<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guru Besar UII: Ada Upaya Melanggengkan Kekuasaan dan Meredam Kritik Akademisi!</title><description>Guru besar dari Universitas Islam Indonesia, Masduki mengatakan, demokrasi Indonesia saat ini sedang bermasalah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/15/510/2970716/guru-besar-uii-ada-upaya-melanggengkan-kekuasaan-dan-meredam-kritik-akademisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/15/510/2970716/guru-besar-uii-ada-upaya-melanggengkan-kekuasaan-dan-meredam-kritik-akademisi"/><item><title>Guru Besar UII: Ada Upaya Melanggengkan Kekuasaan dan Meredam Kritik Akademisi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/15/510/2970716/guru-besar-uii-ada-upaya-melanggengkan-kekuasaan-dan-meredam-kritik-akademisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/15/510/2970716/guru-besar-uii-ada-upaya-melanggengkan-kekuasaan-dan-meredam-kritik-akademisi</guid><pubDate>Kamis 15 Februari 2024 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Galih Wisma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/15/510/2970716/guru-besar-uii-ada-upaya-melanggengkan-kekuasaan-dan-meredam-kritik-akademisi-4RrD6m6JCE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Guru Besar UII Ikut Aksi Gejayan Memanggil/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/15/510/2970716/guru-besar-uii-ada-upaya-melanggengkan-kekuasaan-dan-meredam-kritik-akademisi-4RrD6m6JCE.jpg</image><title>Guru Besar UII Ikut Aksi Gejayan Memanggil/Foto: MNC Portal</title></images><description>


YOGYAKARTA - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta melakukan aksi damai di Pertigaan Gejayan, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aksi bertajuk gejayan memanggil kembali digelar untuk menyelamatkan demokrasi dan melawan praktik politik dinasti Presiden Jokowi.
Selain mahasiswa, para dosen dan guru besar juga tampak ikut turun ke jalan sebagai wujud keprihatinan moral atas munculnya ketamakan kekuasaan dan politik dinasti.
Guru besar dari Universitas Islam Indonesia, Masduki mengatakan, demokrasi Indonesia saat ini sedang bermasalah.

BACA JUGA:
Ikut Aksi Gejayan Memanggil, Guru Besar UII: Lawan Politik Dinasti!

&amp;ldquo;Kami meminta kepada seluruh mahasiswa untuk melawan ketidakadilan dan keberpihakan rezim Jokowi terhadap salah satu capres,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Momen Ribuan Mahasiswa Yogyakarta Blokir Pertigaan Gejayan

Masduki melanjutkan, saat ini ada upaya melanggengkan kekuasaan melalui infiltrasi dan intervensi lembaga pengadilan. &amp;ldquo; Dan lebih-lebih upaya meredam kritik dari akademisi dan mahasiswa,&amp;rdquo; pungkasnya.
Adapun dalam aksi ini mahasiswa menyuarakan 11 tuntutan, diantaranya revisi UU Pemilu dan partai pemilu oleh badan independent hingga dan stop politisi bansos.</description><content:encoded>


YOGYAKARTA - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta melakukan aksi damai di Pertigaan Gejayan, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aksi bertajuk gejayan memanggil kembali digelar untuk menyelamatkan demokrasi dan melawan praktik politik dinasti Presiden Jokowi.
Selain mahasiswa, para dosen dan guru besar juga tampak ikut turun ke jalan sebagai wujud keprihatinan moral atas munculnya ketamakan kekuasaan dan politik dinasti.
Guru besar dari Universitas Islam Indonesia, Masduki mengatakan, demokrasi Indonesia saat ini sedang bermasalah.

BACA JUGA:
Ikut Aksi Gejayan Memanggil, Guru Besar UII: Lawan Politik Dinasti!

&amp;ldquo;Kami meminta kepada seluruh mahasiswa untuk melawan ketidakadilan dan keberpihakan rezim Jokowi terhadap salah satu capres,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Momen Ribuan Mahasiswa Yogyakarta Blokir Pertigaan Gejayan

Masduki melanjutkan, saat ini ada upaya melanggengkan kekuasaan melalui infiltrasi dan intervensi lembaga pengadilan. &amp;ldquo; Dan lebih-lebih upaya meredam kritik dari akademisi dan mahasiswa,&amp;rdquo; pungkasnya.
Adapun dalam aksi ini mahasiswa menyuarakan 11 tuntutan, diantaranya revisi UU Pemilu dan partai pemilu oleh badan independent hingga dan stop politisi bansos.</content:encoded></item></channel></rss>
