<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Diaspora Indonesia di Swiss Tentukan Pilihan Pasangan Capres-Cawapres Pilpres 2024</title><description>Ini cerita Priska menentukan paslon mana yang akan dia pilih pada Pilpres 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/14/18/2970193/cerita-diaspora-indonesia-di-swiss-tentukan-pilihan-pasangan-capres-cawapres-pilpres-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/14/18/2970193/cerita-diaspora-indonesia-di-swiss-tentukan-pilihan-pasangan-capres-cawapres-pilpres-2024"/><item><title>Cerita Diaspora Indonesia di Swiss Tentukan Pilihan Pasangan Capres-Cawapres Pilpres 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/14/18/2970193/cerita-diaspora-indonesia-di-swiss-tentukan-pilihan-pasangan-capres-cawapres-pilpres-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/14/18/2970193/cerita-diaspora-indonesia-di-swiss-tentukan-pilihan-pasangan-capres-cawapres-pilpres-2024</guid><pubDate>Rabu 14 Februari 2024 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/14/18/2970193/cerita-diaspora-indonesia-di-swiss-tentukan-pilihan-pasangan-capres-cawapres-pilpres-2024-0Yzf5TiOvm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diaspora Indonesia di Swiss Priska Infanger berbicara pada program Debar COD Okezone dan Radio Trijaya, 14 Februari 2024. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/14/18/2970193/cerita-diaspora-indonesia-di-swiss-tentukan-pilihan-pasangan-capres-cawapres-pilpres-2024-0Yzf5TiOvm.jpg</image><title>Diaspora Indonesia di Swiss Priska Infanger berbicara pada program Debar COD Okezone dan Radio Trijaya, 14 Februari 2024. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bagi diaspora Indonesia di luar negeri, menentukan pilihan pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) atau calon legislatif (Caleg) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 adalah perkara yang susah-susah gampang. Pasalnya, tidak seperti di Tanah Air, akses informasi terkait kandidat presiden dan legislatif Pemilu 2024 bagi para diaspora relatif lebih terbatas.

BACA JUGA:
Ini Harapan Diaspora di Swiss untuk Presiden Indonesia Berikutnya

Hal ini dialami oleh Priska Infanger, diaspora Indonesia yang saat ini tinggal di Zug, Swiss dalam menentukan pasangan capres dan cawapres mana yang akan dia pilih. Priska menceritakan bagaimana diaspora di Swiss mendapatkan informasi mengenai para pasangan capres, dan visi misi mereka.
&amp;ldquo;Beberapa teman saya ada yang cukup informatif dan aktif di dunia politik. Sebelum pemilu mereka sudah melihat beberapa pasangan kandidat,&amp;rdquo; kata Priska pada live streaming program Dengar Bersama, Coblos &amp;amp; Opini Demokrasi (Debar COD) Okezone dan Trijaya FM, Rabu (14/2/2024).

BACA JUGA:
Diaspora di AS Sebut Pemilu 2024 Berlangsung Aman dan Lancar

Priska juga mengungkapkan bahwa diaspora Indonesia di Swiss memiliki beberapa grup chat yang mendukung pasangan calon (paslon), baik 1,2, atau 3 pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024, yang membagikan program-progam paslon yang mereka dukung.


Selain itu dia juga mencari tahu tentang paslon yang bersaing dengan mencari tahu sendiri dan bertanya pada keluarga dan kerabat di Indonesia.
&amp;ldquo;Berita-berita yang masuk ke sini (Swiss), tidak banyak. Kita harus aktif sendiri untuk mencari tahu,&amp;rdquo; jelas Priska.

