<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Islah Bahrawi Harap Dirty Vote Tak Disikapi Secara Resistensi : Itu Memang Fakta</title><description>Film Dirty Vote mengungkap skenario kecurangan Pilpres 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/12/337/2969290/islah-bahrawi-harap-dirty-vote-tak-disikapi-secara-resistensi-itu-memang-fakta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/12/337/2969290/islah-bahrawi-harap-dirty-vote-tak-disikapi-secara-resistensi-itu-memang-fakta"/><item><title>Islah Bahrawi Harap Dirty Vote Tak Disikapi Secara Resistensi : Itu Memang Fakta</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/12/337/2969290/islah-bahrawi-harap-dirty-vote-tak-disikapi-secara-resistensi-itu-memang-fakta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/12/337/2969290/islah-bahrawi-harap-dirty-vote-tak-disikapi-secara-resistensi-itu-memang-fakta</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 20:51 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/337/2969290/islah-bahrawi-harap-dirty-vote-tak-disikapi-secara-resistensi-itu-memang-fakta-UozUTZ53Lw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Islah Bahrawi (tengah) bicara dalam diskusi bersama Denny Siregar (Foto: MPI/Felldy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/337/2969290/islah-bahrawi-harap-dirty-vote-tak-disikapi-secara-resistensi-itu-memang-fakta-UozUTZ53Lw.jpg</image><title>Islah Bahrawi (tengah) bicara dalam diskusi bersama Denny Siregar (Foto: MPI/Felldy)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wOS8xLzE3NzEwNy81L3g4c2ZyamM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi berharap agar tidak ada pihak yang bersikap resisten terkait hebohnya kemunculan film dokumenter 'Dirty Vote' yang mengungkap skenario kecurangan Pilpres 2024.


Menurut Islah, Dirty Vote ini sebenarnya merupakan film anjuran politik yang sudah biasa dilakukan.  Bahkan, hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di berbagai Negara, terutama di Amerika Serikat.


&quot;Saya kira Dirty vote tidak boleh disikapi secara resisten juga,&quot; kata Islah usai diskusi bertajuk 'Ngobrol Revolusi Cinta bersama Denny Siregar &amp;amp; Islah Bahrawi' di Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sekjen PDIP : Dirty Vote Ungkap Kecurangan Pemilu Secara Masif Lewat Campur Tangan Penguasa


Menurut dia, orang-orang yang tersinggung dengan film Dirty Vote ini  sama seperti orang-orang yang seolah-olah dirugikan oleh Dirty Vote. Oleh karenanya, ia mengaku  menyayangkan jika masih ada orang yang menuduh macam-macam dengan film ini.


&quot;Saya kira kita tidak perlu gerah dengan itu karena itu memang adalah bedasarkan fakta di lapangan dan kita tidak boleh tersinggung dengan itu, ini adalah edukasi politik terhadap masyarakat,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

JK Sebut Dirty Vote Baru Ungkap 25% Kecurangan Pilpres : Masih Ringan Dibanding Kenyataan

&quot;Dan saya kira kalau menurut saya sikap-sikap yang resisten terhadap film sejenis ini adalah orang orang yang kurang dewasa,&quot; tutur dia melanjutkan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wOS8xLzE3NzEwNy81L3g4c2ZyamM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi berharap agar tidak ada pihak yang bersikap resisten terkait hebohnya kemunculan film dokumenter 'Dirty Vote' yang mengungkap skenario kecurangan Pilpres 2024.


Menurut Islah, Dirty Vote ini sebenarnya merupakan film anjuran politik yang sudah biasa dilakukan.  Bahkan, hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di berbagai Negara, terutama di Amerika Serikat.


&quot;Saya kira Dirty vote tidak boleh disikapi secara resisten juga,&quot; kata Islah usai diskusi bertajuk 'Ngobrol Revolusi Cinta bersama Denny Siregar &amp;amp; Islah Bahrawi' di Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sekjen PDIP : Dirty Vote Ungkap Kecurangan Pemilu Secara Masif Lewat Campur Tangan Penguasa


Menurut dia, orang-orang yang tersinggung dengan film Dirty Vote ini  sama seperti orang-orang yang seolah-olah dirugikan oleh Dirty Vote. Oleh karenanya, ia mengaku  menyayangkan jika masih ada orang yang menuduh macam-macam dengan film ini.


&quot;Saya kira kita tidak perlu gerah dengan itu karena itu memang adalah bedasarkan fakta di lapangan dan kita tidak boleh tersinggung dengan itu, ini adalah edukasi politik terhadap masyarakat,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

JK Sebut Dirty Vote Baru Ungkap 25% Kecurangan Pilpres : Masih Ringan Dibanding Kenyataan

&quot;Dan saya kira kalau menurut saya sikap-sikap yang resisten terhadap film sejenis ini adalah orang orang yang kurang dewasa,&quot; tutur dia melanjutkan.</content:encoded></item></channel></rss>
