<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjuangan KPPS di Mabar NTT Unggah Hasil Pemilu ke Sirekap, Panjat Pohon hingga Naik Bukit      </title><description>Hal tersebut terutama dialami petugas KPPS pada pulau-pulau terluar di daerah pariwisata super prioritas itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/17/340/2971514/perjuangan-kpps-di-mabar-ntt-unggah-hasil-pemilu-ke-sirekap-panjat-pohon-hingga-naik-bukit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/17/340/2971514/perjuangan-kpps-di-mabar-ntt-unggah-hasil-pemilu-ke-sirekap-panjat-pohon-hingga-naik-bukit"/><item><title>Perjuangan KPPS di Mabar NTT Unggah Hasil Pemilu ke Sirekap, Panjat Pohon hingga Naik Bukit      </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/17/340/2971514/perjuangan-kpps-di-mabar-ntt-unggah-hasil-pemilu-ke-sirekap-panjat-pohon-hingga-naik-bukit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/17/340/2971514/perjuangan-kpps-di-mabar-ntt-unggah-hasil-pemilu-ke-sirekap-panjat-pohon-hingga-naik-bukit</guid><pubDate>Sabtu 17 Februari 2024 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Ponsius Econg</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/17/340/2971514/perjuangan-kpps-di-mabar-ntt-unggah-hasil-pemilu-ke-sirekap-panjat-pohon-hingga-naik-bukit-rf6XRSGFrC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perjuangan anggota KPPS di NTT mengunggah hasil pemilu ke Sirekap. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/17/340/2971514/perjuangan-kpps-di-mabar-ntt-unggah-hasil-pemilu-ke-sirekap-panjat-pohon-hingga-naik-bukit-rf6XRSGFrC.jpg</image><title>Perjuangan anggota KPPS di NTT mengunggah hasil pemilu ke Sirekap. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>MANGGARAI BARAT - Betapa sulitnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengunggah hasil pemungutan suara Pemilu 2024 ke Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).&amp;nbsp;

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat mengakui, tidak memadainya sinyal internet menjadi salah satu kendala serius bagi petugas KPPS di wilayah itu saat mengunggah foto dokumen model C ke aplikasi Sirekap.

&quot;Ada yang naik meja. Mereka (juga) ke bukit cari titik-titik sinyal yang baik. Mereka ke atas atap, ada yang panjat pohon,&quot; ungkap Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Krispianus Bheda, Jumat (16/2/2024).&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Enam Petugas KPPS di Jabar Meninggal Dunia, Ribuan Lainnya Tumbang karena Sakit&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bheda mengatakan, bahkan ada pula yang harus naik perahu untuk menjangkau tempat di mana ada titik-titik sinyal internet. Hal tersebut terutama dialami petugas KPPS pada pulau-pulau terluar di daerah pariwisata super prioritas itu.&amp;nbsp;

&quot;Di Boleng, ada yang keluar beberapa meter naik perahu motor. Problem sinyal di pulau tidak ada mereka harus keluar sedikit,&quot; lanjutnya.&amp;nbsp;

Tak cuma di Boleng, kendala jaringan internet juga terjadi di sejumlah TPS lain di Manggarai Barat. Ada petugas KPPS, dikatakannya, harus memotret Form Model C terlebih dahulu baru kemudian mencari lokasi yang koneksi internetnya baik.

BACA JUGA:


Usai Bertugas, Anggota KPPS Meninggal Kecelakaan di Klapanunggal Bogor&amp;nbsp;
&quot;Ini terkait sinyal Sirekap Mobile, karena tantangan kami itu di wilayah Pacar, Macang Pacar, Kuwus, Ndoso, Welak itu terkait dengan sinyal. Teman-teman mengalami hal itu. Mereka harus foto secara offline dulu kemudian mereka cari sinyal supaya bisa terkoneksi dengan sendiri,&quot; ujarnya.Dirinya menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan para petugas KPPS di wilayahnya dalam menyelesaikan pengunggahan hasil pemungutan suara Pemilu 2024 ke Sirekap walaupun dihadapkan pada kendala yang menuntut kerja ekstra keras.



&quot;Teratasi semua, kami beri apresiasi ke teman-tetap di tingkat bawah dengan kondisi geografis, hujan, banjir mereka mau berjuang sesuai ketentuan, itu luar biasa,&quot; tutup Bheda.

</description><content:encoded>MANGGARAI BARAT - Betapa sulitnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengunggah hasil pemungutan suara Pemilu 2024 ke Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).&amp;nbsp;

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat mengakui, tidak memadainya sinyal internet menjadi salah satu kendala serius bagi petugas KPPS di wilayah itu saat mengunggah foto dokumen model C ke aplikasi Sirekap.

&quot;Ada yang naik meja. Mereka (juga) ke bukit cari titik-titik sinyal yang baik. Mereka ke atas atap, ada yang panjat pohon,&quot; ungkap Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat, Krispianus Bheda, Jumat (16/2/2024).&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Enam Petugas KPPS di Jabar Meninggal Dunia, Ribuan Lainnya Tumbang karena Sakit&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bheda mengatakan, bahkan ada pula yang harus naik perahu untuk menjangkau tempat di mana ada titik-titik sinyal internet. Hal tersebut terutama dialami petugas KPPS pada pulau-pulau terluar di daerah pariwisata super prioritas itu.&amp;nbsp;

&quot;Di Boleng, ada yang keluar beberapa meter naik perahu motor. Problem sinyal di pulau tidak ada mereka harus keluar sedikit,&quot; lanjutnya.&amp;nbsp;

Tak cuma di Boleng, kendala jaringan internet juga terjadi di sejumlah TPS lain di Manggarai Barat. Ada petugas KPPS, dikatakannya, harus memotret Form Model C terlebih dahulu baru kemudian mencari lokasi yang koneksi internetnya baik.

BACA JUGA:


Usai Bertugas, Anggota KPPS Meninggal Kecelakaan di Klapanunggal Bogor&amp;nbsp;
&quot;Ini terkait sinyal Sirekap Mobile, karena tantangan kami itu di wilayah Pacar, Macang Pacar, Kuwus, Ndoso, Welak itu terkait dengan sinyal. Teman-teman mengalami hal itu. Mereka harus foto secara offline dulu kemudian mereka cari sinyal supaya bisa terkoneksi dengan sendiri,&quot; ujarnya.Dirinya menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan para petugas KPPS di wilayahnya dalam menyelesaikan pengunggahan hasil pemungutan suara Pemilu 2024 ke Sirekap walaupun dihadapkan pada kendala yang menuntut kerja ekstra keras.



&quot;Teratasi semua, kami beri apresiasi ke teman-tetap di tingkat bawah dengan kondisi geografis, hujan, banjir mereka mau berjuang sesuai ketentuan, itu luar biasa,&quot; tutup Bheda.

</content:encoded></item></channel></rss>
