<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Ke-10, Banjir Masih Merendam Permukiman Warga di Demak</title><description>Meski banjir sudah mulai surut, namun genangan air di permukiman masih setinggi pinggul orang dewasa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/17/512/2971571/hari-ke-10-banjir-masih-merendam-permukiman-warga-di-demak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/17/512/2971571/hari-ke-10-banjir-masih-merendam-permukiman-warga-di-demak"/><item><title>Hari Ke-10, Banjir Masih Merendam Permukiman Warga di Demak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/17/512/2971571/hari-ke-10-banjir-masih-merendam-permukiman-warga-di-demak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/17/512/2971571/hari-ke-10-banjir-masih-merendam-permukiman-warga-di-demak</guid><pubDate>Sabtu 17 Februari 2024 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Sukma Wijaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/17/512/2971571/hari-ke-10-banjir-masih-merendam-permukiman-warga-di-demak-RDZVOQ7q19.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Demak (Foto: Sukma Wijaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/17/512/2971571/hari-ke-10-banjir-masih-merendam-permukiman-warga-di-demak-RDZVOQ7q19.jpg</image><title>Banjir di Demak (Foto: Sukma Wijaya)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi8xLzE3NzMzOC81L3g4c3Nqc2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEMAK - Kondisi banjir memasuk hari kesepuluh, pihak Kementerian PUPR terus memperkuat tanggul Sungai Wulan yang semula jebol di wilayah Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa Tengah.

Meski banjir mulai surut, namun sebagian kawasan permukiman masih tergenang. Demi mengurangi debit banjir, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus membuang genangan air ke Sungai Playaran yang dapat digunakan untuk pertanian di daerah lain.

BACA JUGA:
4 Fakta BMKG Sebut 76% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan, Waspada Banjir


Dari pantauan udara, pihak PUPR terus memperkuat tanggul Sungai Wulan. Tampak alat berat bekerja menebalkan dan memadatkan tanggul.

Banjir akibat tanggul Sungai Wulan yang jebol telah merendam ribuan rumah warga dan membuat jalur Pantura Demak Kudus lumpuh.

Meski banjir sudah mulai surut, namun genangan air di permukiman masih setinggi pinggul orang dewasa. Surutnya di permukiman dimanfaatkan warga untuk menengok rumah, dan bersih sebagian barang rumah tangga.

BACA JUGA:
Atasi Banjir Demak, BNPB Modifikasi Cuaca di Langit Semarang-Laut Jawa


Ketua Induk P3A Klambu Kiri BBWS Pemali Juana, Mujiwanto mengatakan, sementara untuk mengurangi debit air dari permukiman, BBWS Pemali Juana terus memasang mesin pompa dan membuangnya di Sungai Playaran yang biasa menjadi saluran irigasi areal pertanian setempat.



Sementara itu, perbaikan tanggul masih terus dilakukan oleh PUPR, apabila terjadi banjir kiriman tanggul tidak jebol lagi. Mengingat curah hujan tinggi diperkirakan sampai akhir Februari 2024.



Upaya membuang debit banjir juga terus dilakukan dan airnya akan digunakan untuk kepentingan pertanian di wilayah Kecamatan Bonang, Demak.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi8xLzE3NzMzOC81L3g4c3Nqc2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEMAK - Kondisi banjir memasuk hari kesepuluh, pihak Kementerian PUPR terus memperkuat tanggul Sungai Wulan yang semula jebol di wilayah Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa Tengah.

Meski banjir mulai surut, namun sebagian kawasan permukiman masih tergenang. Demi mengurangi debit banjir, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus membuang genangan air ke Sungai Playaran yang dapat digunakan untuk pertanian di daerah lain.

BACA JUGA:
4 Fakta BMKG Sebut 76% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan, Waspada Banjir


Dari pantauan udara, pihak PUPR terus memperkuat tanggul Sungai Wulan. Tampak alat berat bekerja menebalkan dan memadatkan tanggul.

Banjir akibat tanggul Sungai Wulan yang jebol telah merendam ribuan rumah warga dan membuat jalur Pantura Demak Kudus lumpuh.

Meski banjir sudah mulai surut, namun genangan air di permukiman masih setinggi pinggul orang dewasa. Surutnya di permukiman dimanfaatkan warga untuk menengok rumah, dan bersih sebagian barang rumah tangga.

BACA JUGA:
Atasi Banjir Demak, BNPB Modifikasi Cuaca di Langit Semarang-Laut Jawa


Ketua Induk P3A Klambu Kiri BBWS Pemali Juana, Mujiwanto mengatakan, sementara untuk mengurangi debit air dari permukiman, BBWS Pemali Juana terus memasang mesin pompa dan membuangnya di Sungai Playaran yang biasa menjadi saluran irigasi areal pertanian setempat.



Sementara itu, perbaikan tanggul masih terus dilakukan oleh PUPR, apabila terjadi banjir kiriman tanggul tidak jebol lagi. Mengingat curah hujan tinggi diperkirakan sampai akhir Februari 2024.



Upaya membuang debit banjir juga terus dilakukan dan airnya akan digunakan untuk kepentingan pertanian di wilayah Kecamatan Bonang, Demak.

</content:encoded></item></channel></rss>
