<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemilu 2024, WNI di London Kecewa Tak Bisa Nyoblos, Diintimidasi hingga Diusir</title><description>Masyarakat mengaku diintimidasi, bahkan diusir petugas TPS 001 di KIA Oval, Kennington, London dengan mendatangkan pihak keamanan setempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969542/pemilu-2024-wni-di-london-kecewa-tak-bisa-nyoblos-diintimidasi-hingga-diusir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969542/pemilu-2024-wni-di-london-kecewa-tak-bisa-nyoblos-diintimidasi-hingga-diusir"/><item><title>Pemilu 2024, WNI di London Kecewa Tak Bisa Nyoblos, Diintimidasi hingga Diusir</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969542/pemilu-2024-wni-di-london-kecewa-tak-bisa-nyoblos-diintimidasi-hingga-diusir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/13/337/2969542/pemilu-2024-wni-di-london-kecewa-tak-bisa-nyoblos-diintimidasi-hingga-diusir</guid><pubDate>Selasa 13 Februari 2024 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/13/337/2969542/pemilu-2024-wni-di-london-kecewa-tak-bisa-nyoblos-diintimidasi-hingga-diusir-2BHUuwkuSQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pemilu 2024 (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/13/337/2969542/pemilu-2024-wni-di-london-kecewa-tak-bisa-nyoblos-diintimidasi-hingga-diusir-2BHUuwkuSQ.jpg</image><title>Ilustrasi Pemilu 2024 (Foto: Ist)</title></images><description>
JAKARTA - Lebih dari 100 Warga Negara Indonesia (WNI) di London, Inggris mengaku kecewa karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK) di Pemilu 2024. Masyarakat mengaku diintimidasi, bahkan diusir petugas TPS 001 di KIA Oval, Kennington, London dengan mendatangkan pihak keamanan setempat.

&quot;Bukan hanya saya aja tapi ada mungkin 100 lebih masyarakat Indonesia yang mendaftar sebagai pemilih khusus tambahan tidak bisa memilih,&quot; kata Romaito Azhar, salah satu WNI di London saat dihubungi MNC Portal, Selasa (1/2/2024).

BACA JUGA:
 Polri Pastikan Tahanan di Rutan Bareskrim Bisa Gunakan Hak Pilih Sesuai Ketentuan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ia mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) menyampaikan jadwal pemungutan suara bagi peserta DPK sampai pukul 18.00 waktu setempat. Namun, ketika peserta DPK tiba mereka tak bisa mencoblos meski sudah tiba di tempat pemungutan suara (TPS) sejak pukul 17.00 WIB.

&quot;Kita sudah datang sesuai dengan jadwal yang disebarkan oleh PPLN yang di London. Kebetulan saya BPTB bersama temen-teman lain yaitu sama daftar pemilih kkhusus,&quot; katanya.

&quot;Kita tidak diperbolehkan masuk untuk dapat tiket dan kita sudah datang sebelum jam 5 sore. Bahkan, teman-teman yang sudah datang dari pagi disuruh datang lagi jam 17 tapi setelah datang jam 5 gak boleh masuk ke dalam ruangan KIA Oval itu,&quot; katanya.

BACA JUGA:
TPS 106 Tempat Cawapres Mahfud MD Mencoblos Dihias bak Acara Hajatan


Tidak hanya dilarang masuk, WNI yang meminta hak konstitusionalnya itu juga mendapatkan intimidasi oleh petugas PPLN dengan mendatangkan petugas keamanan untuk mengusir padahal tidak membuat keributan.



Setelah menunggu lama dan tidak diperbolehkan masuk melalui pintu satu, dua, dan tiga ajhirnya menggunakan cara menggunakan undangan yang telah dipakai.



&quot;Padahal, kita sudah menunggu lama di depan gate sesuai intruksi mereka tapi kita tidak bisa masuk. Saya akhirnya memakai tiket yang sudah dikapai jadi saya hanya masuk ke dalam untuk meminta klarifikasi pada Ketua PPLN kita duduk dengan Bawaslu,&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Pastikan Aman, Kapolres hingga PJ Bupati Lebak Bantu Distribusi Logistik Pemilu 2024 Sampai ke TPS&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Dari hasil komunikasi dengan Ketua PPLN disebutkan bahwa masyarakat tidak dapat memilih karena telah diatur. Romaito mengaku kecewa dengan putusan yang diambil secara mendadak tanpa ada mekanisme yang jelas.



Ia mengaku kecewa dan dipermainkan dengan perlakuan yang diberikan PPLN UK dalam pengelolaan Pemilu 2024. Padahal, untuk menyalurkan hak konstitusinya, Azhar mengaku telah meluangkan banyak waktu dan mengeluarkan banyak dana yang harus dikeluarkan.

