<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Erupsi, Letusannya 1.000 Meter di Atas Puncak</title><description>Gunung Semeru mengalami erupsi pagi ini, Kamis (15/2/2024), pukul 06.28 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/15/519/2970531/gunung-semeru-erupsi-letusannya-1-000-meter-di-atas-puncak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/15/519/2970531/gunung-semeru-erupsi-letusannya-1-000-meter-di-atas-puncak"/><item><title>Gunung Semeru Erupsi, Letusannya 1.000 Meter di Atas Puncak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/15/519/2970531/gunung-semeru-erupsi-letusannya-1-000-meter-di-atas-puncak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/15/519/2970531/gunung-semeru-erupsi-letusannya-1-000-meter-di-atas-puncak</guid><pubDate>Kamis 15 Februari 2024 09:46 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/15/519/2970531/gunung-semeru-erupsi-letusannya-1-000-meter-di-atas-puncak-ztfikgwquO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru erupsi (Foto : MPI/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/15/519/2970531/gunung-semeru-erupsi-letusannya-1-000-meter-di-atas-puncak-ztfikgwquO.jpg</image><title>Gunung Semeru erupsi (Foto : MPI/Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMS8xLzE3Njc1My81L3g4cnlhaDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA, Gunung Semeru mengalami erupsi pagi ini, Kamis (15/2/2024), pukul 06.28 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan 1000 meter di atas puncak.

Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.


BACA JUGA:
Pemilu 2024, MUI : Kita Telah Berusaha Cari Permimpin Terbaik


&amp;ldquo;Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 15 Februari 2024, pukul 06:28 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4676 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sigit Rian Alfian dalam keterangannya.

Sigit mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 101 detik.

Lebih lanjut, Sigit mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).


BACA JUGA:
Erupsi lagi, Gunung Ile Lewotolok Diguncang 145 Kali Gempa Embusan dalam 24 Jam


Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbaunya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMS8xLzE3Njc1My81L3g4cnlhaDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA, Gunung Semeru mengalami erupsi pagi ini, Kamis (15/2/2024), pukul 06.28 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan 1000 meter di atas puncak.

Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.


BACA JUGA:
Pemilu 2024, MUI : Kita Telah Berusaha Cari Permimpin Terbaik


&amp;ldquo;Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 15 Februari 2024, pukul 06:28 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4676 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sigit Rian Alfian dalam keterangannya.

Sigit mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 101 detik.

Lebih lanjut, Sigit mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).


BACA JUGA:
Erupsi lagi, Gunung Ile Lewotolok Diguncang 145 Kali Gempa Embusan dalam 24 Jam


Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
