<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin Sebut Kepresidenan Joe Biden Lebih Baik Bagi Rusia Ketimbang Donald Trump</title><description>Putin mengatakan Biden akan lebih baik bagi Rusia karena dia adalah orang yang lebih berpengalaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/15/18/2970791/putin-sebut-kepresidenan-joe-biden-lebih-baik-bagi-rusia-ketimbang-donald-trump</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/15/18/2970791/putin-sebut-kepresidenan-joe-biden-lebih-baik-bagi-rusia-ketimbang-donald-trump"/><item><title>Putin Sebut Kepresidenan Joe Biden Lebih Baik Bagi Rusia Ketimbang Donald Trump</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/15/18/2970791/putin-sebut-kepresidenan-joe-biden-lebih-baik-bagi-rusia-ketimbang-donald-trump</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/15/18/2970791/putin-sebut-kepresidenan-joe-biden-lebih-baik-bagi-rusia-ketimbang-donald-trump</guid><pubDate>Kamis 15 Februari 2024 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/15/18/2970791/putin-sebut-kepresidenan-joe-biden-lebih-baik-bagi-rusia-ketimbang-donald-trump-QzmaTtw1O2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Putin sebut kepresidenan Joe Biden lebih baik bagi Rusia ketimbang Donald Trump (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/15/18/2970791/putin-sebut-kepresidenan-joe-biden-lebih-baik-bagi-rusia-ketimbang-donald-trump-QzmaTtw1O2.jpg</image><title>Putin sebut kepresidenan Joe Biden lebih baik bagi Rusia ketimbang Donald Trump (Foto: Reuters)</title></images><description>RUSIA &amp;ndash; Kepresidenan Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan lebih baik bagi Rusia daripada kepemimpinan Donald Trump.
Hal ini diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada jurnalis pro-Kremlin Pavel Zarubin dalam wawancara di depan kamera pada Rabu (14/2/2024).

Ketika ditanya oleh Zuribin tentang pemilihan presiden AS yang akan datang, Putin mengatakan Biden akan lebih baik bagi Rusia karena dia adalah orang yang lebih berpengalaman, mudah ditebak, dan dia adalah politisi dari formasi lama.

Namun, dia menambahkan bahwa Rusia akan bekerja sama dengan pemimpin AS mana pun yang mendapatkan kepercayaan rakyat Amerika.



BACA JUGA:
AS Tolak Usulan Putin untuk Lakukan Gencatan Senjata di Ukraina


Putin juga mengatakan bahwa untuk menilai tindakan pemerintahan saat ini, kita harus melihat &amp;ldquo;posisi politiknya.&amp;rdquo;


BACA JUGA:
Siapa Sajakah Kandidat Presiden yang Berani Lawan Vladimir Putin di Pemilu Rusia 2024?

&amp;ldquo;Saya percaya bahwa posisi pemerintahan saat ini sangat merugikan dan keliru,&amp;rdquo; kata Putin merujuk pada perang Rusia di Ukraina.

Menurut Putin, perang tersebut bisa saja terjadi lebih dari satu setengah tahun yang lalu jika kesepakatan dalam pertemuan di Istanbul pada Maret 2022 dipatuhi. Putin tidak merinci perjanjian apa yang dia maksud.

Presiden Rusia mengatakan dia menyesal karena tidak memulai tindakan aktif di Ukraina lebih awal pada Februari 2022. Dia  mengklaim bahwa para pemimpin Barat telah berbohong kepada Rusia tentang tidak memperluas NATO ke Timur.

&amp;ldquo;Kami khawatir tentang kemungkinan masuknya Ukraina ke dalam NATO, karena hal ini mengancam keamanan kami,&amp;rdquo; kata Putin.
Putin juga menuduh bahwa perjanjian Minsk, sebuah protokol gencatan senjata yang ditandatangani oleh Ukraina dan Rusia pada 2015, tidak pernah dimaksudkan untuk dipatuhi tetapi digunakan untuk mengulur waktu agar Ukraina dapat memuat senjata tambahan.



Pemimpin Rusia itu juga menyatakan kekecewaannya atas wawancaranya baru-baru ini dengan tokoh media sayap kanan Tucker Carlson.



&amp;ldquo;Sejujurnya saya mengira dia akan agresif dan mengajukan pertanyaan sulit. Saya bukan hanya siap untuk itu, tapi saya menginginkan itu karena hal itu akan memberi saya kesempatan untuk memberikan jawaban yang sulit juga,&amp;rdquo; kata Putin.



&amp;ldquo;Sejujurnya, saya tidak sepenuhnya menikmati wawancara itu,&amp;rdquo; tambahnya.

</description><content:encoded>RUSIA &amp;ndash; Kepresidenan Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan lebih baik bagi Rusia daripada kepemimpinan Donald Trump.
Hal ini diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada jurnalis pro-Kremlin Pavel Zarubin dalam wawancara di depan kamera pada Rabu (14/2/2024).

Ketika ditanya oleh Zuribin tentang pemilihan presiden AS yang akan datang, Putin mengatakan Biden akan lebih baik bagi Rusia karena dia adalah orang yang lebih berpengalaman, mudah ditebak, dan dia adalah politisi dari formasi lama.

Namun, dia menambahkan bahwa Rusia akan bekerja sama dengan pemimpin AS mana pun yang mendapatkan kepercayaan rakyat Amerika.



BACA JUGA:
AS Tolak Usulan Putin untuk Lakukan Gencatan Senjata di Ukraina


Putin juga mengatakan bahwa untuk menilai tindakan pemerintahan saat ini, kita harus melihat &amp;ldquo;posisi politiknya.&amp;rdquo;


BACA JUGA:
Siapa Sajakah Kandidat Presiden yang Berani Lawan Vladimir Putin di Pemilu Rusia 2024?

&amp;ldquo;Saya percaya bahwa posisi pemerintahan saat ini sangat merugikan dan keliru,&amp;rdquo; kata Putin merujuk pada perang Rusia di Ukraina.

Menurut Putin, perang tersebut bisa saja terjadi lebih dari satu setengah tahun yang lalu jika kesepakatan dalam pertemuan di Istanbul pada Maret 2022 dipatuhi. Putin tidak merinci perjanjian apa yang dia maksud.

Presiden Rusia mengatakan dia menyesal karena tidak memulai tindakan aktif di Ukraina lebih awal pada Februari 2022. Dia  mengklaim bahwa para pemimpin Barat telah berbohong kepada Rusia tentang tidak memperluas NATO ke Timur.

&amp;ldquo;Kami khawatir tentang kemungkinan masuknya Ukraina ke dalam NATO, karena hal ini mengancam keamanan kami,&amp;rdquo; kata Putin.
Putin juga menuduh bahwa perjanjian Minsk, sebuah protokol gencatan senjata yang ditandatangani oleh Ukraina dan Rusia pada 2015, tidak pernah dimaksudkan untuk dipatuhi tetapi digunakan untuk mengulur waktu agar Ukraina dapat memuat senjata tambahan.



Pemimpin Rusia itu juga menyatakan kekecewaannya atas wawancaranya baru-baru ini dengan tokoh media sayap kanan Tucker Carlson.



&amp;ldquo;Sejujurnya saya mengira dia akan agresif dan mengajukan pertanyaan sulit. Saya bukan hanya siap untuk itu, tapi saya menginginkan itu karena hal itu akan memberi saya kesempatan untuk memberikan jawaban yang sulit juga,&amp;rdquo; kata Putin.



&amp;ldquo;Sejujurnya, saya tidak sepenuhnya menikmati wawancara itu,&amp;rdquo; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
