<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eep Saefulloh Ajak Masyarakat Laporkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024</title><description>Laporkan bukti kecurangan pada pihak yang berwajib.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/18/337/2971787/eep-saefulloh-ajak-masyarakat-laporkan-bukti-kecurangan-pemilu-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/18/337/2971787/eep-saefulloh-ajak-masyarakat-laporkan-bukti-kecurangan-pemilu-2024"/><item><title>Eep Saefulloh Ajak Masyarakat Laporkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/18/337/2971787/eep-saefulloh-ajak-masyarakat-laporkan-bukti-kecurangan-pemilu-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/18/337/2971787/eep-saefulloh-ajak-masyarakat-laporkan-bukti-kecurangan-pemilu-2024</guid><pubDate>Minggu 18 Februari 2024 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/18/337/2971787/eep-saefulloh-ajak-masyarakat-laporkan-bukti-kecurangan-pemilu-2024-BXSxIlMXrr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laporkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024/Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/18/337/2971787/eep-saefulloh-ajak-masyarakat-laporkan-bukti-kecurangan-pemilu-2024-BXSxIlMXrr.jpg</image><title>Laporkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024/Foto: Antara</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNy8xLzE3NzM3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Pendiri dan CEO PolMark Research Center yang juga sebagai pakar politik, Eep Saefulloh Fatah menjelaskan jika banyak sekali pelanggaran pada Pemilu 2024. Hal tersebut dia ketahui lewat laporan dari masyarakat.
&amp;ldquo;Ketika saya dan teman menggalangkan Gerakan Warga Jaga Suara. Sejumlah laporan masuk melalui aplikasi warga jaga suara tentang potensi pelangaran,&amp;rdquo; kata Eep dalam saluran YouTube Keep Talking, Minggu (18/2/2024).


Real Count KPU 66,61% : Anies-Cak Imin 24,48%, Prabowo-Gibran 57,95%, Ganjar-Mahfud 17,57%

&amp;ldquo;Apa yang terjadi? Ketakutan banyak orang yang kami tangkap. Sangat banyak orang menginginkan namanya dibuat anonim ketika laporan akan dilanjutkan. Sebagian besar pelapor tidak berani memproses laporannya lebih lanjut untuk diurus ke pihak berkaitan,&amp;rdquo; sambungnya.

BACA JUGA:
Suara Prabowo-Gibran di TPS 106 Cengkareng yang Melambung Belum Muncul di Real Count KPU

Hal tersebut mencerminkan ada rasa takut menyebar di tengah banyak orang. Dengan demikian, bukan berarti tidak adanya laporan kecurangan saat proses Pemilu 2024 menandakan pemilu benar-benar bersih, bebas dari kecurangan. Tapi, bisa jadi ada ketakutan untuk melaporkan.
Eep mengajak semua masyarakat agar tidak diam saja ketika melihat kecurangan. Laporkan bukti kecurangan pada pihak yang berwajib.

&amp;ldquo;Menurut hemat saya, ini pelajaran penting. Bukan berarti tidak ada kecurangan kalau orang tidak melapor kecurangan. Maka menurut hemat saya, sekarang kewajiban dikembalikan kepada pihak yang harus bertanggung jawab untuk urusan ini. Tidak ada lagi orang yang bisa kita biarkan cengeng dengan hanya mengatakan banyak curang tanpa kemudian membawa bukti-bukti ke pengadilan,&amp;rdquo; tutur Eep.

&amp;ldquo;Mari kita minta pada tim pemenangan 01, pemenangan 02, pemenangan 03 ketika mereka berbicara tentang kecurangan bawalah bukti itu, hadirkan bukti-bukti itu. Mari kita ajak rakyat bertatung di pengadilan lewat jalur konstitusi yang tersedia. Waktu masih ada, inilah saatnya kita lebih siap dalam pertarungan demokratis,&amp;rdquo; imbuhnya.
Lebih lanjut, Eep menyampaikan, pertarungan demokratis dimenangkan oleh mereka yang melipatgandakan ikhtiar bukan mereka yang cengeng hanya menyebut tentang kecurangan tanpa berikhtiar menghadirkan buktinya.



&amp;ldquo;Tentu sulit, tidak ada yang mudah dalam pertarungan sesengit ini,&amp;rdquo; pungkas Eep.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNy8xLzE3NzM3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Pendiri dan CEO PolMark Research Center yang juga sebagai pakar politik, Eep Saefulloh Fatah menjelaskan jika banyak sekali pelanggaran pada Pemilu 2024. Hal tersebut dia ketahui lewat laporan dari masyarakat.
&amp;ldquo;Ketika saya dan teman menggalangkan Gerakan Warga Jaga Suara. Sejumlah laporan masuk melalui aplikasi warga jaga suara tentang potensi pelangaran,&amp;rdquo; kata Eep dalam saluran YouTube Keep Talking, Minggu (18/2/2024).


Real Count KPU 66,61% : Anies-Cak Imin 24,48%, Prabowo-Gibran 57,95%, Ganjar-Mahfud 17,57%

&amp;ldquo;Apa yang terjadi? Ketakutan banyak orang yang kami tangkap. Sangat banyak orang menginginkan namanya dibuat anonim ketika laporan akan dilanjutkan. Sebagian besar pelapor tidak berani memproses laporannya lebih lanjut untuk diurus ke pihak berkaitan,&amp;rdquo; sambungnya.

BACA JUGA:
Suara Prabowo-Gibran di TPS 106 Cengkareng yang Melambung Belum Muncul di Real Count KPU

Hal tersebut mencerminkan ada rasa takut menyebar di tengah banyak orang. Dengan demikian, bukan berarti tidak adanya laporan kecurangan saat proses Pemilu 2024 menandakan pemilu benar-benar bersih, bebas dari kecurangan. Tapi, bisa jadi ada ketakutan untuk melaporkan.
Eep mengajak semua masyarakat agar tidak diam saja ketika melihat kecurangan. Laporkan bukti kecurangan pada pihak yang berwajib.

&amp;ldquo;Menurut hemat saya, ini pelajaran penting. Bukan berarti tidak ada kecurangan kalau orang tidak melapor kecurangan. Maka menurut hemat saya, sekarang kewajiban dikembalikan kepada pihak yang harus bertanggung jawab untuk urusan ini. Tidak ada lagi orang yang bisa kita biarkan cengeng dengan hanya mengatakan banyak curang tanpa kemudian membawa bukti-bukti ke pengadilan,&amp;rdquo; tutur Eep.

&amp;ldquo;Mari kita minta pada tim pemenangan 01, pemenangan 02, pemenangan 03 ketika mereka berbicara tentang kecurangan bawalah bukti itu, hadirkan bukti-bukti itu. Mari kita ajak rakyat bertatung di pengadilan lewat jalur konstitusi yang tersedia. Waktu masih ada, inilah saatnya kita lebih siap dalam pertarungan demokratis,&amp;rdquo; imbuhnya.
Lebih lanjut, Eep menyampaikan, pertarungan demokratis dimenangkan oleh mereka yang melipatgandakan ikhtiar bukan mereka yang cengeng hanya menyebut tentang kecurangan tanpa berikhtiar menghadirkan buktinya.



&amp;ldquo;Tentu sulit, tidak ada yang mudah dalam pertarungan sesengit ini,&amp;rdquo; pungkas Eep.

</content:encoded></item></channel></rss>
