<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kritik Demokrasi Indonesia seperti Kereta Tak Berjalan</title><description>&amp;ldquo;Itu artinya enggak jalan dong, Gus?&amp;rdquo; tanya reporter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/22/337/2973563/humor-gus-dur-kritik-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/22/337/2973563/humor-gus-dur-kritik-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan"/><item><title>Humor Gus Dur: Kritik Demokrasi Indonesia seperti Kereta Tak Berjalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/22/337/2973563/humor-gus-dur-kritik-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/22/337/2973563/humor-gus-dur-kritik-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan</guid><pubDate>Kamis 22 Februari 2024 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/21/337/2973563/humor-gus-dur-kritik-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan-h75XVSwJsF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/21/337/2973563/humor-gus-dur-kritik-demokrasi-indonesia-seperti-kereta-tak-berjalan-h75XVSwJsF.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMy8xNy8xLzkyMzE5LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kerap bersuara dan melancarkan kritik di era Orde Baru lewat humornya itu.
Gus Dur dikenal sebagai tokoh dengan gaya humornya yang membuat siapa saja yang mendengarnya bisa terpingkal-pingkal.
Salah satu momennya, dilansir dari nu.or.id, ketika dia diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta untuk membincang kualitas demokrasi di era Orde Baru, setahun sebelum reformasi 1998.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Perbedaan Orang Kecil dan Tokoh Politik saat Bertamu

&amp;ldquo;Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang?&amp;rdquo; tanya sang reporter.
&amp;ldquo;Kita sampai di Bekasi gitulah,&amp;rdquo; kata Gus Dur enteng.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Menteri Pertahanan atau Menteri Pertanahan?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa akan marah lantaran pernyataan Gus Dur tersebut.
Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang. &amp;ldquo;Itu artinya enggak jalan dong, Gus?&amp;rdquo; tanya reporter.
&amp;ldquo;Iya, situ sudah tahu gitu, kok masih nanya,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMy8xNy8xLzkyMzE5LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kerap bersuara dan melancarkan kritik di era Orde Baru lewat humornya itu.
Gus Dur dikenal sebagai tokoh dengan gaya humornya yang membuat siapa saja yang mendengarnya bisa terpingkal-pingkal.
Salah satu momennya, dilansir dari nu.or.id, ketika dia diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta untuk membincang kualitas demokrasi di era Orde Baru, setahun sebelum reformasi 1998.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Perbedaan Orang Kecil dan Tokoh Politik saat Bertamu

&amp;ldquo;Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang?&amp;rdquo; tanya sang reporter.
&amp;ldquo;Kita sampai di Bekasi gitulah,&amp;rdquo; kata Gus Dur enteng.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Menteri Pertahanan atau Menteri Pertanahan?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa akan marah lantaran pernyataan Gus Dur tersebut.
Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang. &amp;ldquo;Itu artinya enggak jalan dong, Gus?&amp;rdquo; tanya reporter.
&amp;ldquo;Iya, situ sudah tahu gitu, kok masih nanya,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter.

</content:encoded></item></channel></rss>
