<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Budaya Indonesia yang Pernah Diklaim Milik Malaysia</title><description>Hubungan masyarakat Indonesia dengan negara tetangga seringkali bergejolak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/21/18/2973492/5-budaya-indonesia-yang-pernah-diklaim-milik-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/21/18/2973492/5-budaya-indonesia-yang-pernah-diklaim-milik-malaysia"/><item><title>5 Budaya Indonesia yang Pernah Diklaim Milik Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/21/18/2973492/5-budaya-indonesia-yang-pernah-diklaim-milik-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/21/18/2973492/5-budaya-indonesia-yang-pernah-diklaim-milik-malaysia</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2024 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Regina Sekar Arum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/21/18/2973492/5-budaya-indonesia-yang-pernah-diklaim-milik-malaysia-94j5P4sMmx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">5 budaya Indonesia yang pernah diklaim Malaysia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/21/18/2973492/5-budaya-indonesia-yang-pernah-diklaim-milik-malaysia-94j5P4sMmx.jpg</image><title>5 budaya Indonesia yang pernah diklaim Malaysia (Foto: Reuters)</title></images><description>
JAKARTA - Konflik budaya kerap memanaskan hubungan Indonesia dengan negara tetangga, Malaysia. Masyarakat Indonesia langsung bereaksi keras, ketika negara tetangga menuntut unsur budaya Indonesia.

Tahun demi tahun, pernyataan tentang budaya Indonesia ini seakan tidak pernah pudar. Kasus terbanyak terjadi di Malaysia. Hubungan masyarakat Indonesia dengan negara tetangga seringkali bergejolak.


BACA JUGA:
130 WNI Ditangkap di Malaysia, KBRI Kuala Lumpur Akan Segera Beri Bantuan Kekonsuleran

Budaya Indonesia apa yang pernah diklaim milik Malaysia? Berikut 5 budaya Indonesia yang pernah diklaim milik Malaysia menurut berbagai sumber:


BACA JUGA:
Pilot Veteran: Insiden Malaysia Airlines MH370 Disengaja, 239 Penumpang Hilang Kesadaran Saat Pesawat Menghilang

1. Lagu Rasa Sayange

Malaysia juga mengklaim lagu daerah Rasa Sayange adalah bagian dari budaya mereka. Lagu Rasa Sayange merupakan ciptaan Paulus Peal yang berasal dari Maluku dan lagu ini direkam pada tahun 1958 di Lokananta, Solo. Lagu ini pernah digunakan dalam iklan pariwisata di Malaysia.

Kemudian muncul kesadaran bahwa lagu Rasa Sayange adalah bagian dari budaya Malaysia. Meski demikian, Menteri Kebudayaan, Seni, dan Warisan Malaysia Rais Yatim mengecilkan ketegangan antara kedua negara bertetangga tersebut. Rais Yatim resmi mengakui lagu tersebut milik Indonesia.

2. Angklung

Masyarakat Indonesia pasti tahu kalau Angklung merupakan salah satu alat musik khas Sunda. Namun masyarakat Malaysia pernah mengklaim bahwa alat musik ini adalah warisan budaya mereka. Setelah melalui diskusi panjang antara Indonesia dan Malaysia, Angklung akhirnya didaftarkan sebagai Budaya Manusia Lisan dan Nonbendawi UNESCO pada bulan November 2010.
3. Wayang Kulit



Masyarakat Malaysia pernah menganggap wayang kulit sebagai bagian dari budaya mereka. Pasalnya, sebagian masyarakat Indonesia yang tinggal di sana sering membuat pemberitaan tentang wayang kulit. Masyarakat Indonesia patut bersyukur karena UNESCO mengakui Wayang Kulit sebagai warisan budaya Indonesia pada tanggal 27 November 2003.



4. Batik



Malaysia pernah mengklaim bahwa batik sudah menjadi bagian dari budaya mereka sejak lama. Karena tidak terima, pemerintah Indonesia melayangkan protes ke pemerintah Malaysia. Tidak mau melewatkan kesempatan kedua, Indonesia mendaftarkan batik ke UNESCO pada 3 September 2008. Setahun kemudian, tepatnya 2 Oktober 2009, UNESCO memasukkan batik sebagai warisan budaya Indonesia.



