<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tega! Balita di Surabaya Tewas Dianiaya Kekasih Ibunya   </title><description>Seorang balita tewas dianiaya kekasih ibu kandung korban. Korban meninggal dunia dengan mengalami kekerasan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/17/519/2971414/tega-balita-di-surabaya-tewas-dianiaya-kekasih-ibunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/17/519/2971414/tega-balita-di-surabaya-tewas-dianiaya-kekasih-ibunya"/><item><title> Tega! Balita di Surabaya Tewas Dianiaya Kekasih Ibunya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/17/519/2971414/tega-balita-di-surabaya-tewas-dianiaya-kekasih-ibunya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/17/519/2971414/tega-balita-di-surabaya-tewas-dianiaya-kekasih-ibunya</guid><pubDate>Sabtu 17 Februari 2024 04:01 WIB</pubDate><dc:creator>Sony Hermawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/16/519/2971414/tega-balita-di-surabaya-tewas-dianiaya-kekasih-ibunya-Gt8dCLJtmJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/16/519/2971414/tega-balita-di-surabaya-tewas-dianiaya-kekasih-ibunya-Gt8dCLJtmJ.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok freepik)</title></images><description>

SURABAYA &amp;ndash; Seorang balita tewas dianiaya kekasih ibu kandung korban. Korban meninggal dunia dengan mengalami kekerasan di organ bagian luar dan dalam, di kosannya Jalan Kutisari, Surabaya, Jawa Timur.

Bayi usia 2,5 tahun itu, tewas dibunuh Riski (27) yang tidak lain adalah pacar dari ibu korban, bayi tersebut berkali-kali dianiaya oleh tersangka.

BACA JUGA:
Penemuan Mayat Pria di Flyover Ragunan Gegerkan Warga

Dalam penyidikan polisi, motif tersangka tega menganiaya anak selingkuhannya hingga mengakibatkan korban tewas.

&amp;ldquo;Karena korban sering menangis sehingga membuat tersangka tega membunuhnya,&amp;rdquo; kata Kasatrekrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, Jumat (16/2/2024).

Sementara itu, dokter forensik RSUD Dr Soetomo, Sari mengatakan, korban tewas akibat sejumlah luka di organ dalam.

BACA JUGA:
Geger! Warga Bandung Temukan Mayat saat Bersih-Bersih TPS di Bandung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Bentuk kekerasannya mulai dari leher dicekek, termasuk kepala dibenturkan ke lantai.  Korban meninggal mengalami patah tulang tengkorang bagian belakang, pendarahan pada otak besar-kecil, batang, serta otot dinding perut, serta ada pembekuan darah di jantung,&amp;rdquo; kata Sari.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti di antaranya hasil autopsy, sprei, dan baju korban. Atas perbuatan kejinya, tersangka terancam pasal 338 KUHP dan atau pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara atau seumur hidup.


</description><content:encoded>

SURABAYA &amp;ndash; Seorang balita tewas dianiaya kekasih ibu kandung korban. Korban meninggal dunia dengan mengalami kekerasan di organ bagian luar dan dalam, di kosannya Jalan Kutisari, Surabaya, Jawa Timur.

Bayi usia 2,5 tahun itu, tewas dibunuh Riski (27) yang tidak lain adalah pacar dari ibu korban, bayi tersebut berkali-kali dianiaya oleh tersangka.

BACA JUGA:
Penemuan Mayat Pria di Flyover Ragunan Gegerkan Warga

Dalam penyidikan polisi, motif tersangka tega menganiaya anak selingkuhannya hingga mengakibatkan korban tewas.

&amp;ldquo;Karena korban sering menangis sehingga membuat tersangka tega membunuhnya,&amp;rdquo; kata Kasatrekrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, Jumat (16/2/2024).

Sementara itu, dokter forensik RSUD Dr Soetomo, Sari mengatakan, korban tewas akibat sejumlah luka di organ dalam.

BACA JUGA:
Geger! Warga Bandung Temukan Mayat saat Bersih-Bersih TPS di Bandung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Bentuk kekerasannya mulai dari leher dicekek, termasuk kepala dibenturkan ke lantai.  Korban meninggal mengalami patah tulang tengkorang bagian belakang, pendarahan pada otak besar-kecil, batang, serta otot dinding perut, serta ada pembekuan darah di jantung,&amp;rdquo; kata Sari.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti di antaranya hasil autopsy, sprei, dan baju korban. Atas perbuatan kejinya, tersangka terancam pasal 338 KUHP dan atau pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara atau seumur hidup.


</content:encoded></item></channel></rss>
