<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eep Saefulloh Ajak Warga Desak DPR Bentuk Pansus Usut Kecurangan Pilpres 2024</title><description>Warga diajakan menyuaran lewat media sosial agar DPR mau membuat Pansus Pilpres 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/23/337/2974337/eep-saefulloh-ajak-warga-desak-dpr-bentuk-pansus-usut-kecurangan-pilpres-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/23/337/2974337/eep-saefulloh-ajak-warga-desak-dpr-bentuk-pansus-usut-kecurangan-pilpres-2024"/><item><title>Eep Saefulloh Ajak Warga Desak DPR Bentuk Pansus Usut Kecurangan Pilpres 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/23/337/2974337/eep-saefulloh-ajak-warga-desak-dpr-bentuk-pansus-usut-kecurangan-pilpres-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/23/337/2974337/eep-saefulloh-ajak-warga-desak-dpr-bentuk-pansus-usut-kecurangan-pilpres-2024</guid><pubDate>Jum'at 23 Februari 2024 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/23/337/2974337/eep-saefulloh-ajak-warga-desak-dpr-bentuk-pansus-usut-kecurangan-pilpres-2024-xViw0hBKkh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eep Saefulloh Fatah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/23/337/2974337/eep-saefulloh-ajak-warga-desak-dpr-bentuk-pansus-usut-kecurangan-pilpres-2024-xViw0hBKkh.jpg</image><title>Eep Saefulloh Fatah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzU1MS81L3g4dDUwZWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pakar politik sekaligus pendiri PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah mengajak warga agar membuat konten di media sosial seperti TikTok dan X mendesak DPR RI membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut beragam kecurangan Pilpres 2024.

Ajakan tersebut disampaikan Eep Saefulloh saat dirinya menjadi pembicara dalam acara bertajuk &amp;lsquo;Lawan Kecurangan Pemilu Dua Putaran, yang dilaksanakan di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis 22 Februari 2024 malam.


Eep memang mengusulkan agar DPR RI membentuk Pansus Pilpres 2024. Usulan tersebut berdasarkan dugaan adanya kecurangan dan kejanggalan dalam penyelenggaraan pemilu tahun ini.


&amp;ldquo;Jadi Pansus DPR tentang Pilpres 2024 ini penting untuk kita gemakan, kita jadikan usulan publik yang luas. Hasilnya seperti apa? Ya nanti akan terproses sendiri,&amp;rdquo; ujar Eep Saefulloh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Hak Angket, Eep Saefulloh Sebut Partai Koalisi Ganjar dan Anies Dominan di DPR


Menurutnya, ada tiga fase berjalannya Pansus DPR. Pertama, berupa usulan hingga kesepakatan pendirian. Kedua, setelah terbentuk Pansus akan mulai mengerjakan tugasnya dalam waktu yang telah disepakati. Ketiga, hasil akhir dari sidang Pansus.


Pada tahap usulan, lanjut dia, masyarakat punya peran penting untuk menyuarakan hal tersebut. Aksi ini bisa disuarakan melalui berbagai platform sosial (sosmed), dua diantaranya adalah TikTok dan aplikasi X.


&amp;ldquo;Di fase sekarang (usulan), pada perencanaan, ya menurut saya ya kita gemakan. Ibu-ibu yang punya mendos, bapak-bapak dan teman-teman yang punya medsos, dan lain-lain  sudah mulai bicara itu,&amp;rdquo; paparnya.


&amp;ldquo;Teman-teman, anak muda yang punya TikTok ngomong soal Pansus, Pansus Pilpres, jangan Pemilu karena kalau pemilu nanti teman-teman legislatif akan terusik, jadi kalau Pansus-nya Pilpres,&amp;rdquo; sambungnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEM UI: Banyak Indikasi Kecurangan Pemilu 2024, dari Pencalonan hingga Penghitungan Suara

Eep mencatat, intensitas percakapan Pansus Pilpres 2024 jika diramaikan di sosial media akan membuat isu itu menjadi dominan. Di aplikasi X, kata dia, bisa menjadi trending topik. Hal ini tentunya mencuri perhatian khalayak yang lebih ramai lagi.


