<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketum PP Muhammadiyah: Jangan Terjebak Ingin Berkuasa</title><description>Bagi para calon pemimpin negara dan juga calon legislatif tidak boleh terjebak pada kesadaran ingin berkuasa semata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969353/ketum-pp-muhammadiyah-jangan-terjebak-ingin-berkuasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969353/ketum-pp-muhammadiyah-jangan-terjebak-ingin-berkuasa"/><item><title>Ketum PP Muhammadiyah: Jangan Terjebak Ingin Berkuasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969353/ketum-pp-muhammadiyah-jangan-terjebak-ingin-berkuasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969353/ketum-pp-muhammadiyah-jangan-terjebak-ingin-berkuasa</guid><pubDate>Selasa 13 Februari 2024 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Syifa Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/13/337/2969353/ketum-pp-muhammadiyah-jangan-terjebak-ingin-berkuasa-fewmFKSCZx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto : Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/13/337/2969353/ketum-pp-muhammadiyah-jangan-terjebak-ingin-berkuasa-fewmFKSCZx.jpg</image><title>Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto : Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir memberikan tausiyah jelang Pemilu 14 Februari 2024. Haedar mengatakan bagi para calon pemimpin negara dan juga calon legislatif tidak boleh terjebak pada kesadaran ingin berkuasa semata.

&quot;Apalagi disertai sifat euforia dan serampangan, seolah menjadi pemimpin negara Indonesia itu seolah merupakan pekerjaan gampang dan ringan,&quot; ujarnya dalam dalam tausiyah, Senin (12/2/2024).


BACA JUGA:
Rembug Warga NU-Muhammadiyah Gresik Siap Mengawal Reformasi dan Demokrasi


Haedar menambahkan sebagai pemimpin Indonesia yang merupakan negara besar ini sangatlah berat tanggung jawabnya.

&quot;Di balik mandat rakyat melalui pemilu, tersimpan beban maha berat di pundak mereka yang terpilih untuk menyelenggarakan peri kehidupan Republik Indonesia yang maju di segala bidang kehidupan sebagaimana perintah konstitusi dan cita-cita para pendiri negara,&quot; papar Haedar.


BACA JUGA:
JK Tantang TKN soal Dirty Vote: Tunjukkan Fitnahnya di Mana


Menurutnya memimpin Indonesia ibarat menahkodai kapal besar di tengah gelombang dahsyat di lautan yang sarat masalah dan tantangan.

&quot;Beban, tantangan dan masalah yang dihadapi saat ini dan kedepan sangat kompleks gimana menyiapkan generasi emas 2045, merawat persatuan di tengah kebhinekaan, menegakkan nilai-nilai utama kebangsaan, menyelesaikan masalah domestik dan luar negeri dari hal praktis dan strategis, hingga menyelamatkan sumber daya alam nan kaya,&quot; tuturnya.
Karena itu, dia meminta agar pemilu tidak dijadikan pasar politik yang sarat transaksi dengan orientasi sekedar memilih berdasarkan kepentingan-kepentingan sesaat yang bersifat nilai guna atau pragmatis baik berupa materi maupun kursi dan posisi.

&quot;Pemilu 2024 adalah proses demokrasi untuk memilih para pemimpin Indonesia di lembaga eksekutif dan legislatif yang akan menentukan merah putihnya Indonesia. Proses pemilu harus mengikuti prinsip demokrasi dari oleh dan untuk rakyat secara bebas tanpa tekanan dan rintangan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir memberikan tausiyah jelang Pemilu 14 Februari 2024. Haedar mengatakan bagi para calon pemimpin negara dan juga calon legislatif tidak boleh terjebak pada kesadaran ingin berkuasa semata.

&quot;Apalagi disertai sifat euforia dan serampangan, seolah menjadi pemimpin negara Indonesia itu seolah merupakan pekerjaan gampang dan ringan,&quot; ujarnya dalam dalam tausiyah, Senin (12/2/2024).


BACA JUGA:
Rembug Warga NU-Muhammadiyah Gresik Siap Mengawal Reformasi dan Demokrasi


Haedar menambahkan sebagai pemimpin Indonesia yang merupakan negara besar ini sangatlah berat tanggung jawabnya.

&quot;Di balik mandat rakyat melalui pemilu, tersimpan beban maha berat di pundak mereka yang terpilih untuk menyelenggarakan peri kehidupan Republik Indonesia yang maju di segala bidang kehidupan sebagaimana perintah konstitusi dan cita-cita para pendiri negara,&quot; papar Haedar.


BACA JUGA:
JK Tantang TKN soal Dirty Vote: Tunjukkan Fitnahnya di Mana


Menurutnya memimpin Indonesia ibarat menahkodai kapal besar di tengah gelombang dahsyat di lautan yang sarat masalah dan tantangan.

&quot;Beban, tantangan dan masalah yang dihadapi saat ini dan kedepan sangat kompleks gimana menyiapkan generasi emas 2045, merawat persatuan di tengah kebhinekaan, menegakkan nilai-nilai utama kebangsaan, menyelesaikan masalah domestik dan luar negeri dari hal praktis dan strategis, hingga menyelamatkan sumber daya alam nan kaya,&quot; tuturnya.
Karena itu, dia meminta agar pemilu tidak dijadikan pasar politik yang sarat transaksi dengan orientasi sekedar memilih berdasarkan kepentingan-kepentingan sesaat yang bersifat nilai guna atau pragmatis baik berupa materi maupun kursi dan posisi.

&quot;Pemilu 2024 adalah proses demokrasi untuk memilih para pemimpin Indonesia di lembaga eksekutif dan legislatif yang akan menentukan merah putihnya Indonesia. Proses pemilu harus mengikuti prinsip demokrasi dari oleh dan untuk rakyat secara bebas tanpa tekanan dan rintangan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
