<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Meninggal Akibat Gas Elpiji Meledak di Bandung Bertambah Jadi 2 Orang   </title><description>Sebelumnya Ijam (9) meninggal pada Kamis 15 Februari 2024 sekitar pukul 15.30 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/21/525/2973566/korban-meninggal-akibat-gas-elpiji-meledak-di-bandung-bertambah-jadi-2-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/21/525/2973566/korban-meninggal-akibat-gas-elpiji-meledak-di-bandung-bertambah-jadi-2-orang"/><item><title>Korban Meninggal Akibat Gas Elpiji Meledak di Bandung Bertambah Jadi 2 Orang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/21/525/2973566/korban-meninggal-akibat-gas-elpiji-meledak-di-bandung-bertambah-jadi-2-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/21/525/2973566/korban-meninggal-akibat-gas-elpiji-meledak-di-bandung-bertambah-jadi-2-orang</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2024 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/21/525/2973566/korban-meninggal-akibat-gas-elpiji-meledak-di-bandung-bertambah-jadi-2-orang-ipbvgI1PLi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/21/525/2973566/korban-meninggal-akibat-gas-elpiji-meledak-di-bandung-bertambah-jadi-2-orang-ipbvgI1PLi.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC8xLzE3NzQ0Mi81L3g4c3pzNm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Jumlah korban meninggal akibat ledakan tabung elpiji 3 kilogram (kg) di Jalan Cintaasih, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, bertambah jadi dua orang. Kedua korban yakni Ayu Kusima Lestari (30) meninggal pada Selasa 20 Februari 2024 setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sebelumnya Ijam (9) meninggal pada Kamis 15 Februari 2024 sekitar pukul 15.30 WIB.

&quot;(Korban) Ayu Kusuma Lestari, meninggal dunia di RSHS pukul 23.00 WIB tadi malam,&quot; kata Kapolsek Batununggal Iptu Sonny Rinaldi, Rabu (21/2/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lagi, Ledakan Gas Elpiji Bocor di Malang Akibatkan Satu Orang Luka Bakar&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;

Iptu Sonny Rinaldy menyatakan, hubungan antara almarhumah Ayu dan Ijam adalah bibi dan keponakan. &quot;Almarhumah ibu Ayu istri dari Rizki, dan almarhum Ijam keponakan ibu Ayu,&quot; ujar Iptu Sonny Rinaldy.

Diketahui, elpiji 3 kg meledak di Cintaasih, Cibangkong pada Rabu (14/2/2024) malam. Ledakan elpiji itu tak hanya membakar rumah tapi juga 7 korban, yakni, Rizki (30), Ayu (30), Ijam (9), Raihan (8), Altaf (9), Alika (7) dan Nathan (7).

Para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Namun sehari setelah dirawat, korban&amp;nbsp; Ijam meninggal. Sepekan kemudian, korban Ayu juga meninggal.

Kapolsek Batununggal menuturkan, ledakan elpiji kg itu berawal saat korban Ayu tengah menyiapkan makan malam dan kopi untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tengah sibuk melakukan penghitungan suara tepat di depan halaman rumah.&amp;nbsp;

BACA JUGA:


Enam Orang Kritis Akibat Ledakan Tabung Gas Elpiji di Dekat Universitas Brawijaya&amp;nbsp;
Korban tak sadar dengan bau gas yang bocor tersebut. Akibatnya fatal, elpiji meledak menyambar satu keluarga yang malam itu tengah berada di dalam rumah. Bahkan api merambat dan membakar rumah tersebut.&amp;nbsp;

Akibat kebakaran itu, penghitungan&amp;nbsp; Tempat Pemungutan Suara (TPS) tak jauh dari rumah tersebut harus ditunda sementara. Petugas hingga warga bergotong-royong melakukan evakuasi para korban dan kotak suara.&amp;nbsp;&quot;Akhirnya panik. Saat itu hujan. Rumah korban kebakaran. Kami amankan kotak suara dan orangnya. &quot; tutur Kapolsek.



Meski tak TPS yang terbakar, namun penghitungan suara di beberapa TPS harus ditunda hingga Kamis (15/2/2024), yakni, TPS , 10, 51, 52, 53, 54. RW 13, Kelurahan Cibangkong. &quot;Tinggal (penghitungan) DPR provinsi dan kota, ditunda besok (kamis 15 Februari 2024) jam 09.00  WIB,&quot; ucap Iptu Sonny Rinaldy.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC8xLzE3NzQ0Mi81L3g4c3pzNm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Jumlah korban meninggal akibat ledakan tabung elpiji 3 kilogram (kg) di Jalan Cintaasih, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, bertambah jadi dua orang. Kedua korban yakni Ayu Kusima Lestari (30) meninggal pada Selasa 20 Februari 2024 setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sebelumnya Ijam (9) meninggal pada Kamis 15 Februari 2024 sekitar pukul 15.30 WIB.

&quot;(Korban) Ayu Kusuma Lestari, meninggal dunia di RSHS pukul 23.00 WIB tadi malam,&quot; kata Kapolsek Batununggal Iptu Sonny Rinaldi, Rabu (21/2/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lagi, Ledakan Gas Elpiji Bocor di Malang Akibatkan Satu Orang Luka Bakar&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;

Iptu Sonny Rinaldy menyatakan, hubungan antara almarhumah Ayu dan Ijam adalah bibi dan keponakan. &quot;Almarhumah ibu Ayu istri dari Rizki, dan almarhum Ijam keponakan ibu Ayu,&quot; ujar Iptu Sonny Rinaldy.

Diketahui, elpiji 3 kg meledak di Cintaasih, Cibangkong pada Rabu (14/2/2024) malam. Ledakan elpiji itu tak hanya membakar rumah tapi juga 7 korban, yakni, Rizki (30), Ayu (30), Ijam (9), Raihan (8), Altaf (9), Alika (7) dan Nathan (7).

Para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Namun sehari setelah dirawat, korban&amp;nbsp; Ijam meninggal. Sepekan kemudian, korban Ayu juga meninggal.

Kapolsek Batununggal menuturkan, ledakan elpiji kg itu berawal saat korban Ayu tengah menyiapkan makan malam dan kopi untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tengah sibuk melakukan penghitungan suara tepat di depan halaman rumah.&amp;nbsp;

BACA JUGA:


Enam Orang Kritis Akibat Ledakan Tabung Gas Elpiji di Dekat Universitas Brawijaya&amp;nbsp;
Korban tak sadar dengan bau gas yang bocor tersebut. Akibatnya fatal, elpiji meledak menyambar satu keluarga yang malam itu tengah berada di dalam rumah. Bahkan api merambat dan membakar rumah tersebut.&amp;nbsp;

Akibat kebakaran itu, penghitungan&amp;nbsp; Tempat Pemungutan Suara (TPS) tak jauh dari rumah tersebut harus ditunda sementara. Petugas hingga warga bergotong-royong melakukan evakuasi para korban dan kotak suara.&amp;nbsp;&quot;Akhirnya panik. Saat itu hujan. Rumah korban kebakaran. Kami amankan kotak suara dan orangnya. &quot; tutur Kapolsek.



Meski tak TPS yang terbakar, namun penghitungan suara di beberapa TPS harus ditunda hingga Kamis (15/2/2024), yakni, TPS , 10, 51, 52, 53, 54. RW 13, Kelurahan Cibangkong. &quot;Tinggal (penghitungan) DPR provinsi dan kota, ditunda besok (kamis 15 Februari 2024) jam 09.00  WIB,&quot; ucap Iptu Sonny Rinaldy.

</content:encoded></item></channel></rss>
