitan menjangkau lokasi bencana untuk mengevakuasi korban.

Akses jalan tertutup

Tim kesulitan menembus ke lokasi bencana karena jalan menuju ke sana tertutup material longsor. Bukan hanya jalan, perkebunan dan rumah warga juga kena dampak serius.

BPBD Intan Jaya masih terus mendata kerusakan dan warga yang megungsi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Daerah Pelalawan Masih Dilanda Banjir, Polisi Bantu Warga Gunakan Sampan

Penanganan darurat terhambat
&amp;nbsp;
Penanganan darutat seperti pengiriman logistik terhambat karena kawasan yang diterjang banjir bandang debit airnya masih tinggi dan deras.

Sejumlah daerah terdampak di Distrik Sugapa yaitu Kampung Yoparu Bulagi, Yoparu Galunggama, Yoparu Ngamagae, Wandoga, Yokatapa, Kumbalagupa, Bilogai, Puyagia Baitapa dan Zambili.

Tanggap darurat

Bupati Intan Jaya telah menetapkan status tanggap darurat bencana tanah longsor dan banjir bandang di wilayahnya. Pemerintah mengeluarkan status tersebut dengan surat Keputusan nomor 100.3.3.2-024 tahun 2024, yang berlaku 14 hari terhitung 7 hingga 20 Februari 2024.

Pos komando telah beroperasi untuk mengoptimalkan sumber daya daerah selama penanganan darurat bencana.
</content:encoded></item></channel></rss>
