<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti IPB Ungkap Cara Efektif Kurangi Merokok</title><description>Hal tersebut diperkuat oleh data National Cancer Institute Amerika Serikat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/20/337/2973014/peneliti-ipb-ungkap-cara-efektif-kurangi-merokok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/20/337/2973014/peneliti-ipb-ungkap-cara-efektif-kurangi-merokok"/><item><title>Peneliti IPB Ungkap Cara Efektif Kurangi Merokok</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/20/337/2973014/peneliti-ipb-ungkap-cara-efektif-kurangi-merokok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/20/337/2973014/peneliti-ipb-ungkap-cara-efektif-kurangi-merokok</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Shafira Aprilia Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/337/2973014/peneliti-ipb-ungkap-cara-efektif-kurangi-merokok-t7P1g94CnA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Berhenti Merokok/ Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/337/2973014/peneliti-ipb-ungkap-cara-efektif-kurangi-merokok-t7P1g94CnA.jpg</image><title>Ilustrasi Berhenti Merokok/ Shutterstock</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC8xLzE3NzQ0Ny81L3g4c3p2dm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Peneliti Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Khotib mengungkapkan cara efektif untuk mengurangi rokok. Salah satunya dengan tembakau alternatif yang dapat menjadi berhenti dari kebiasaan merokok.
Menurut dia, pemanfaatan tembakau alternatif membuat potensi risiko kesehatan dapat berkurang dibandingkan dengan lanjut merokok.
&amp;ldquo;Menghalangi orang untuk tidak merokok akan berat sekali, sehingga salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko. Hal ini bisa digunakan untuk mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan,&amp;rdquo; ujar Khotib  di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
Soal Aturan Tembakau, Kemenkumham Minta RPP Kesehatan Tidak Bersifat Melarang

Dia mengatakan, tembakau alternatif berupa rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin juga sering dicap sama berbahayanya dengan rokok lantaran mengandung nikotin. Padahal, produk alternatif tersebut punya profil risiko lebih rendah ketimbang rokok.

BACA JUGA:
Dinilai Merugikan, Petani dan Pekerja Tembakau Tolak RPP Kesehatan

Akademisi Kesehatan Masyarakat di Universitas Auckland, Selandia Baru, Marewa Glover mengungkapkan informasi yang keliru terhadap nikotin menjadi penghalang utama bagi perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif yang memiliki risiko lebih rendah ketimbang rokok.
&amp;ldquo;Pemahaman keliru tentang nikotin telah membuat sebagian perokok dewasa enggan menggunakan tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin,&amp;rdquo; kata Marewa.
Organisasi penelitian kanker independen dari Inggris, Cancer Research UK, menyebutkan bahwa nikotin bukan pemicu utama atas penyakit yang berkaitan dengan merokok serta bukan penyebab utama kanker, tetapi TAR.

Hal tersebut diperkuat oleh data National Cancer Institute Amerika Serikat yang mengungkapkan bahwa TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik pemicu kanker.

Dari sekitar 7.000-an bahan kimia yang ada di dalam asap rokok, sebanyak 2.000-an di antaranya terdapat pada TAR. Maka, zat kimia berbahaya yang menyebabkan penyakit berbahaya terkait kebiasaan merokok adalah TAR akibat pembakaran, bukan nikotin.

&amp;ldquo;Perokok dewasa perlu diberikan edukasi dalam penerapan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko (daripada rokok) untuk beralih dari kebiasaannya. Dengan demikian, hal ini dapat mempercepat penurunan penyakit yang berhubungan dengan merokok,&amp;rdquo; tutup Marewa.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC8xLzE3NzQ0Ny81L3g4c3p2dm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Peneliti Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Khotib mengungkapkan cara efektif untuk mengurangi rokok. Salah satunya dengan tembakau alternatif yang dapat menjadi berhenti dari kebiasaan merokok.
Menurut dia, pemanfaatan tembakau alternatif membuat potensi risiko kesehatan dapat berkurang dibandingkan dengan lanjut merokok.
&amp;ldquo;Menghalangi orang untuk tidak merokok akan berat sekali, sehingga salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko. Hal ini bisa digunakan untuk mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan,&amp;rdquo; ujar Khotib  di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
Soal Aturan Tembakau, Kemenkumham Minta RPP Kesehatan Tidak Bersifat Melarang

Dia mengatakan, tembakau alternatif berupa rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin juga sering dicap sama berbahayanya dengan rokok lantaran mengandung nikotin. Padahal, produk alternatif tersebut punya profil risiko lebih rendah ketimbang rokok.

BACA JUGA:
Dinilai Merugikan, Petani dan Pekerja Tembakau Tolak RPP Kesehatan

Akademisi Kesehatan Masyarakat di Universitas Auckland, Selandia Baru, Marewa Glover mengungkapkan informasi yang keliru terhadap nikotin menjadi penghalang utama bagi perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif yang memiliki risiko lebih rendah ketimbang rokok.
&amp;ldquo;Pemahaman keliru tentang nikotin telah membuat sebagian perokok dewasa enggan menggunakan tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin,&amp;rdquo; kata Marewa.
Organisasi penelitian kanker independen dari Inggris, Cancer Research UK, menyebutkan bahwa nikotin bukan pemicu utama atas penyakit yang berkaitan dengan merokok serta bukan penyebab utama kanker, tetapi TAR.

Hal tersebut diperkuat oleh data National Cancer Institute Amerika Serikat yang mengungkapkan bahwa TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik pemicu kanker.

Dari sekitar 7.000-an bahan kimia yang ada di dalam asap rokok, sebanyak 2.000-an di antaranya terdapat pada TAR. Maka, zat kimia berbahaya yang menyebabkan penyakit berbahaya terkait kebiasaan merokok adalah TAR akibat pembakaran, bukan nikotin.

&amp;ldquo;Perokok dewasa perlu diberikan edukasi dalam penerapan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko (daripada rokok) untuk beralih dari kebiasaannya. Dengan demikian, hal ini dapat mempercepat penurunan penyakit yang berhubungan dengan merokok,&amp;rdquo; tutup Marewa.</content:encoded></item></channel></rss>