5. Tari Reog Ponorogo



Malaysia pun mendeklarasikan Reog Ponorogo sebagai warisan budayanya pada tahun 2007. Seperti yang diketahui, Ponorogo merupakan salah satu nama daerah di Indonesia yang terletak tepat di provinsi Jawa Timur. Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Mahamad Zain de Dato kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta karya seni dari Indonesia. Reog Ponorogo tiba di Malaysia oleh para pendatang.</description><content:encoded>
JAKARTA - Konflik budaya kerap memanaskan hubungan Indonesia dengan negara tetangga, Malaysia. Masyarakat Indonesia langsung bereaksi keras, ketika negara tetangga menuntut unsur budaya Indonesia.

Tahun demi tahun, pernyataan tentang budaya Indonesia ini seakan tidak pernah pudar. Kasus terbanyak terjadi di Malaysia. Hubungan masyarakat Indonesia dengan negara tetangga seringkali bergejolak.


BACA JUGA:
130 WNI Ditangkap di Malaysia, KBRI Kuala Lumpur Akan Segera Beri Bantuan Kekonsuleran

Budaya Indonesia apa yang pernah diklaim milik Malaysia? Berikut 5 budaya Indonesia yang pernah diklaim milik Malaysia menurut berbagai sumber:


BACA JUGA:
Pilot Veteran: Insiden Malaysia Airlines MH370 Disengaja, 239 Penumpang Hilang Kesadaran Saat Pesawat Menghilang

1. Lagu Rasa Sayange

Malaysia juga mengklaim lagu daerah Rasa Sayange adalah bagian dari budaya mereka. Lagu Rasa Sayange merupakan ciptaan Paulus Peal yang berasal dari Maluku dan lagu ini direkam pada tahun 1958 di Lokananta, Solo. Lagu ini pernah digunakan dalam iklan pariwisata di Malaysia.

Kemudian muncul kesadaran bahwa lagu Rasa Sayange adalah bagian dari budaya Malaysia. Meski demikian, Menteri Kebudayaan, Seni, dan Warisan Malaysia Rais Yatim mengecilkan ketegangan antara kedua negara bertetangga tersebut. Rais Yatim resmi mengakui lagu tersebut milik Indonesia.

2. Angklung

Masyarakat Indonesia pasti tahu kalau Angklung merupakan salah satu alat musik khas Sunda. Namun masyarakat Malaysia pernah mengklaim bahwa alat musik ini adalah warisan budaya mereka. Setelah melalui diskusi panjang antara Indonesia dan Malaysia, Angklung akhirnya didaftarkan sebagai Budaya Manusia Lisan dan Nonbendawi UNESCO pada bulan November 2010.
3. Wayang Kulit



Masyarakat Malaysia pernah menganggap wayang kulit sebagai bagian dari budaya mereka. Pasalnya, sebagian masyarakat Indonesia yang tinggal di sana sering membuat pemberitaan tentang wayang kulit. Masyarakat Indonesia patut bersyukur karena UNESCO mengakui Wayang Kulit sebagai warisan budaya Indonesia pada tanggal 27 November 2003.



4. Batik



Malaysia pernah mengklaim bahwa batik sudah menjadi bagian dari budaya mereka sejak lama. Karena tidak terima, pemerintah Indonesia melayangkan protes ke pemerintah Malaysia. Tidak mau melewatkan kesempatan kedua, Indonesia mendaftarkan batik ke UNESCO pada 3 September 2008. Setahun kemudian, tepatnya 2 Oktober 2009, UNESCO memasukkan batik sebagai warisan budaya Indonesia.



5. Tari Reog Ponorogo



Malaysia pun mendeklarasikan Reog Ponorogo sebagai warisan budayanya pada tahun 2007. Seperti yang diketahui, Ponorogo merupakan salah satu nama daerah di Indonesia yang terletak tepat di provinsi Jawa Timur. Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Mahamad Zain de Dato kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta karya seni dari Indonesia. Reog Ponorogo tiba di Malaysia oleh para pendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
