<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hakim Jatuhkan Denda Rp750 Miliar ke Pejabat dan Perusahaan Konstruksi Atas Lubang Besar yang Mematikan</title><description>Tujuh orang tewas dalam kecelakaan pada 2007, ketika sebuah lubang besar tiba-tiba terbuka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/19/18/2972161/hakim-jatuhkan-denda-rp750-miliar-ke-pejabat-dan-perusahaan-konstruksi-atas-lubang-besar-yang-mematikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/19/18/2972161/hakim-jatuhkan-denda-rp750-miliar-ke-pejabat-dan-perusahaan-konstruksi-atas-lubang-besar-yang-mematikan"/><item><title>Hakim Jatuhkan Denda Rp750 Miliar ke Pejabat dan Perusahaan Konstruksi Atas Lubang Besar yang Mematikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/19/18/2972161/hakim-jatuhkan-denda-rp750-miliar-ke-pejabat-dan-perusahaan-konstruksi-atas-lubang-besar-yang-mematikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/19/18/2972161/hakim-jatuhkan-denda-rp750-miliar-ke-pejabat-dan-perusahaan-konstruksi-atas-lubang-besar-yang-mematikan</guid><pubDate>Senin 19 Februari 2024 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/19/18/2972161/hakim-jatuhkan-denda-rp750-miliar-ke-pejabat-dan-perusahaan-konstruksi-atas-lubang-besar-yang-mematikan-RYj2l8a8oh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hakim Brasil jatuhkan denda Rp750 miliar ke pejabat dan perusahaan konstruksi atas lubang besar mematikan (Foto: AAP) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/19/18/2972161/hakim-jatuhkan-denda-rp750-miliar-ke-pejabat-dan-perusahaan-konstruksi-atas-lubang-besar-yang-mematikan-RYj2l8a8oh.jpg</image><title>Hakim Brasil jatuhkan denda Rp750 miliar ke pejabat dan perusahaan konstruksi atas lubang besar mematikan (Foto: AAP) </title></images><description>BRASIL &amp;ndash; Seorang hakim di Brasil telah mendenda pejabat dan perusahaan konstruksi sebesar USD48,3 juta (Rp750 miliar) atas runtuhnya sebuah lokasi bangunan di kota S&amp;atilde;o Paulo.

Tujuh orang tewas dalam kecelakaan pada 2007, ketika sebuah lubang besar tiba-tiba terbuka, menelan pejalan kaki dan kendaraan. Para pekerja diketahui sedang menggali terowongan untuk memperluas sistem metro di lingkungan Pinheiros ketika tanah runtuh.


BACA JUGA:
Kolonel Angkatan Darat Brasil Ditangkap Terkait Tuduhan Kudeta Usai Kembali dari AS

Hakim mengatakan keruntuhan itu disebabkan oleh tindakan yang lalai dan berbahaya.
Seperti dilansir surat kabar Brasil O Globo, Hakim Marcos de Lima Porta mengatakan mereka yang bertanggung jawab atas proyek konstruksi mengabaikan peringatan dari para ahli, yang mengatakan bahwa struktur pendukung yang &quot;mendesak&quot; diperlukan di terowongan, dan terus melanjutkan pekerjaan untuk mengulur waktu.

BACA JUGA:
Rumah Digerebek, Putra Mantan Presiden Brasil Diselidiki Atas Tuduhan Mata-Mata

Mantan presiden Metr&amp;ocirc; di S&amp;atilde;o Paulo, seorang insinyur, dan seorang inspektur konstruksi termasuk di antara enam orang dan enam perusahaan yang diperintahkan untuk membayar kompensasi. Salah satu pekerja meninggal pada 2018, namun hakim memutuskan bahwa ahli warisnya harus membayar denda.

Lubang seluas 2.200 meter persegi (23.680 kaki persegi) itu telah mengubur sebuah minibus, menghancurkan tujuh rumah dan menyebabkan sekitar 200 orang mengungsi.
Gambar udara dari lokasi tersebut, yang berada di kawasan sibuk di S&amp;atilde;o Paulo, menunjukkan betapa besarnya kawah tersebut dengan truk-truk yang berjatuhan satu sama lain.



Jaksa yang menangani kasus ini mengatakan bencana tersebut telah menyebabkan trauma yang luar biasa hebat terhadap penduduk S&amp;atilde;o Paulo, kota tersibuk di Brasil.



Mereka yang terbukti bersalah diperkirakan akan mengajukan banding.

</description><content:encoded>BRASIL &amp;ndash; Seorang hakim di Brasil telah mendenda pejabat dan perusahaan konstruksi sebesar USD48,3 juta (Rp750 miliar) atas runtuhnya sebuah lokasi bangunan di kota S&amp;atilde;o Paulo.

Tujuh orang tewas dalam kecelakaan pada 2007, ketika sebuah lubang besar tiba-tiba terbuka, menelan pejalan kaki dan kendaraan. Para pekerja diketahui sedang menggali terowongan untuk memperluas sistem metro di lingkungan Pinheiros ketika tanah runtuh.


BACA JUGA:
Kolonel Angkatan Darat Brasil Ditangkap Terkait Tuduhan Kudeta Usai Kembali dari AS

Hakim mengatakan keruntuhan itu disebabkan oleh tindakan yang lalai dan berbahaya.
Seperti dilansir surat kabar Brasil O Globo, Hakim Marcos de Lima Porta mengatakan mereka yang bertanggung jawab atas proyek konstruksi mengabaikan peringatan dari para ahli, yang mengatakan bahwa struktur pendukung yang &quot;mendesak&quot; diperlukan di terowongan, dan terus melanjutkan pekerjaan untuk mengulur waktu.

BACA JUGA:
Rumah Digerebek, Putra Mantan Presiden Brasil Diselidiki Atas Tuduhan Mata-Mata

Mantan presiden Metr&amp;ocirc; di S&amp;atilde;o Paulo, seorang insinyur, dan seorang inspektur konstruksi termasuk di antara enam orang dan enam perusahaan yang diperintahkan untuk membayar kompensasi. Salah satu pekerja meninggal pada 2018, namun hakim memutuskan bahwa ahli warisnya harus membayar denda.

Lubang seluas 2.200 meter persegi (23.680 kaki persegi) itu telah mengubur sebuah minibus, menghancurkan tujuh rumah dan menyebabkan sekitar 200 orang mengungsi.
Gambar udara dari lokasi tersebut, yang berada di kawasan sibuk di S&amp;atilde;o Paulo, menunjukkan betapa besarnya kawah tersebut dengan truk-truk yang berjatuhan satu sama lain.



Jaksa yang menangani kasus ini mengatakan bencana tersebut telah menyebabkan trauma yang luar biasa hebat terhadap penduduk S&amp;atilde;o Paulo, kota tersibuk di Brasil.



Mereka yang terbukti bersalah diperkirakan akan mengajukan banding.

</content:encoded></item></channel></rss>