&amp;ldquo;Di dalam monitoring media sosial disebut sebagai percakapan, intensitasnya besarannya, berapa banyak yang terlibat itu amat sangat penting. Jadi, kalau orang di Indonesia sudah berbicara tentang pansus dan lain-lain itu sumbangan yang berarti dari setiap orang,&amp;rdquo; ucapnya.


&amp;ldquo;Jadikan itu percakapan kita sehari-hari, sehingga orang meneliti atau menelisik Twitter (X) itu jadi trending topiknya. Jadi tranding dimana-mana, itu subangannya besar,&amp;rdquo; lanjut dia.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzU1MS81L3g4dDUwZWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pakar politik sekaligus pendiri PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah mengajak warga agar membuat konten di media sosial seperti TikTok dan X mendesak DPR RI membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut beragam kecurangan Pilpres 2024.

Ajakan tersebut disampaikan Eep Saefulloh saat dirinya menjadi pembicara dalam acara bertajuk &amp;lsquo;Lawan Kecurangan Pemilu Dua Putaran, yang dilaksanakan di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis 22 Februari 2024 malam.


Eep memang mengusulkan agar DPR RI membentuk Pansus Pilpres 2024. Usulan tersebut berdasarkan dugaan adanya kecurangan dan kejanggalan dalam penyelenggaraan pemilu tahun ini.


&amp;ldquo;Jadi Pansus DPR tentang Pilpres 2024 ini penting untuk kita gemakan, kita jadikan usulan publik yang luas. Hasilnya seperti apa? Ya nanti akan terproses sendiri,&amp;rdquo; ujar Eep Saefulloh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Hak Angket, Eep Saefulloh Sebut Partai Koalisi Ganjar dan Anies Dominan di DPR


Menurutnya, ada tiga fase berjalannya Pansus DPR. Pertama, berupa usulan hingga kesepakatan pendirian. Kedua, setelah terbentuk Pansus akan mulai mengerjakan tugasnya dalam waktu yang telah disepakati. Ketiga, hasil akhir dari sidang Pansus.


Pada tahap usulan, lanjut dia, masyarakat punya peran penting untuk menyuarakan hal tersebut. Aksi ini bisa disuarakan melalui berbagai platform sosial (sosmed), dua diantaranya adalah TikTok dan aplikasi X.


&amp;ldquo;Di fase sekarang (usulan), pada perencanaan, ya menurut saya ya kita gemakan. Ibu-ibu yang punya mendos, bapak-bapak dan teman-teman yang punya medsos, dan lain-lain  sudah mulai bicara itu,&amp;rdquo; paparnya.


&amp;ldquo;Teman-teman, anak muda yang punya TikTok ngomong soal Pansus, Pansus Pilpres, jangan Pemilu karena kalau pemilu nanti teman-teman legislatif akan terusik, jadi kalau Pansus-nya Pilpres,&amp;rdquo; sambungnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEM UI: Banyak Indikasi Kecurangan Pemilu 2024, dari Pencalonan hingga Penghitungan Suara

Eep mencatat, intensitas percakapan Pansus Pilpres 2024 jika diramaikan di sosial media akan membuat isu itu menjadi dominan. Di aplikasi X, kata dia, bisa menjadi trending topik. Hal ini tentunya mencuri perhatian khalayak yang lebih ramai lagi.


&amp;ldquo;Di dalam monitoring media sosial disebut sebagai percakapan, intensitasnya besarannya, berapa banyak yang terlibat itu amat sangat penting. Jadi, kalau orang di Indonesia sudah berbicara tentang pansus dan lain-lain itu sumbangan yang berarti dari setiap orang,&amp;rdquo; ucapnya.


&amp;ldquo;Jadikan itu percakapan kita sehari-hari, sehingga orang meneliti atau menelisik Twitter (X) itu jadi trending topiknya. Jadi tranding dimana-mana, itu subangannya besar,&amp;rdquo; lanjut dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
