<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Janji Bangun Ekosistem Pers yang Sehat</title><description>Anies Baswedan menghadiri Deklarasi Kemerdekaan Pers di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Sabtu 10 Februari 2024, malam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/11/340/2968599/anies-janji-bangun-ekosistem-pers-yang-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/11/340/2968599/anies-janji-bangun-ekosistem-pers-yang-sehat"/><item><title>Anies Janji Bangun Ekosistem Pers yang Sehat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/11/340/2968599/anies-janji-bangun-ekosistem-pers-yang-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/11/340/2968599/anies-janji-bangun-ekosistem-pers-yang-sehat</guid><pubDate>Minggu 11 Februari 2024 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/11/340/2968599/anies-janji-bangun-ekosistem-pers-yang-sehat-235KZ4uNHJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies jamin kebabasan pers (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/11/340/2968599/anies-janji-bangun-ekosistem-pers-yang-sehat-235KZ4uNHJ.jpg</image><title>Anies jamin kebabasan pers (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan menghadiri Deklarasi Kemerdekaan Pers di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Sabtu 10 Februari 2024, malam.

Dalam sambutannya Anies mengapresiasi kehadiran insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Namun, dewasa ini pers menghadapi berbagai tantangan salah satunya kekerasan fisik dan serangan sistem digital kepada jurnalis.


BACA JUGA:
Ganjar : Kami Minta Maaf, Mudah-mudahan Tidak Baperan


&amp;ldquo;Perlu dukungan sistemik dan perlindungan kepada pers yang mengalami baik kekerasan/ancaman fisik maupun serangan sistem digital kepada jurnalis, dan saat diskusi dengan jurnalis di daerah hal tersebut lebih banyak dialami mereka,&quot; kata Anies dalam keterangannya dikutip, Minggu (11/2/2024).

Anies memaparkan bahwa data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada 2023 jumlah kekerasan kepada jurnalis mengalami peningkatan 42 persen dibanding tahun sebelumnya, dan itu yang terlaporkan, belum yang tidak terlaporkan. Maka dari itu Anies berkomitmen menjaga kebebasan pers dan itu dan dilihat dari rekam jejak selama berada di pemerintahan.


BACA JUGA:
Momen Ganjar Tanya Kampanye Terakhir Anies di Acara Dewan Pers, Begini Obrolannya


&amp;ldquo;Jadi ini komitmen dari kami untuk menjaga kebebasan pers ini dan bukan hanya sekedar berbicara esok tapi kami miliki rekam jejak karena prediktor terbaik atas masa depan, adalah masa lalu, jika masa lalunya bekerja baik  dengan media, maka ke depan juga demikian,&amp;rdquo; ungkapnya.

&amp;ldquo;Dan kami (selama di Pemerintahan) kalau ada masalah langsung lapor ke dewan pers bukan kepolisian karena kita ingin menjunjung tinggi kebebasan pers di Indonesia, dan ini pekerjaan rumah yang besar karena kebebasan pers dan kebebasan berpendapat merupakan amanat konstitusi,&amp;rdquo; imbuhnya.Lebih lanjut, Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu juga menerangkan bahwa untuk membangun sebuah ekosistem pers yang sehat, insan pers juga perlu objektif sehingga produk yang dihasilkan akan membantu suasana yang sehat dalam menyusun kebijakan

&amp;ldquo;Bagaimana menjaga objektifitas adalah letak tantangannya karena kita berhadapan dengan pasar yang memberikan reward maupun disinsentif. Dan ini menjadi PR bersama yang harus kita kerjakan, sehingga kita bisa membangun ekosistem pers yang sehat dan menjaga demokrasi kita,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan menghadiri Deklarasi Kemerdekaan Pers di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Sabtu 10 Februari 2024, malam.

Dalam sambutannya Anies mengapresiasi kehadiran insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Namun, dewasa ini pers menghadapi berbagai tantangan salah satunya kekerasan fisik dan serangan sistem digital kepada jurnalis.


BACA JUGA:
Ganjar : Kami Minta Maaf, Mudah-mudahan Tidak Baperan


&amp;ldquo;Perlu dukungan sistemik dan perlindungan kepada pers yang mengalami baik kekerasan/ancaman fisik maupun serangan sistem digital kepada jurnalis, dan saat diskusi dengan jurnalis di daerah hal tersebut lebih banyak dialami mereka,&quot; kata Anies dalam keterangannya dikutip, Minggu (11/2/2024).

Anies memaparkan bahwa data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada 2023 jumlah kekerasan kepada jurnalis mengalami peningkatan 42 persen dibanding tahun sebelumnya, dan itu yang terlaporkan, belum yang tidak terlaporkan. Maka dari itu Anies berkomitmen menjaga kebebasan pers dan itu dan dilihat dari rekam jejak selama berada di pemerintahan.


BACA JUGA:
Momen Ganjar Tanya Kampanye Terakhir Anies di Acara Dewan Pers, Begini Obrolannya


&amp;ldquo;Jadi ini komitmen dari kami untuk menjaga kebebasan pers ini dan bukan hanya sekedar berbicara esok tapi kami miliki rekam jejak karena prediktor terbaik atas masa depan, adalah masa lalu, jika masa lalunya bekerja baik  dengan media, maka ke depan juga demikian,&amp;rdquo; ungkapnya.

&amp;ldquo;Dan kami (selama di Pemerintahan) kalau ada masalah langsung lapor ke dewan pers bukan kepolisian karena kita ingin menjunjung tinggi kebebasan pers di Indonesia, dan ini pekerjaan rumah yang besar karena kebebasan pers dan kebebasan berpendapat merupakan amanat konstitusi,&amp;rdquo; imbuhnya.Lebih lanjut, Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu juga menerangkan bahwa untuk membangun sebuah ekosistem pers yang sehat, insan pers juga perlu objektif sehingga produk yang dihasilkan akan membantu suasana yang sehat dalam menyusun kebijakan

&amp;ldquo;Bagaimana menjaga objektifitas adalah letak tantangannya karena kita berhadapan dengan pasar yang memberikan reward maupun disinsentif. Dan ini menjadi PR bersama yang harus kita kerjakan, sehingga kita bisa membangun ekosistem pers yang sehat dan menjaga demokrasi kita,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
