<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Aplikasi Sirekap Masih Susah Login Jelang Pemilu 2024, Apa Kata KPU?</title><description>Namun Betty mengatakan kalau Sirekap itu tak hanya online tapi ada juga yang offline.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969341/duh-aplikasi-sirekap-masih-susah-login-jelang-pemilu-2024-apa-kata-kpu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969341/duh-aplikasi-sirekap-masih-susah-login-jelang-pemilu-2024-apa-kata-kpu"/><item><title>Duh! Aplikasi Sirekap Masih Susah Login Jelang Pemilu 2024, Apa Kata KPU?</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969341/duh-aplikasi-sirekap-masih-susah-login-jelang-pemilu-2024-apa-kata-kpu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969341/duh-aplikasi-sirekap-masih-susah-login-jelang-pemilu-2024-apa-kata-kpu</guid><pubDate>Selasa 13 Februari 2024 04:17 WIB</pubDate><dc:creator>Syifa Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/13/337/2969341/duh-aplikasi-sirekap-masih-susah-login-jelang-pemilu-2024-apa-kata-kpu-TimVXNfuOs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aplikasi Sirekap/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/13/337/2969341/duh-aplikasi-sirekap-masih-susah-login-jelang-pemilu-2024-apa-kata-kpu-TimVXNfuOs.jpg</image><title>Aplikasi Sirekap/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMi8xLzE3NzIwMC81L3g4c2xmZjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan alat bantu Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu atau Sirekap untuk penghitungan suara Pemilu 2024.
Dalam penggunaannya, para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) diwajibkan mengunggah formulir C1 hasil dan rincian perolehan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
Meski bimbingan teknis (bimtek) telah dilakukan, masih ada petugas KPPS yang terkendala dalam menggunakan Sirekap. Salah satu kendala yang dihadapi para petugas adalah sulitnya untuk masuk atau login ke Sirekap. Selain itu, hasil pembacaan dari Sirekap juga sering tidak sesuai dengan hasil di formulir C1.

BACA JUGA:
Viral Logistik Pemilu Dibakar di Paniai Papua Tengah, Ini Reaksi KPU

Komisioner KPU RI, Betty Epsilon Idroos mengatakan, banyak petugas yang susah log in biasanya terkendala pada internet. &amp;ldquo;Kami sendiri sudah dapat coverage area untuk internet berapa persen,&amp;rdquo; ujar Betty, dikutip, Selasa (13/2/2024).
Namun Betty mengatakan kalau Sirekap itu tak hanya online tapi ada juga yang offline. Jadi sistem ini bisa digunakan untuk di daerah yang internetnya kurang bagus.

BACA JUGA:
Pilpres 2024 Disebut Hampir Mirip dengan Pemilu saat Rezim Orde Baru

&amp;ldquo;Misalnya kemarin saya ke Lombok Utara, ternyata disana itu tidak semua tercoverage 4G yang bagus,&quot;ujarnya.
&quot;Sepanjang misalnya terekam dalam handphone di KPPS, KPPS foto pakai Sirekap, nggak ada waktu di hari H, di TPSnya, tidak ada jaringan internetnya pas hari H, nanti kan kotak (suara) naik nih, kotak itu naik dari TPS ke PPK, lalu KMD ketika geser naik, handphone dibawa nanti server Sirekap ada foto di Sirekap, langsung masuk,&amp;rdquo; sambungnya.Menurutnya, jika di sebuah kecamatan tidak ada jaringan internet, Betty mengatakan PPK bisa melakukan rekapitulasi, maka nanti KPU memiliki maps di satu TPS.

&amp;ldquo;Maka ketika PPK melakukan rekapitulasi secara berjenjang, TPS mana yang kosong, maka PPK bisa input data Sirekap berupa foto imagenya ke kami,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Untuk Sirekap yang offline, bisa tetap kirim data untuk input data namun harus input satu demi satu, kalau yang offline kelemahannya itu,&amp;rdquo; tutupnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMi8xLzE3NzIwMC81L3g4c2xmZjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan alat bantu Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu atau Sirekap untuk penghitungan suara Pemilu 2024.
Dalam penggunaannya, para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) diwajibkan mengunggah formulir C1 hasil dan rincian perolehan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
Meski bimbingan teknis (bimtek) telah dilakukan, masih ada petugas KPPS yang terkendala dalam menggunakan Sirekap. Salah satu kendala yang dihadapi para petugas adalah sulitnya untuk masuk atau login ke Sirekap. Selain itu, hasil pembacaan dari Sirekap juga sering tidak sesuai dengan hasil di formulir C1.

BACA JUGA:
Viral Logistik Pemilu Dibakar di Paniai Papua Tengah, Ini Reaksi KPU

Komisioner KPU RI, Betty Epsilon Idroos mengatakan, banyak petugas yang susah log in biasanya terkendala pada internet. &amp;ldquo;Kami sendiri sudah dapat coverage area untuk internet berapa persen,&amp;rdquo; ujar Betty, dikutip, Selasa (13/2/2024).
Namun Betty mengatakan kalau Sirekap itu tak hanya online tapi ada juga yang offline. Jadi sistem ini bisa digunakan untuk di daerah yang internetnya kurang bagus.

BACA JUGA:
Pilpres 2024 Disebut Hampir Mirip dengan Pemilu saat Rezim Orde Baru

&amp;ldquo;Misalnya kemarin saya ke Lombok Utara, ternyata disana itu tidak semua tercoverage 4G yang bagus,&quot;ujarnya.
&quot;Sepanjang misalnya terekam dalam handphone di KPPS, KPPS foto pakai Sirekap, nggak ada waktu di hari H, di TPSnya, tidak ada jaringan internetnya pas hari H, nanti kan kotak (suara) naik nih, kotak itu naik dari TPS ke PPK, lalu KMD ketika geser naik, handphone dibawa nanti server Sirekap ada foto di Sirekap, langsung masuk,&amp;rdquo; sambungnya.Menurutnya, jika di sebuah kecamatan tidak ada jaringan internet, Betty mengatakan PPK bisa melakukan rekapitulasi, maka nanti KPU memiliki maps di satu TPS.

&amp;ldquo;Maka ketika PPK melakukan rekapitulasi secara berjenjang, TPS mana yang kosong, maka PPK bisa input data Sirekap berupa foto imagenya ke kami,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Untuk Sirekap yang offline, bisa tetap kirim data untuk input data namun harus input satu demi satu, kalau yang offline kelemahannya itu,&amp;rdquo; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
