<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Pelabuhan El Arish Mesir, yang Menjadi Titik Transit KRI Radjiman ke Gaza</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/20/18/2972877/profil-pelabuhan-el-arish-mesir-yang-menjadi-titik-transit-kri-radjiman-ke-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/20/18/2972877/profil-pelabuhan-el-arish-mesir-yang-menjadi-titik-transit-kri-radjiman-ke-gaza"/><item><title>Profil Pelabuhan El Arish Mesir, yang Menjadi Titik Transit KRI Radjiman ke Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/20/18/2972877/profil-pelabuhan-el-arish-mesir-yang-menjadi-titik-transit-kri-radjiman-ke-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/20/18/2972877/profil-pelabuhan-el-arish-mesir-yang-menjadi-titik-transit-kri-radjiman-ke-gaza</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ludwina Andhara Herawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/18/2972877/profil-pelabuhan-el-arish-mesir-yang-menjadi-titik-transit-kri-radjiman-ke-gaza-V0fFbiE8yz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Profil pelabuhan El Arish Mesir, yang menjadi titik transit KRI Radjiman ke Mesir (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/18/2972877/profil-pelabuhan-el-arish-mesir-yang-menjadi-titik-transit-kri-radjiman-ke-gaza-V0fFbiE8yz.jpg</image><title>Profil pelabuhan El Arish Mesir, yang menjadi titik transit KRI Radjiman ke Mesir (Foto: AFP)</title></images><description>
MESIR - Kapal Bantu RS KRI dr. Radjiman telah menyelesaikan misi kemanusiaannya di Mesir pada Jumat (16/02). Diketahui pada Sabtu (17/02), kapal bantu itu kembali ke Indonesia.

Dalam siaran resmi di Jakarta pada Jumat (16/2/2024), Dinas Penerangan TNI AL mengatakan, bahwa prajurit TNI AL yang tergabung dalam misi kemanusiaan di Gaza, telah selesai menurunkan semua bantuan dengan berat 242 ton di Pelabuhan El Arish.

Bantuan-bantuan yang diturunkan di El Arish, diturunkan secara bertahap, kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori. Setelah itu dikemas kembali dan diangkut oleh truk Bulan Sabit Merah Mesir ke perbatasan Rafah.


BACA JUGA:
Kapan KRI dr Radjiman Berangkat ke Jalur Gaza? KSAL: Kita Siap, Tinggal Tunggu Perintah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

El Arish menjadi pusat pengumpulan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Salah satunya Indonesia. Namun apa yang perlu diketahui tentang El Arish?


BACA JUGA:
TNI AL Kerahkan Kapal Perang Distribusikan Logistik Pemilu ke Daerah Terpencil

Pelabuhan El Arish adalah satu-satunya pelabuhan Mediterania di bagian utarai Sinai, 150km dari East Port-Said.

Melansir Kadmar.com, hingga 1982, pelabuhan ini hanya sebagai pelabuhan bagi kapal penangkap ikan yang tidak memiliki fasilitas memadai.

Sejak tahun 1987, pembangunan dilakukan untuk melindungi pelabuhan ke arah laut. Pembangunan pelabuhan menyesuaikan dengan berbagai kegiatan.

Kegiatan tersebut di antaranya penangkapan ikan, lalu lintas dan transit kargo, ekspor hasil panen, dan berbagai olahraga maritim.

Berdasarkan Ship Next, Pelabuhan El Arish dikembangkan pada 1996 dan menjadi pelabuhan komersial. Saat ini pelabuhan tersebut menangani kargo umum dan curah, termasuk pasir putih, batu bara, dan garam.
Saluran akses El Arish sepanjang 270 m dan lebar 100 m. Kedalaman air diperkirakan antara 9 m hingga 11 m.



El Arish memiliki ragam fasilitas. di antaranya terminal curah kering, tempat berlabuh kapal dinas, fasilitas tambatan untuk kapal penangkap ikan, dan terminal kargo umum.



Mengutip Sczone.eg, pelabuhan ini memiliki luas kira-kira 40 hektar. Masing-masing 168.000 m persegi dan 56.000 m persegi untuk penyimpanan terbuka komoditas curah kering.



