<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Unggul Sementara di Quick Count, Selebrasi Sujud Syukur Disorot!</title><description>Menurutnya, jangan sampai pesta demokrasi membuat rakyat cemas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/14/337/2970398/prabowo-unggul-sementara-di-quick-count-selebrasi-sujud-syukur-disorot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/14/337/2970398/prabowo-unggul-sementara-di-quick-count-selebrasi-sujud-syukur-disorot"/><item><title>Prabowo Unggul Sementara di Quick Count, Selebrasi Sujud Syukur Disorot!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/14/337/2970398/prabowo-unggul-sementara-di-quick-count-selebrasi-sujud-syukur-disorot</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/14/337/2970398/prabowo-unggul-sementara-di-quick-count-selebrasi-sujud-syukur-disorot</guid><pubDate>Rabu 14 Februari 2024 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rio Eristiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/14/337/2970398/prabowo-unggul-sementara-di-quick-count-selebrasi-sujud-syukur-disorot-vhPHtRd7oF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt Ketum PPP Mardiono (Foto: Felldy Utama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/14/337/2970398/prabowo-unggul-sementara-di-quick-count-selebrasi-sujud-syukur-disorot-vhPHtRd7oF.jpg</image><title>Plt Ketum PPP Mardiono (Foto: Felldy Utama)</title></images><description>JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono menyoroti calon presiden (Capres) melakukan seleberasi sujud syukur usai unggul di hasil quick count. Menurutnya, jangan sampai pesta demokrasi membuat rakyat cemas.

Beberapa lembaga survei telah merilis hasil perhitungan cepat pemilu 2024. Hasilnya pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul atas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

BACA JUGA:
Nama Jokowi Menggema saat Prabowo Pidato di Istora Senayan: Saya Sangat Kenal Beliau!


Menanggapi hasil quick count, Muhamad Mardiono meminta salah satu pasangan capres dan cawapres untuk tidak melakukan sujud syukur usai unggul di perhitungan cepat tetapi KPU mengumumkan hasil resmi dan dinyatakan kalah. Menurutnya, dalam pesta demokrasi siapapun tidak boleh membuat rakyat cemas.

&amp;ldquo;Kita saat ini sedang menjalankan perintah konstitusi yaitu menjalankan demokrasi. Bahwa demokrasi kita adalah landasannya konstitusi dan sebagai penting bahwa konstitusi kita itu adalah hukum jadi kita tidak mau menggunakan perang opini atau pembentukan opini di tengah-tengah publik karena kita juga pernah pengalaman dari mulai pemilu tahun 2014 dan 2019 dimana ada pasangan yang melakukan sujud syukur, syukuran menyatakan kemenangannya, kemudian ternyata pada akhirnya kalah,&amp;rdquo; kata Muhamad Mardiono di Jakarta pada Rabu (14/2/2024).

&amp;ldquo;Ini jangan sampai kita kemudian membuat rakyat kita yang sedang melakukan pesta demokrasi itu kemudian dicederai oleh kecemasan. Jadi biarlah pesta demokrasi itu dinikmati oleh rakyat secara natural. Rakyat yang sedang berdaulat menggunakan senjata kekuasaannya tiap kali itu betul-betul bisa dia nikmati,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Tim Hukum AMIN Sebut Ada Surat Suara Sudah Tercoblos


Menurutnya, para politisi harus menghormati rakyat karena pemenang kedaulatan dalam demokrasi. Selain itu, Muhamad Mardiono juga memperingatkan kepada semua masyarakat untuk memantau tenrkait adanya kecurangan selama pemilu berlangsung.


&amp;ldquo;Biarlah rakyat yang berdaulat untuk menjalankan demokrasi ini. Kita semua adalah menghantarkan rakyat karena rakyatlah yang pegang hak kedaulatan rakyat itu,&amp;rdquo; ucapnya.



&amp;ldquo;Selanjutnya, jikalau kemudian ada unsur pembentukan opini itu telah terdesain sebuah kecurangan misalnya untuk melegitimasi desain-desain rencana kecurangan itu kemudian akan terlegitimasi dengan membangun opini-opini itu, kita juga tidak kalah penting untuk menyoroti dalam pelaksanaan pemilu ini ada mekanisme yang sesungguhnya transpara,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono menyoroti calon presiden (Capres) melakukan seleberasi sujud syukur usai unggul di hasil quick count. Menurutnya, jangan sampai pesta demokrasi membuat rakyat cemas.

Beberapa lembaga survei telah merilis hasil perhitungan cepat pemilu 2024. Hasilnya pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul atas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

BACA JUGA:
Nama Jokowi Menggema saat Prabowo Pidato di Istora Senayan: Saya Sangat Kenal Beliau!


Menanggapi hasil quick count, Muhamad Mardiono meminta salah satu pasangan capres dan cawapres untuk tidak melakukan sujud syukur usai unggul di perhitungan cepat tetapi KPU mengumumkan hasil resmi dan dinyatakan kalah. Menurutnya, dalam pesta demokrasi siapapun tidak boleh membuat rakyat cemas.

&amp;ldquo;Kita saat ini sedang menjalankan perintah konstitusi yaitu menjalankan demokrasi. Bahwa demokrasi kita adalah landasannya konstitusi dan sebagai penting bahwa konstitusi kita itu adalah hukum jadi kita tidak mau menggunakan perang opini atau pembentukan opini di tengah-tengah publik karena kita juga pernah pengalaman dari mulai pemilu tahun 2014 dan 2019 dimana ada pasangan yang melakukan sujud syukur, syukuran menyatakan kemenangannya, kemudian ternyata pada akhirnya kalah,&amp;rdquo; kata Muhamad Mardiono di Jakarta pada Rabu (14/2/2024).

&amp;ldquo;Ini jangan sampai kita kemudian membuat rakyat kita yang sedang melakukan pesta demokrasi itu kemudian dicederai oleh kecemasan. Jadi biarlah pesta demokrasi itu dinikmati oleh rakyat secara natural. Rakyat yang sedang berdaulat menggunakan senjata kekuasaannya tiap kali itu betul-betul bisa dia nikmati,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Tim Hukum AMIN Sebut Ada Surat Suara Sudah Tercoblos


Menurutnya, para politisi harus menghormati rakyat karena pemenang kedaulatan dalam demokrasi. Selain itu, Muhamad Mardiono juga memperingatkan kepada semua masyarakat untuk memantau tenrkait adanya kecurangan selama pemilu berlangsung.


&amp;ldquo;Biarlah rakyat yang berdaulat untuk menjalankan demokrasi ini. Kita semua adalah menghantarkan rakyat karena rakyatlah yang pegang hak kedaulatan rakyat itu,&amp;rdquo; ucapnya.



&amp;ldquo;Selanjutnya, jikalau kemudian ada unsur pembentukan opini itu telah terdesain sebuah kecurangan misalnya untuk melegitimasi desain-desain rencana kecurangan itu kemudian akan terlegitimasi dengan membangun opini-opini itu, kita juga tidak kalah penting untuk menyoroti dalam pelaksanaan pemilu ini ada mekanisme yang sesungguhnya transpara,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
