<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>130 WNI Ditangkap di Malaysia, KBRI Kuala Lumpur Akan Segera Beri Bantuan Kekonsuleran</title><description>KBRI menegaskan akan memberikan bantuan kekonsuleran kepada WNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/19/18/2972184/130-wni-ditangkap-di-malaysia-kbri-kuala-lumpur-akan-segera-beri-bantuan-kekonsuleran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/19/18/2972184/130-wni-ditangkap-di-malaysia-kbri-kuala-lumpur-akan-segera-beri-bantuan-kekonsuleran"/><item><title>130 WNI Ditangkap di Malaysia, KBRI Kuala Lumpur Akan Segera Beri Bantuan Kekonsuleran</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/19/18/2972184/130-wni-ditangkap-di-malaysia-kbri-kuala-lumpur-akan-segera-beri-bantuan-kekonsuleran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/19/18/2972184/130-wni-ditangkap-di-malaysia-kbri-kuala-lumpur-akan-segera-beri-bantuan-kekonsuleran</guid><pubDate>Senin 19 Februari 2024 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/19/18/2972184/130-wni-ditangkap-di-malaysia-kbri-kuala-lumpur-akan-segera-beri-bantuan-kekonsuleran-VDv2wk0NDm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KBRI Kuala Lumpur akan berikan bantuan konsuler terkait penangkapan 130 WNI di Malaysia (Foto: Ilustrasi/ Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/19/18/2972184/130-wni-ditangkap-di-malaysia-kbri-kuala-lumpur-akan-segera-beri-bantuan-kekonsuleran-VDv2wk0NDm.jpg</image><title>KBRI Kuala Lumpur akan berikan bantuan konsuler terkait penangkapan 130 WNI di Malaysia (Foto: Ilustrasi/ Freepik)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia mengaku belum menerima notifikasi kekonsuleran mengenai penangkapan 130 warga negara Indonesia (WNI).
130 WNI ini diketahui ditangkap oleh Imigrasi Malaysia dalam operasi gabungan penyerbuan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di Shah Alam, pada Minggu (18/2/2024) pagi.

BACA JUGA:
Kemlu RI Pastikan WNI Aman dan Selamat Paska Penembakan Parade Super Bowl AS

Menurut siaran pers Kemlu RI, juru bicara (jubir) Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan berdasarkan informasi dari laman medsos Imigrasi Malaysia, 130 WNI yang ditangkap itu terdiri atas 76 laki-laki, 41 perempuan, dan 13 anak-anak, termasuk bayi yang baru berusia sembilan bulan.

BACA JUGA:
Suhu Minus 10 Derajat Tak Kurangi Antusiasme WNI Finlandia dan Estonia ke TPS&amp;nbsp; &amp;nbsp;

KBRI menegaskan akan memberikan bantuan kekonsuleran, termasuk upaya percepatan pemulangan bagi para WNI  yang termasuk dalam kelompok rentan segera setelah menerima notifikasi kekonsuleran.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia mengaku belum menerima notifikasi kekonsuleran mengenai penangkapan 130 warga negara Indonesia (WNI).
130 WNI ini diketahui ditangkap oleh Imigrasi Malaysia dalam operasi gabungan penyerbuan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di Shah Alam, pada Minggu (18/2/2024) pagi.

BACA JUGA:
Kemlu RI Pastikan WNI Aman dan Selamat Paska Penembakan Parade Super Bowl AS

Menurut siaran pers Kemlu RI, juru bicara (jubir) Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan berdasarkan informasi dari laman medsos Imigrasi Malaysia, 130 WNI yang ditangkap itu terdiri atas 76 laki-laki, 41 perempuan, dan 13 anak-anak, termasuk bayi yang baru berusia sembilan bulan.

BACA JUGA:
Suhu Minus 10 Derajat Tak Kurangi Antusiasme WNI Finlandia dan Estonia ke TPS&amp;nbsp; &amp;nbsp;

KBRI menegaskan akan memberikan bantuan kekonsuleran, termasuk upaya percepatan pemulangan bagi para WNI  yang termasuk dalam kelompok rentan segera setelah menerima notifikasi kekonsuleran.
</content:encoded></item></channel></rss>