Selain itu, pelabuhan ini memiliki 2 gudang dengan ukuran gabungan 1.500 m persegi untuk menyimpan barang-barang yang sensistif terhadap cuaca dan matahari.



Diketahui Pelabuhan El Arish memiliki terminal curah kering, yang terdiri dari 2 tempat berlabuh. Salah satunya digunakan setengah kapasitas, berfungsi untuk bongkar-muat komoditas kargo umum.



Sedangkan terminal kargo umum terdiri dari satu tempat berlabuh. 50 persen tempat tersebut digunakan untuk bongkar-muat komoditas curah kering.</description><content:encoded>
MESIR - Kapal Bantu RS KRI dr. Radjiman telah menyelesaikan misi kemanusiaannya di Mesir pada Jumat (16/02). Diketahui pada Sabtu (17/02), kapal bantu itu kembali ke Indonesia.

Dalam siaran resmi di Jakarta pada Jumat (16/2/2024), Dinas Penerangan TNI AL mengatakan, bahwa prajurit TNI AL yang tergabung dalam misi kemanusiaan di Gaza, telah selesai menurunkan semua bantuan dengan berat 242 ton di Pelabuhan El Arish.

Bantuan-bantuan yang diturunkan di El Arish, diturunkan secara bertahap, kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori. Setelah itu dikemas kembali dan diangkut oleh truk Bulan Sabit Merah Mesir ke perbatasan Rafah.


BACA JUGA:
Kapan KRI dr Radjiman Berangkat ke Jalur Gaza? KSAL: Kita Siap, Tinggal Tunggu Perintah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

El Arish menjadi pusat pengumpulan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Salah satunya Indonesia. Namun apa yang perlu diketahui tentang El Arish?


BACA JUGA:
TNI AL Kerahkan Kapal Perang Distribusikan Logistik Pemilu ke Daerah Terpencil

Pelabuhan El Arish adalah satu-satunya pelabuhan Mediterania di bagian utarai Sinai, 150km dari East Port-Said.

Melansir Kadmar.com, hingga 1982, pelabuhan ini hanya sebagai pelabuhan bagi kapal penangkap ikan yang tidak memiliki fasilitas memadai.

Sejak tahun 1987, pembangunan dilakukan untuk melindungi pelabuhan ke arah laut. Pembangunan pelabuhan menyesuaikan dengan berbagai kegiatan.

Kegiatan tersebut di antaranya penangkapan ikan, lalu lintas dan transit kargo, ekspor hasil panen, dan berbagai olahraga maritim.

Berdasarkan Ship Next, Pelabuhan El Arish dikembangkan pada 1996 dan menjadi pelabuhan komersial. Saat ini pelabuhan tersebut menangani kargo umum dan curah, termasuk pasir putih, batu bara, dan garam.
Saluran akses El Arish sepanjang 270 m dan lebar 100 m. Kedalaman air diperkirakan antara 9 m hingga 11 m.



El Arish memiliki ragam fasilitas. di antaranya terminal curah kering, tempat berlabuh kapal dinas, fasilitas tambatan untuk kapal penangkap ikan, dan terminal kargo umum.



Mengutip Sczone.eg, pelabuhan ini memiliki luas kira-kira 40 hektar. Masing-masing 168.000 m persegi dan 56.000 m persegi untuk penyimpanan terbuka komoditas curah kering.



Selain itu, pelabuhan ini memiliki 2 gudang dengan ukuran gabungan 1.500 m persegi untuk menyimpan barang-barang yang sensistif terhadap cuaca dan matahari.



Diketahui Pelabuhan El Arish memiliki terminal curah kering, yang terdiri dari 2 tempat berlabuh. Salah satunya digunakan setengah kapasitas, berfungsi untuk bongkar-muat komoditas kargo umum.



Sedangkan terminal kargo umum terdiri dari satu tempat berlabuh. 50 persen tempat tersebut digunakan untuk bongkar-muat komoditas curah kering.</content:encoded></item></channel></rss>
