<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pantau Pemilu di Luar Negeri, Migrant Care Ungkap Dapat Intimidasi</title><description>Wahyu Susilo mengungkap bahwa pihaknya mendapat intimidasi</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/17/337/2971569/pantau-pemilu-di-luar-negeri-migrant-care-ungkap-dapat-intimidasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/17/337/2971569/pantau-pemilu-di-luar-negeri-migrant-care-ungkap-dapat-intimidasi"/><item><title>Pantau Pemilu di Luar Negeri, Migrant Care Ungkap Dapat Intimidasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/17/337/2971569/pantau-pemilu-di-luar-negeri-migrant-care-ungkap-dapat-intimidasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/17/337/2971569/pantau-pemilu-di-luar-negeri-migrant-care-ungkap-dapat-intimidasi</guid><pubDate>Sabtu 17 Februari 2024 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/17/337/2971569/pantau-pemilu-di-luar-negeri-migrant-care-ungkap-dapat-intimidasi-nZtTWOmKco.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/17/337/2971569/pantau-pemilu-di-luar-negeri-migrant-care-ungkap-dapat-intimidasi-nZtTWOmKco.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo mengungkap bahwa pihaknya mendapat intimidasi hingga tidak diberikannya akses pada saat melakukan pemantauan penghitungan suara di Luar Negeri.



Wahyu mengatakan penolakan hingga intimidasi itu terjadi di Hong Kong dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bakal Lapor Bawaslu, Migrant Care Temukan Pelanggaran Pemilu oleh Kontestan di Hari Pencoblosan


&amp;ldquo;Beberapa kali kami mendapati penolakan ketika kami melakukan pemantauan, ini terjadi di Hong Kong dan Nunukan (Kalimantan Timur). Bahkan di Nunukan tim kami di intimidasi, di interogasi dari sore sampai malam jam 11 malam,&amp;rdquo; kata Wahyu dalam diskusi &amp;lsquo;Jaga Pemilu&amp;rsquo; yang disiarkan melalui Zoom, Sabtu (17/2/2024).



Selain itu, kata Wahyu, pihaknya juga tidak diberikan akses saat proses penghitungan suara. Hal itu, kata dia, sering terjadi di Hong Kong.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Migrant Care Ungkap 70 Ribu WNI di Hong Kong Gagal Nyoblos di TPS


&amp;ldquo;Saat penghitungan suara, di Hong Kong kami dihalang-halangi mendapatkan akses. Sering kali di Hong Kong juga penolakan terhadap saksi tidak masuk akal, harus ada tanda tangan basah dari TPN, TKN Prabowo-Gibran, Timnas AMIN,  padahal surat sering kali dikirim digital,&amp;rdquo; ujarnya.



Oleh karena itu, Wahyu menilai alasan-alasan dari penolakan yang terjadi di Luar Negeri merupakan alasan yang tidak masuk akal bagi pihaknya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo mengungkap bahwa pihaknya mendapat intimidasi hingga tidak diberikannya akses pada saat melakukan pemantauan penghitungan suara di Luar Negeri.



Wahyu mengatakan penolakan hingga intimidasi itu terjadi di Hong Kong dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bakal Lapor Bawaslu, Migrant Care Temukan Pelanggaran Pemilu oleh Kontestan di Hari Pencoblosan


&amp;ldquo;Beberapa kali kami mendapati penolakan ketika kami melakukan pemantauan, ini terjadi di Hong Kong dan Nunukan (Kalimantan Timur). Bahkan di Nunukan tim kami di intimidasi, di interogasi dari sore sampai malam jam 11 malam,&amp;rdquo; kata Wahyu dalam diskusi &amp;lsquo;Jaga Pemilu&amp;rsquo; yang disiarkan melalui Zoom, Sabtu (17/2/2024).



Selain itu, kata Wahyu, pihaknya juga tidak diberikan akses saat proses penghitungan suara. Hal itu, kata dia, sering terjadi di Hong Kong.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Migrant Care Ungkap 70 Ribu WNI di Hong Kong Gagal Nyoblos di TPS


&amp;ldquo;Saat penghitungan suara, di Hong Kong kami dihalang-halangi mendapatkan akses. Sering kali di Hong Kong juga penolakan terhadap saksi tidak masuk akal, harus ada tanda tangan basah dari TPN, TKN Prabowo-Gibran, Timnas AMIN,  padahal surat sering kali dikirim digital,&amp;rdquo; ujarnya.



Oleh karena itu, Wahyu menilai alasan-alasan dari penolakan yang terjadi di Luar Negeri merupakan alasan yang tidak masuk akal bagi pihaknya.</content:encoded></item></channel></rss>
