<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bawaslu Terima Ribuan Laporan Adanya Intimidasi di TPS saat Pemilu 2024</title><description>Bawaslu tak menyebut siapa pelaku intimidasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/16/337/2971184/bawaslu-terima-ribuan-laporan-adanya-intimidasi-di-tps-saat-pemilu-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/16/337/2971184/bawaslu-terima-ribuan-laporan-adanya-intimidasi-di-tps-saat-pemilu-2024"/><item><title>Bawaslu Terima Ribuan Laporan Adanya Intimidasi di TPS saat Pemilu 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/16/337/2971184/bawaslu-terima-ribuan-laporan-adanya-intimidasi-di-tps-saat-pemilu-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/16/337/2971184/bawaslu-terima-ribuan-laporan-adanya-intimidasi-di-tps-saat-pemilu-2024</guid><pubDate>Jum'at 16 Februari 2024 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/16/337/2971184/bawaslu-terima-ribuan-laporan-adanya-intimidasi-di-tps-saat-pemilu-2024-dDUTH7eTBS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/16/337/2971184/bawaslu-terima-ribuan-laporan-adanya-intimidasi-di-tps-saat-pemilu-2024-dDUTH7eTBS.jpg</image><title>Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNS8xLzE3NzMwOC81L3g4c3FkaW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menerima ribuan laporan adanya intimidasi di tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024. Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan dari laporan yang masuk, pelaku intimidasi bukan dari aparat keamanan.

&quot;Sampai saat ini belum ada (laporan aparat mengintimidasi) belum ada informasi itu,&quot; kata Bagja, Jumat (15/2/2024).

Bagja tak menjawab detail siapa-siapa saja sosok pelaku intimidasi. Dia hanya menyebut bahwa intimidasi dilakukan mayoritas kepada penyelenggara Pemilu. Salah satunya adalah adanya laporan mengenai kotam suara DPRD yang dibuang di daerah Maluku.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

13 Permasalahan Pemungutan dan 6 Masalah Penghitungan Suara, Ada Intimidasi di Ribuan TPS

&quot;Ketika ada kesalahan dari teman-teman penyelenggara tolong diingatkan kan ada pengawas TPS di situ. Mereka yang akan mencatat. Tidak usah Tegang-tegangan apalagi harus banting-banting,&quot; jelasnya.

Bagja juga belum merinci soal temuan Bawaslu mengenai adanya mobilisasi pemilih untuk memilih palon tertentu. Menurutnya, permasalahan ini masih diteluri.

&quot;Detailnya(ada mobilisasi) dari daerah mana saja, belum bisa kami sampaikan, tutur dia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Timnas AMIN Temukan 9 Jenis Kecurangan Pilpres 2024, Mark Up Suara hingga Politik Uang

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap terdapat permasalahan yang terjadi selama pemungutan suara Pemilu 2024. Salah satunya yaitu adanya intimidasi terhadap pemilih dan penyelenggara Pemilu dan adanya mobilisasi untuk memilih.

Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty merinci permasalahan terhadap intimidasi baik kepada Pemilih maupun penyelenggara Pemilu didapati di sebanyak 2.271 tempat pemungutan suara (TPS).

&quot;Terdapar 2.271 TPS terjadi intimidasi kepada pemilih dan atau penyelenggara pemilu di TPS,&quot; jelasjnya

Sementara, sebanyak 2.632 TPS juga melaporkan adanya mobilisasi dan atau mengarahkan pilihan pemilih. Mobilisasi ini dilakukan baik oleh tim sukses, peserta pemilu hingga penyelenggara.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNS8xLzE3NzMwOC81L3g4c3FkaW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menerima ribuan laporan adanya intimidasi di tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024. Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan dari laporan yang masuk, pelaku intimidasi bukan dari aparat keamanan.

&quot;Sampai saat ini belum ada (laporan aparat mengintimidasi) belum ada informasi itu,&quot; kata Bagja, Jumat (15/2/2024).

Bagja tak menjawab detail siapa-siapa saja sosok pelaku intimidasi. Dia hanya menyebut bahwa intimidasi dilakukan mayoritas kepada penyelenggara Pemilu. Salah satunya adalah adanya laporan mengenai kotam suara DPRD yang dibuang di daerah Maluku.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

13 Permasalahan Pemungutan dan 6 Masalah Penghitungan Suara, Ada Intimidasi di Ribuan TPS

&quot;Ketika ada kesalahan dari teman-teman penyelenggara tolong diingatkan kan ada pengawas TPS di situ. Mereka yang akan mencatat. Tidak usah Tegang-tegangan apalagi harus banting-banting,&quot; jelasnya.

Bagja juga belum merinci soal temuan Bawaslu mengenai adanya mobilisasi pemilih untuk memilih palon tertentu. Menurutnya, permasalahan ini masih diteluri.

&quot;Detailnya(ada mobilisasi) dari daerah mana saja, belum bisa kami sampaikan, tutur dia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Timnas AMIN Temukan 9 Jenis Kecurangan Pilpres 2024, Mark Up Suara hingga Politik Uang

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap terdapat permasalahan yang terjadi selama pemungutan suara Pemilu 2024. Salah satunya yaitu adanya intimidasi terhadap pemilih dan penyelenggara Pemilu dan adanya mobilisasi untuk memilih.

Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty merinci permasalahan terhadap intimidasi baik kepada Pemilih maupun penyelenggara Pemilu didapati di sebanyak 2.271 tempat pemungutan suara (TPS).

&quot;Terdapar 2.271 TPS terjadi intimidasi kepada pemilih dan atau penyelenggara pemilu di TPS,&quot; jelasjnya

Sementara, sebanyak 2.632 TPS juga melaporkan adanya mobilisasi dan atau mengarahkan pilihan pemilih. Mobilisasi ini dilakukan baik oleh tim sukses, peserta pemilu hingga penyelenggara.
</content:encoded></item></channel></rss>
