<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Kelelahan, Anggota KPPS Tanggamus Lampung Meninggal Dunia   </title><description>Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Provinsi Lampung meninggal dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/20/340/2972824/diduga-kelelahan-anggota-kpps-tanggamus-lampung-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/20/340/2972824/diduga-kelelahan-anggota-kpps-tanggamus-lampung-meninggal-dunia"/><item><title>Diduga Kelelahan, Anggota KPPS Tanggamus Lampung Meninggal Dunia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/20/340/2972824/diduga-kelelahan-anggota-kpps-tanggamus-lampung-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/20/340/2972824/diduga-kelelahan-anggota-kpps-tanggamus-lampung-meninggal-dunia</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/340/2972824/diduga-kelelahan-anggota-kpps-tanggamus-lampung-meninggal-dunia-X68J998qY4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota KPPS meninggal dunia. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/340/2972824/diduga-kelelahan-anggota-kpps-tanggamus-lampung-meninggal-dunia-X68J998qY4.jpg</image><title>Anggota KPPS meninggal dunia. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC8xLzE3NzQ0Mi81L3g4c3pzNm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LAMPUNG - Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Provinsi Lampung meninggal dunia, Senin (19/2/2024) kemarin.&amp;nbsp;

Anggota KPPS bernama Nizar Efendi itu bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.&amp;nbsp;

Saat dikonfirmasi, Komisioner KPU Provinsi Lampung Bidang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat Antoniyus Cahyalana membenarkan adanya anggota KPPS yang meninggal dunia.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Rumahnya Dibom OTK, Ketua KPPS di Pamekasan Tegaskan Tak Punya Musuh

&quot;Iya, saya baru dapet informasi memang beliau meninggal dunia, tapi beliau sudah selesai bertugas. Beliau meninggal kemarin, sementara Pemilu pada 14 selesai pada 15 Februari 2024,&quot; ujar Antoniyus, Selasa (20/2).&amp;nbsp;

Namun demikian, Anton mengaku belum dapat memastikan penyebab kematian anggota KPPS tersebut.&amp;nbsp;

&quot;Kami belum dapat memastikan beliau sakit atau seperti apa, karena kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut,&quot; kata dia.&amp;nbsp;

BACA JUGA:


Petugas KPPS Pemilu 2024 yang Meninggal Dipastikan Dapat Santunan, Segini Besarannya&amp;nbsp;
Antoniyus menambahkan, KPU Kabupaten Tanggamus dan PPK telah ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.&amp;nbsp;

&quot;Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,&quot; ungkapnya.

Sementara anggota Komisioner KPU Tanggamus Amhani mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum meninggal almarhum mengalami sakit perut diduga akibat kelelahan.&amp;nbsp;

Amhani menjelaskan, sebelum meninggal dunia pekerjaan yang dilakukan oleh korban sama seperti anggota KPPS lainnya yakni mulai dari pendirian TPS hingga selesai penghitungan suara di TPS.&amp;nbsp;

&quot;Diperkirakan mereka sudah dua hari dua malam bahkan masuk malam ketiga itu memang diporsir tenaganya,&quot; kata dia.&amp;nbsp;

Amhani mengungkapkan, menurut keterangan dari anggota PPS yang ada di lapangan, usai melakukan penghitungan suara, korban lalu membantu rekan lainnya untuk melakukan pembongkaran TPS.&amp;nbsp;

Pada saat melakukan pembongkaran TPS tersebut, lanjutnya, korban merasa sakit di bagian perut. Korban kemudian langsung dilarikan ke klinik oleh anggota PPK dan PPS setempat.&amp;nbsp;
&quot;Pada saat dilarikan ke klinik korban sudah dalam kondisi yang lemas. Sehingga, korban tersebut tidak sempat menerima penanganan medis dan meninggal dunia,&quot; jelasnya.



Dikatakan Amhani, menurut regulasi dari KPU RI, seluruh anggota badan adhoc tersebut sudah diantisipasi terkait santunan dan lainnya.



&quot;Untuk santunan masih dalam tanggung jawab dari sekretariat (KPU Tanggamus). Jadi nanti mereka mendata, memproses, melaporkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi Lampung,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC8xLzE3NzQ0Mi81L3g4c3pzNm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LAMPUNG - Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Provinsi Lampung meninggal dunia, Senin (19/2/2024) kemarin.&amp;nbsp;

Anggota KPPS bernama Nizar Efendi itu bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.&amp;nbsp;

Saat dikonfirmasi, Komisioner KPU Provinsi Lampung Bidang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat Antoniyus Cahyalana membenarkan adanya anggota KPPS yang meninggal dunia.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Rumahnya Dibom OTK, Ketua KPPS di Pamekasan Tegaskan Tak Punya Musuh

&quot;Iya, saya baru dapet informasi memang beliau meninggal dunia, tapi beliau sudah selesai bertugas. Beliau meninggal kemarin, sementara Pemilu pada 14 selesai pada 15 Februari 2024,&quot; ujar Antoniyus, Selasa (20/2).&amp;nbsp;

Namun demikian, Anton mengaku belum dapat memastikan penyebab kematian anggota KPPS tersebut.&amp;nbsp;

&quot;Kami belum dapat memastikan beliau sakit atau seperti apa, karena kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut,&quot; kata dia.&amp;nbsp;

BACA JUGA:


Petugas KPPS Pemilu 2024 yang Meninggal Dipastikan Dapat Santunan, Segini Besarannya&amp;nbsp;
Antoniyus menambahkan, KPU Kabupaten Tanggamus dan PPK telah ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.&amp;nbsp;

&quot;Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,&quot; ungkapnya.

Sementara anggota Komisioner KPU Tanggamus Amhani mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum meninggal almarhum mengalami sakit perut diduga akibat kelelahan.&amp;nbsp;

Amhani menjelaskan, sebelum meninggal dunia pekerjaan yang dilakukan oleh korban sama seperti anggota KPPS lainnya yakni mulai dari pendirian TPS hingga selesai penghitungan suara di TPS.&amp;nbsp;

&quot;Diperkirakan mereka sudah dua hari dua malam bahkan masuk malam ketiga itu memang diporsir tenaganya,&quot; kata dia.&amp;nbsp;

Amhani mengungkapkan, menurut keterangan dari anggota PPS yang ada di lapangan, usai melakukan penghitungan suara, korban lalu membantu rekan lainnya untuk melakukan pembongkaran TPS.&amp;nbsp;

Pada saat melakukan pembongkaran TPS tersebut, lanjutnya, korban merasa sakit di bagian perut. Korban kemudian langsung dilarikan ke klinik oleh anggota PPK dan PPS setempat.&amp;nbsp;
&quot;Pada saat dilarikan ke klinik korban sudah dalam kondisi yang lemas. Sehingga, korban tersebut tidak sempat menerima penanganan medis dan meninggal dunia,&quot; jelasnya.



Dikatakan Amhani, menurut regulasi dari KPU RI, seluruh anggota badan adhoc tersebut sudah diantisipasi terkait santunan dan lainnya.



&quot;Untuk santunan masih dalam tanggung jawab dari sekretariat (KPU Tanggamus). Jadi nanti mereka mendata, memproses, melaporkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi Lampung,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
