<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertanyakan Aplikasi Sirekap, Mahfud: Harus Diaudit, Kok Bisa Amburadul Gitu?</title><description>Menurutnya, masyarakat umum juga banyak yang mengkritisi aplikasi itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/20/337/2972943/pertanyakan-aplikasi-sirekap-mahfud-harus-diaudit-kok-bisa-amburadul-gitu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/20/337/2972943/pertanyakan-aplikasi-sirekap-mahfud-harus-diaudit-kok-bisa-amburadul-gitu"/><item><title>Pertanyakan Aplikasi Sirekap, Mahfud: Harus Diaudit, Kok Bisa Amburadul Gitu?</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/20/337/2972943/pertanyakan-aplikasi-sirekap-mahfud-harus-diaudit-kok-bisa-amburadul-gitu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/20/337/2972943/pertanyakan-aplikasi-sirekap-mahfud-harus-diaudit-kok-bisa-amburadul-gitu</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 17:52 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/337/2972943/pertanyakan-aplikasi-sirekap-mahfud-harus-diaudit-kok-bisa-amburadul-gitu-wgoc4wlkeq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD (Foto: Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/337/2972943/pertanyakan-aplikasi-sirekap-mahfud-harus-diaudit-kok-bisa-amburadul-gitu-wgoc4wlkeq.jpg</image><title>Mahfud MD (Foto: Dok MPI)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNy8xLzE3NzM3MC81L3g4c3YwMHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengatakan aplikasi bantu rekapitulasi suara milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sirekap tak hanya dikritisi oleh Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. Menurutnya, masyarakat umum juga banyak yang mengkritisi aplikasi itu.
&quot;Bukan hanya TPN ya (yang mengkritisi Sirekap), masyarakat pada umumnya di seluruh Indonesia itu mempersoalkan Sirekap,&quot; kata Mahfud di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
 Mahfud Setuju Sirekap Diaudit, Tapi Pakai Lembaga Independen&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mahfud mengaku heran dengan bagaimana aplikasi Sirekap berjalan. Ia lantas menyebut dirinya setuju dorongan banyak pihak  yang meminta Sirekap diaudit.
&quot;Jadi itu supaya diaudit, benar itu, bagaimana kok bisa terjadi amburadul begitu? Berbagai karena kesalahan secara teknologis itu kan ditemukan ada kalo ketahuan salah di sini, pindah ke daerah lain itu kan ada juga. Ada kesalahan input dan sebagainya. Nah, itu sebabnya menimbulkan kecurigaan,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
 Kontroversi Data Sirekap, Roy Suryo: Kredibilitas KPU Dipertanyakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Meski mendorong melakukan audit forensik digital, Mahfud menyarankan agar KPU tidak melibatkan lembaga pemerintah. Menurutnya, lembaga independenlah yang cocok untuk melakukan audit ini.
&quot;Menurut saya, bukan lembaga yang berwenang yang mengaudit. Karena ini soal politik dan kepercayaan publik, harus lembaga independen, para ahli IT dari berbagai perguruan tinggi, itu diaudit,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNy8xLzE3NzM3MC81L3g4c3YwMHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengatakan aplikasi bantu rekapitulasi suara milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sirekap tak hanya dikritisi oleh Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. Menurutnya, masyarakat umum juga banyak yang mengkritisi aplikasi itu.
&quot;Bukan hanya TPN ya (yang mengkritisi Sirekap), masyarakat pada umumnya di seluruh Indonesia itu mempersoalkan Sirekap,&quot; kata Mahfud di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
 Mahfud Setuju Sirekap Diaudit, Tapi Pakai Lembaga Independen&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mahfud mengaku heran dengan bagaimana aplikasi Sirekap berjalan. Ia lantas menyebut dirinya setuju dorongan banyak pihak  yang meminta Sirekap diaudit.
&quot;Jadi itu supaya diaudit, benar itu, bagaimana kok bisa terjadi amburadul begitu? Berbagai karena kesalahan secara teknologis itu kan ditemukan ada kalo ketahuan salah di sini, pindah ke daerah lain itu kan ada juga. Ada kesalahan input dan sebagainya. Nah, itu sebabnya menimbulkan kecurigaan,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
 Kontroversi Data Sirekap, Roy Suryo: Kredibilitas KPU Dipertanyakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Meski mendorong melakukan audit forensik digital, Mahfud menyarankan agar KPU tidak melibatkan lembaga pemerintah. Menurutnya, lembaga independenlah yang cocok untuk melakukan audit ini.
&quot;Menurut saya, bukan lembaga yang berwenang yang mengaudit. Karena ini soal politik dan kepercayaan publik, harus lembaga independen, para ahli IT dari berbagai perguruan tinggi, itu diaudit,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