BACA JUGA:
Denny Siregar : Wacana Pilpres 2024 Satu Putaran Akan Gagal dengan Sendirinya




Lebih dari itu, ia mengaku khawatir surat auara yang ada kemudian diperlakukan dengan tidak sewajarnya seperti yang terjadi di Malaysia.



&quot;Harus ke London dan kalau pakai Bus itu jaraknya 9 jam dan kita pakai trem itu 5 jam. Saya pakai seumur umur trem dan harganya sampai Rp1.300.000. Ini untuk kita voting teman-teman yang lain dihalang-halangi saya merasa sangat dirugikan,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Lebih dari 100 Warga Negara Indonesia (WNI) di London, Inggris mengaku kecewa karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK) di Pemilu 2024. Masyarakat mengaku diintimidasi, bahkan diusir petugas TPS 001 di KIA Oval, Kennington, London dengan mendatangkan pihak keamanan setempat.

&quot;Bukan hanya saya aja tapi ada mungkin 100 lebih masyarakat Indonesia yang mendaftar sebagai pemilih khusus tambahan tidak bisa memilih,&quot; kata Romaito Azhar, salah satu WNI di London saat dihubungi MNC Portal, Selasa (1/2/2024).

BACA JUGA:
 Polri Pastikan Tahanan di Rutan Bareskrim Bisa Gunakan Hak Pilih Sesuai Ketentuan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ia mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) menyampaikan jadwal pemungutan suara bagi peserta DPK sampai pukul 18.00 waktu setempat. Namun, ketika peserta DPK tiba mereka tak bisa mencoblos meski sudah tiba di tempat pemungutan suara (TPS) sejak pukul 17.00 WIB.

&quot;Kita sudah datang sesuai dengan jadwal yang disebarkan oleh PPLN yang di London. Kebetulan saya BPTB bersama temen-teman lain yaitu sama daftar pemilih kkhusus,&quot; katanya.

&quot;Kita tidak diperbolehkan masuk untuk dapat tiket dan kita sudah datang sebelum jam 5 sore. Bahkan, teman-teman yang sudah datang dari pagi disuruh datang lagi jam 17 tapi setelah datang jam 5 gak boleh masuk ke dalam ruangan KIA Oval itu,&quot; katanya.

BACA JUGA:
TPS 106 Tempat Cawapres Mahfud MD Mencoblos Dihias bak Acara Hajatan


Tidak hanya dilarang masuk, WNI yang meminta hak konstitusionalnya itu juga mendapatkan intimidasi oleh petugas PPLN dengan mendatangkan petugas keamanan untuk mengusir padahal tidak membuat keributan.



Setelah menunggu lama dan tidak diperbolehkan masuk melalui pintu satu, dua, dan tiga ajhirnya menggunakan cara menggunakan undangan yang telah dipakai.



&quot;Padahal, kita sudah menunggu lama di depan gate sesuai intruksi mereka tapi kita tidak bisa masuk. Saya akhirnya memakai tiket yang sudah dikapai jadi saya hanya masuk ke dalam untuk meminta klarifikasi pada Ketua PPLN kita duduk dengan Bawaslu,&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Pastikan Aman, Kapolres hingga PJ Bupati Lebak Bantu Distribusi Logistik Pemilu 2024 Sampai ke TPS&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Dari hasil komunikasi dengan Ketua PPLN disebutkan bahwa masyarakat tidak dapat memilih karena telah diatur. Romaito mengaku kecewa dengan putusan yang diambil secara mendadak tanpa ada mekanisme yang jelas.



Ia mengaku kecewa dan dipermainkan dengan perlakuan yang diberikan PPLN UK dalam pengelolaan Pemilu 2024. Padahal, untuk menyalurkan hak konstitusinya, Azhar mengaku telah meluangkan banyak waktu dan mengeluarkan banyak dana yang harus dikeluarkan.

BACA JUGA:
Denny Siregar : Wacana Pilpres 2024 Satu Putaran Akan Gagal dengan Sendirinya




Lebih dari itu, ia mengaku khawatir surat auara yang ada kemudian diperlakukan dengan tidak sewajarnya seperti yang terjadi di Malaysia.



&quot;Harus ke London dan kalau pakai Bus itu jaraknya 9 jam dan kita pakai trem itu 5 jam. Saya pakai seumur umur trem dan harganya sampai Rp1.300.000. Ini untuk kita voting teman-teman yang lain dihalang-halangi saya merasa sangat dirugikan,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