BACA JUGA:
Diaspora di Amerika Serikat dan Kanada Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

Diaspora yang telah tinggal selama 11 tahun di Swiss ini juga mengaku sempat menonton Debat Capres sebelum mencoblos dan menentukan pilihan paslonnya.
Dengan informasi yang dia himpun, Priska mengungkapkan kriteria yang menjadi pertimbangannya dalam memilih pasangan capres-cawapres yang akan dipilih.
&amp;ldquo;Saya cari yang serius. yang saya lihat kinerja kerja yang sudah ada, yang ada buktinya bukan hanya janji-janji. Ada kerja nyata lah,&amp;rdquo; ujarnya.Dia berharap presiden Indonesia berikutnya dapat melanjutkan pekerjaan yang sudah dilakukan pemerintahan sebelumnya, mempercepat program yang belum terlaksana, dan memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki di Indonesia.
&amp;ldquo;Saya harapannya, (Presiden berikutnya) benar-benar serius menangani Indonesia, menangani segala masalah dan meneruskan apa yang sudah dilakukan presiden sebelumnya, meneruskan kinerja Pak Jokowi,&amp;rdquo; kata Priska.
&amp;ldquo;Terutama buat kita diaspora di luar negeri dimudahkan proses paper dan sebagainya.&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bagi diaspora Indonesia di luar negeri, menentukan pilihan pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) atau calon legislatif (Caleg) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 adalah perkara yang susah-susah gampang. Pasalnya, tidak seperti di Tanah Air, akses informasi terkait kandidat presiden dan legislatif Pemilu 2024 bagi para diaspora relatif lebih terbatas.

BACA JUGA:
Ini Harapan Diaspora di Swiss untuk Presiden Indonesia Berikutnya

Hal ini dialami oleh Priska Infanger, diaspora Indonesia yang saat ini tinggal di Zug, Swiss dalam menentukan pasangan capres dan cawapres mana yang akan dia pilih. Priska menceritakan bagaimana diaspora di Swiss mendapatkan informasi mengenai para pasangan capres, dan visi misi mereka.
&amp;ldquo;Beberapa teman saya ada yang cukup informatif dan aktif di dunia politik. Sebelum pemilu mereka sudah melihat beberapa pasangan kandidat,&amp;rdquo; kata Priska pada live streaming program Dengar Bersama, Coblos &amp;amp; Opini Demokrasi (Debar COD) Okezone dan Trijaya FM, Rabu (14/2/2024).

BACA JUGA:
Diaspora di AS Sebut Pemilu 2024 Berlangsung Aman dan Lancar

Priska juga mengungkapkan bahwa diaspora Indonesia di Swiss memiliki beberapa grup chat yang mendukung pasangan calon (paslon), baik 1,2, atau 3 pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024, yang membagikan program-progam paslon yang mereka dukung.


Selain itu dia juga mencari tahu tentang paslon yang bersaing dengan mencari tahu sendiri dan bertanya pada keluarga dan kerabat di Indonesia.
&amp;ldquo;Berita-berita yang masuk ke sini (Swiss), tidak banyak. Kita harus aktif sendiri untuk mencari tahu,&amp;rdquo; jelas Priska.

BACA JUGA:
Diaspora di Amerika Serikat dan Kanada Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

Diaspora yang telah tinggal selama 11 tahun di Swiss ini juga mengaku sempat menonton Debat Capres sebelum mencoblos dan menentukan pilihan paslonnya.
Dengan informasi yang dia himpun, Priska mengungkapkan kriteria yang menjadi pertimbangannya dalam memilih pasangan capres-cawapres yang akan dipilih.
&amp;ldquo;Saya cari yang serius. yang saya lihat kinerja kerja yang sudah ada, yang ada buktinya bukan hanya janji-janji. Ada kerja nyata lah,&amp;rdquo; ujarnya.Dia berharap presiden Indonesia berikutnya dapat melanjutkan pekerjaan yang sudah dilakukan pemerintahan sebelumnya, mempercepat program yang belum terlaksana, dan memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki di Indonesia.
&amp;ldquo;Saya harapannya, (Presiden berikutnya) benar-benar serius menangani Indonesia, menangani segala masalah dan meneruskan apa yang sudah dilakukan presiden sebelumnya, meneruskan kinerja Pak Jokowi,&amp;rdquo; kata Priska.
&amp;ldquo;Terutama buat kita diaspora di luar negeri dimudahkan proses paper dan sebagainya.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
