<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Jenderal Soemitro dan Ramalan Boneka Jailangkung yang Jadi Nyata</title><description>Jenderal Soemitro Sastrodihardjo merupakan mantan Wakil Panglima ABRI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969170/kisah-jenderal-soemitro-dan-ramalan-boneka-jailangkung-yang-jadi-nyata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969170/kisah-jenderal-soemitro-dan-ramalan-boneka-jailangkung-yang-jadi-nyata"/><item><title>Kisah Jenderal Soemitro dan Ramalan Boneka Jailangkung yang Jadi Nyata</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969170/kisah-jenderal-soemitro-dan-ramalan-boneka-jailangkung-yang-jadi-nyata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969170/kisah-jenderal-soemitro-dan-ramalan-boneka-jailangkung-yang-jadi-nyata</guid><pubDate>Selasa 13 Februari 2024 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Destriana Indria Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/337/2969170/kisah-jenderal-soemitro-dan-ramalan-boneka-jailangkung-yang-jadi-nyata-C8AnmVqRR1.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Purnawirawan TNI Soemitro Sastrodihardjo.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/337/2969170/kisah-jenderal-soemitro-dan-ramalan-boneka-jailangkung-yang-jadi-nyata-C8AnmVqRR1.JPG</image><title>Jenderal Purnawirawan TNI Soemitro Sastrodihardjo.</title></images><description>JENDERAL Purnawirawan Soemitro Sastrodihardjo punya kisah unik di masa kecil saat bermain boneka jailangkung bersama teman-temannya. Isyarat yang muncul dari permainan itu ternyata berhasil dicapainya yakni menjadi jenderal TNI.

Soemitro lahir di Sebaung, Gending, Probolinggo, Jawa Timur pada 13 Januari 1927. Sejak kecil, Soemitro bercita-cita ingin jadi insinyur, tapi jalan hidup membawanya ke ranah militer.

Soemitro memiliki karir cemerlang sebagai TNI hingga pensiun sebagai jenderal dengan empat bintang di pundaknya. Jabatan terakhirnya adalah Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ABRI (sekarang TNI).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Sutiyoso Menyusup ke Sarang Musuh di Timor-Timur, Nyaris Meregang Nyawa

Dalam buku berjudul &amp;ldquo;Soemitro: dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib&amp;rdquo;, dikisahkan saat Soemitro berusia 15 tahun, ia dan teman pondokan di Surabaya, Gatot Supangkat, iseng bermain boneka jailangkung. Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Soemitro adalah mengenai masa depannya.

Secara ajaib, boneka jailangkung tersebut kemudian menuliskan huruf &amp;ldquo;M A J O R&amp;rdquo;. Benar saja,Soemitro benar-benar menjadi seorang tentara setelah menempuh pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).

Awal mula dirinya masuk dunia militer adalah menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA), organisasi paramilter yang dibentuk oleh penjajah Jepang. Soemitro pun mengikuti pendidikan perwira di Bogor dan dikenal cukup nakal karena sering minggat dari asrama untuk mencari makan di dapur atau kamar instruktur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Kahar Nasution, Danjen Termuda Kopassus Sepanjang Sejarah

Soemitro pernah menduduki beberapa jabatan strategis dalam karirnya sebagai TNI, seperti Pangdam IX/Mulawarman (1964-1965), Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (1971-1974), dan Wakil Panglima ABRI (1973-1974), dan lainnya.

Tapi ia mundur setelah pecahnya peristiwa Malari.

Soemitro pun pensiun dengan gelar Jenderal, melampaui gelar Mayor yang diramalkan oleh jailangkung yang ia mainkan di masa kecilnya.</description><content:encoded>JENDERAL Purnawirawan Soemitro Sastrodihardjo punya kisah unik di masa kecil saat bermain boneka jailangkung bersama teman-temannya. Isyarat yang muncul dari permainan itu ternyata berhasil dicapainya yakni menjadi jenderal TNI.

Soemitro lahir di Sebaung, Gending, Probolinggo, Jawa Timur pada 13 Januari 1927. Sejak kecil, Soemitro bercita-cita ingin jadi insinyur, tapi jalan hidup membawanya ke ranah militer.

Soemitro memiliki karir cemerlang sebagai TNI hingga pensiun sebagai jenderal dengan empat bintang di pundaknya. Jabatan terakhirnya adalah Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ABRI (sekarang TNI).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Sutiyoso Menyusup ke Sarang Musuh di Timor-Timur, Nyaris Meregang Nyawa

Dalam buku berjudul &amp;ldquo;Soemitro: dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib&amp;rdquo;, dikisahkan saat Soemitro berusia 15 tahun, ia dan teman pondokan di Surabaya, Gatot Supangkat, iseng bermain boneka jailangkung. Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Soemitro adalah mengenai masa depannya.

Secara ajaib, boneka jailangkung tersebut kemudian menuliskan huruf &amp;ldquo;M A J O R&amp;rdquo;. Benar saja,Soemitro benar-benar menjadi seorang tentara setelah menempuh pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).

Awal mula dirinya masuk dunia militer adalah menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA), organisasi paramilter yang dibentuk oleh penjajah Jepang. Soemitro pun mengikuti pendidikan perwira di Bogor dan dikenal cukup nakal karena sering minggat dari asrama untuk mencari makan di dapur atau kamar instruktur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Kahar Nasution, Danjen Termuda Kopassus Sepanjang Sejarah

Soemitro pernah menduduki beberapa jabatan strategis dalam karirnya sebagai TNI, seperti Pangdam IX/Mulawarman (1964-1965), Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (1971-1974), dan Wakil Panglima ABRI (1973-1974), dan lainnya.

Tapi ia mundur setelah pecahnya peristiwa Malari.

Soemitro pun pensiun dengan gelar Jenderal, melampaui gelar Mayor yang diramalkan oleh jailangkung yang ia mainkan di masa kecilnya.</content:encoded></item></channel></rss>
