<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ukraina Klaim Hancurkan 14 dari 17 Drone yang Diluncurkan Rusia</title><description>Rusia menyerang wilayahnya dengan rudal yang diluncurkan dari sistem S-300 di wilayah Belgorod Rusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/12/18/2969187/ukraina-klaim-hancurkan-14-dari-17-drone-yang-diluncurkan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/12/18/2969187/ukraina-klaim-hancurkan-14-dari-17-drone-yang-diluncurkan-rusia"/><item><title>Ukraina Klaim Hancurkan 14 dari 17 Drone yang Diluncurkan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/12/18/2969187/ukraina-klaim-hancurkan-14-dari-17-drone-yang-diluncurkan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/12/18/2969187/ukraina-klaim-hancurkan-14-dari-17-drone-yang-diluncurkan-rusia</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 17:34 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/18/2969187/ukraina-klaim-hancurkan-14-dari-17-drone-yang-diluncurkan-rusia-wcKHLx2fCj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ukraina klaim hancurkan 14 dari 17 drone yang diluncurkan Rusia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/18/2969187/ukraina-klaim-hancurkan-14-dari-17-drone-yang-diluncurkan-rusia-wcKHLx2fCj.jpg</image><title>Ukraina klaim hancurkan 14 dari 17 drone yang diluncurkan Rusia (Foto: Reuters)</title></images><description>UKRAINA &amp;ndash; Sistem pertahanan udara Ukraina menghancurkan 14 dari 17 drone yang diluncurkan Rusia semalam dan satu rudal jelajah Kh-59.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan melalui aplikasi pesan Telegram pada Senin (12/2/2024) bahwa Rusia juga meluncurkan rudal dari sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh S-300. Namun  tidak disebutkan berapa banyak atau apakah rudal tersebut mengenai sasaran apa pun.

Oleh Synehubov, Gubernur wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina, mengatakan pada Minggu (11/2/2024) malam bahwa Rusia menyerang wilayahnya dengan rudal yang diluncurkan dari sistem S-300 di wilayah Belgorod Rusia yang berbatasan dengan Ukraina.


BACA JUGA:
Serangan Drone AS Bunuh Pemimpin Milisi yang Didukung Iran di Irak

Ia mengatakan, informasi awal tidak ada korban jiwa, namun sebagian bangunan non-hunian mengalami kerusakan pada bagian fasad.


BACA JUGA:
Serangan Drone di Pangkalan AS di Suriah Timur Tewaskan 6 Pejuang Kurdi, Diduga Dilakukan Milisi yang Didukung Iran

Serhiy Lisak, Gubernur wilayah Dnipropetrovsk, mengatakan pada Minggu malam bahwa Rusia menyerang kota Pavlohrad di wilayah tersebut dengan drone. Tidak ada korban jiwa, namun aliran listrik di beberapa bagian kota terputus.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Baik Rusia maupun Ukraina telah meningkatkan serangan udara mereka jauh dari garis depan dalam beberapa bulan terakhir, dengan menargetkan infrastruktur energi, militer, dan transportasi yang penting bagi masing-masing negara.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu (11/2/2024) bahwa negaranya bukan sekutu Rusia dalam perang melawan Ukraina. Dia menekankan bahwa proyek kerja sama militernya tidak ditujukan terhadap satu negara mana pun.

Pashinyan juga mengatakan dia berharap tetangga Armenia dan saingan lamanya, Azerbaijan, tetap berkomitmen pada perjanjian damai yang tahan lama meskipun ada pernyataan dari presiden Armenia tentang demarkasi perbatasan.


Armenia dan Azerbaijan terlibat dua perang besar dalam 30 tahun terakhir terkait sengketa wilayah Nagorno-Karabakh. Wilayah tersebut telah lama diakui sebagai bagian dari Azerbaijan dan pasukan Azerbaijan mendapatkan kendali penuh atas wilayah tersebut pada September tahun lalu.</description><content:encoded>UKRAINA &amp;ndash; Sistem pertahanan udara Ukraina menghancurkan 14 dari 17 drone yang diluncurkan Rusia semalam dan satu rudal jelajah Kh-59.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan melalui aplikasi pesan Telegram pada Senin (12/2/2024) bahwa Rusia juga meluncurkan rudal dari sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh S-300. Namun  tidak disebutkan berapa banyak atau apakah rudal tersebut mengenai sasaran apa pun.

Oleh Synehubov, Gubernur wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina, mengatakan pada Minggu (11/2/2024) malam bahwa Rusia menyerang wilayahnya dengan rudal yang diluncurkan dari sistem S-300 di wilayah Belgorod Rusia yang berbatasan dengan Ukraina.


BACA JUGA:
Serangan Drone AS Bunuh Pemimpin Milisi yang Didukung Iran di Irak

Ia mengatakan, informasi awal tidak ada korban jiwa, namun sebagian bangunan non-hunian mengalami kerusakan pada bagian fasad.


BACA JUGA:
Serangan Drone di Pangkalan AS di Suriah Timur Tewaskan 6 Pejuang Kurdi, Diduga Dilakukan Milisi yang Didukung Iran

Serhiy Lisak, Gubernur wilayah Dnipropetrovsk, mengatakan pada Minggu malam bahwa Rusia menyerang kota Pavlohrad di wilayah tersebut dengan drone. Tidak ada korban jiwa, namun aliran listrik di beberapa bagian kota terputus.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Baik Rusia maupun Ukraina telah meningkatkan serangan udara mereka jauh dari garis depan dalam beberapa bulan terakhir, dengan menargetkan infrastruktur energi, militer, dan transportasi yang penting bagi masing-masing negara.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu (11/2/2024) bahwa negaranya bukan sekutu Rusia dalam perang melawan Ukraina. Dia menekankan bahwa proyek kerja sama militernya tidak ditujukan terhadap satu negara mana pun.

Pashinyan juga mengatakan dia berharap tetangga Armenia dan saingan lamanya, Azerbaijan, tetap berkomitmen pada perjanjian damai yang tahan lama meskipun ada pernyataan dari presiden Armenia tentang demarkasi perbatasan.


Armenia dan Azerbaijan terlibat dua perang besar dalam 30 tahun terakhir terkait sengketa wilayah Nagorno-Karabakh. Wilayah tersebut telah lama diakui sebagai bagian dari Azerbaijan dan pasukan Azerbaijan mendapatkan kendali penuh atas wilayah tersebut pada September tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
