<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Diduga Kelelahan, Anggota KPPS di Bandung Barat Meninggal Dunia</title><description>Kondisi kesehatan Mumuh mengalami penururnan pada Minggu pagi sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/18/525/2971968/diduga-kelelahan-anggota-kpps-di-bandung-barat-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/18/525/2971968/diduga-kelelahan-anggota-kpps-di-bandung-barat-meninggal-dunia"/><item><title>   Diduga Kelelahan, Anggota KPPS di Bandung Barat Meninggal Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/18/525/2971968/diduga-kelelahan-anggota-kpps-di-bandung-barat-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/18/525/2971968/diduga-kelelahan-anggota-kpps-di-bandung-barat-meninggal-dunia</guid><pubDate>Minggu 18 Februari 2024 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Bangkit Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/18/525/2971968/diduga-kelelahan-anggota-kpps-di-bandung-barat-meninggal-dunia-rD5apA2Phd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah duka aggota KPPS yang meninggal dunia di Bandung Barat</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/18/525/2971968/diduga-kelelahan-anggota-kpps-di-bandung-barat-meninggal-dunia-rD5apA2Phd.jpg</image><title>Rumah duka aggota KPPS yang meninggal dunia di Bandung Barat</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xOC8xLzE3NzM4Ny81L3g4c3dpOGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG BARAT - Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat tutup usia pada hari ini, Minggu (18/2/2024) sekitar pukul 14.30 WIB.
Anggota KPPS yang meninggal dunia itu diketahui bernama Mumuh Muchroni (58), warga Kampung Babalan Cianjur, RT 04/RW 10, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, KBB. Ia bertugas di TPS 04, Desa Gadobangkong.
&quot;Kami baru saja melayat dari rumah duka Pak Mumuh Muchroni, anggota KPPS TPS 04, Desa Gadobangkong yang hari ini meninggal dunia. Kami dapat informasi beliau meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB,&quot;ungkap Camat Ngamprah, Agnes Virganty saat ditemui di rumah duka.

BACA JUGA:
Guru Besar Unpad: Moral Seakan Dipinggirkan pada Pemilu 2024

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi kesehatan Mumuh mengalami penururnan pada Minggu pagi sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Agnes mengatakan, faktor kelelahan akibat bertugas sebagai KPPS menjadi salah satunya.

BACA JUGA:
KPU Depok Mulai Rekapitulasi Suara Pemilu 2024 Tingkat Kecamatan

&quot;Memang kemarin yang bersangkutan ini mengawal pesta demokrasi. Dari pihak keluarga tadi bilang almarhum mengeluh pusing pagi hari, kemudian dibawa ke rumah sakit. Kemungkinan ya kelelahan , faktor bertugas kemarin sebagai KPPS,&quot; beber Agnes.Mendiang Mumuh bakal dimakamkan pada Senin (19/2/2024). Saat ini pihak keluarga masih menunggu kedatangan anak almarhum yang bekerja di luar kota.

&quot;Tadi pelayat terus berdatangan untuk takziyah, Insyaallah husnul khatimah. Informasinya besok pagi dimakamkan, karena masih menunggu anggota keluarganya yang lain. Intinya kami turut berbelasungkawa,&quot; kata Agnes.

Di Kecamatan Ngamprah sendiri, kata Agnes, ada beberapa petugas penyelenggara pemilu yang jatuh sakit akibat kelelahan usai menjalankan tugasnya sejak sebelum dan setelah pencoblosan.

&quot;Di Ngamprah memang ada beberapa KPPS, Panwascam, PPK yang sakit, apalagi kan masih bertugas menghitung suara tapi kebanyakan sudah sembuh. Sekarang logistik sudah digeser ke tingkat PPK,&quot; pungkas Agnes.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xOC8xLzE3NzM4Ny81L3g4c3dpOGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG BARAT - Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat tutup usia pada hari ini, Minggu (18/2/2024) sekitar pukul 14.30 WIB.
Anggota KPPS yang meninggal dunia itu diketahui bernama Mumuh Muchroni (58), warga Kampung Babalan Cianjur, RT 04/RW 10, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, KBB. Ia bertugas di TPS 04, Desa Gadobangkong.
&quot;Kami baru saja melayat dari rumah duka Pak Mumuh Muchroni, anggota KPPS TPS 04, Desa Gadobangkong yang hari ini meninggal dunia. Kami dapat informasi beliau meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB,&quot;ungkap Camat Ngamprah, Agnes Virganty saat ditemui di rumah duka.

BACA JUGA:
Guru Besar Unpad: Moral Seakan Dipinggirkan pada Pemilu 2024

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi kesehatan Mumuh mengalami penururnan pada Minggu pagi sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Agnes mengatakan, faktor kelelahan akibat bertugas sebagai KPPS menjadi salah satunya.

BACA JUGA:
KPU Depok Mulai Rekapitulasi Suara Pemilu 2024 Tingkat Kecamatan

&quot;Memang kemarin yang bersangkutan ini mengawal pesta demokrasi. Dari pihak keluarga tadi bilang almarhum mengeluh pusing pagi hari, kemudian dibawa ke rumah sakit. Kemungkinan ya kelelahan , faktor bertugas kemarin sebagai KPPS,&quot; beber Agnes.Mendiang Mumuh bakal dimakamkan pada Senin (19/2/2024). Saat ini pihak keluarga masih menunggu kedatangan anak almarhum yang bekerja di luar kota.

&quot;Tadi pelayat terus berdatangan untuk takziyah, Insyaallah husnul khatimah. Informasinya besok pagi dimakamkan, karena masih menunggu anggota keluarganya yang lain. Intinya kami turut berbelasungkawa,&quot; kata Agnes.

Di Kecamatan Ngamprah sendiri, kata Agnes, ada beberapa petugas penyelenggara pemilu yang jatuh sakit akibat kelelahan usai menjalankan tugasnya sejak sebelum dan setelah pencoblosan.

&quot;Di Ngamprah memang ada beberapa KPPS, Panwascam, PPK yang sakit, apalagi kan masih bertugas menghitung suara tapi kebanyakan sudah sembuh. Sekarang logistik sudah digeser ke tingkat PPK,&quot; pungkas Agnes.</content:encoded></item></channel></rss>
