<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berbeda dengan BRIN, BMKG Sebut Bencana di Rancaekek Bandung Puting Beliung Bukan Tornado</title><description>Penegasan ini berbeda dari klaim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebutkan angin kencang itu termasuk topan Tornado.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/22/337/2973810/berbeda-dengan-brin-bmkg-sebut-bencana-di-rancaekek-bandung-puting-beliung-bukan-tornado</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/22/337/2973810/berbeda-dengan-brin-bmkg-sebut-bencana-di-rancaekek-bandung-puting-beliung-bukan-tornado"/><item><title>Berbeda dengan BRIN, BMKG Sebut Bencana di Rancaekek Bandung Puting Beliung Bukan Tornado</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/22/337/2973810/berbeda-dengan-brin-bmkg-sebut-bencana-di-rancaekek-bandung-puting-beliung-bukan-tornado</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/22/337/2973810/berbeda-dengan-brin-bmkg-sebut-bencana-di-rancaekek-bandung-puting-beliung-bukan-tornado</guid><pubDate>Kamis 22 Februari 2024 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/22/337/2973810/berbeda-dengan-brin-bmkg-sebut-bencana-di-rancaekek-bandung-puting-beliung-bukan-tornado-zgMymwLCYS.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/22/337/2973810/berbeda-dengan-brin-bmkg-sebut-bencana-di-rancaekek-bandung-puting-beliung-bukan-tornado-zgMymwLCYS.JPG</image><title></title></images><description>BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menegaskan peristiwa bencana yang melanda Kabupaten Bandung dan Sumedang, Rabu (21/2/2024) sore, merupakan puting beliung.

Penegasan ini berbeda dari klaim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebutkan angin kencang itu termasuk topan Tornado.

BMKG mendasarkan pernyataan bahwa bencana itu puting beliung bukan Tornado karena kecepatan angin berputar dan dampak kerusakan yang ditimbulkan tidak seperti Tornado.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, angin puting beliung merupakan peristiwa fenomena alam di mana angin berputar tersebut dengan  kecepatan 36,8 kilometer per jam atau kurang 70 kilometer per jam. Sedangkan topan Tornado seperti yang kerap terjadi di Amerika Serika lebih dari 70 kilometer per jam.


BACA JUGA:
Badai Tornado Terjang Jabar, Ratusan Rumah Rusak Parah dan Ribuan Jiwa Terdampak


&quot;Kejadian kemarin sore, kecepatan ngin tercatat di AAWS Jatinangor 36,8 kilometer per jam,&quot; kata Kepala BMKG Bandung dalam keterangan resmi, Kamis (22/2/2024).

Teguh Rahayu menyatakan, puting beliung merupakan small Tornado. Indonesia sering menyebut small Tornado dengan nama puting beliung.

&quot;Kalau tornado pasti dampaknya lebih dari 10 kilometer. Sedangkan kemarin luas area terdampak 3 sampai 5 kilometer,&quot; ujar Teguh Rahayu.

Selain itu, puting beliung di Rancaekek terjadi karena pertumbuhan awan cumulonimbus. Puting beliung merupakan dampak ikutan.
Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan angin puting beliung berukuran besar muncul di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung dan sebagian Kabupaten Sumedang, Rabu (21/2/2024). Angin puting beliung memporakporandakan sejumlah bangunan, pohon dan kendaraan.



Seperti dilihat pada video yang beredar, angin puting beliung menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Termasuk merobohkan pohon dan menimpa sebuah mobil.



Beberapa sepeda motor pun ikut terjatuh akibat terkena dampak dari angin puting beliung. Informasi yang dihimpun, akses jalan kendaraan di Jalan Raya Bandung-Garut mengalami kepadatan.

</description><content:encoded>BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menegaskan peristiwa bencana yang melanda Kabupaten Bandung dan Sumedang, Rabu (21/2/2024) sore, merupakan puting beliung.

Penegasan ini berbeda dari klaim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebutkan angin kencang itu termasuk topan Tornado.

BMKG mendasarkan pernyataan bahwa bencana itu puting beliung bukan Tornado karena kecepatan angin berputar dan dampak kerusakan yang ditimbulkan tidak seperti Tornado.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, angin puting beliung merupakan peristiwa fenomena alam di mana angin berputar tersebut dengan  kecepatan 36,8 kilometer per jam atau kurang 70 kilometer per jam. Sedangkan topan Tornado seperti yang kerap terjadi di Amerika Serika lebih dari 70 kilometer per jam.


BACA JUGA:
Badai Tornado Terjang Jabar, Ratusan Rumah Rusak Parah dan Ribuan Jiwa Terdampak


&quot;Kejadian kemarin sore, kecepatan ngin tercatat di AAWS Jatinangor 36,8 kilometer per jam,&quot; kata Kepala BMKG Bandung dalam keterangan resmi, Kamis (22/2/2024).

Teguh Rahayu menyatakan, puting beliung merupakan small Tornado. Indonesia sering menyebut small Tornado dengan nama puting beliung.

&quot;Kalau tornado pasti dampaknya lebih dari 10 kilometer. Sedangkan kemarin luas area terdampak 3 sampai 5 kilometer,&quot; ujar Teguh Rahayu.

Selain itu, puting beliung di Rancaekek terjadi karena pertumbuhan awan cumulonimbus. Puting beliung merupakan dampak ikutan.
Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan angin puting beliung berukuran besar muncul di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung dan sebagian Kabupaten Sumedang, Rabu (21/2/2024). Angin puting beliung memporakporandakan sejumlah bangunan, pohon dan kendaraan.



Seperti dilihat pada video yang beredar, angin puting beliung menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Termasuk merobohkan pohon dan menimpa sebuah mobil.



Beberapa sepeda motor pun ikut terjatuh akibat terkena dampak dari angin puting beliung. Informasi yang dihimpun, akses jalan kendaraan di Jalan Raya Bandung-Garut mengalami kepadatan.

</content:encoded></item></channel></rss>
