<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Pengurus Alkhairaat, Wapres Dorong Bangun Pusat Peradaban Islam di Indonesia Timur</title><description>Wapres menyampaikan arahannya kepada PB Alkhairaat untuk mendirikan pusat-pusat peradaban terutama di wilayah Timur Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/23/337/2974355/bertemu-pengurus-alkhairaat-wapres-dorong-bangun-pusat-peradaban-islam-di-indonesia-timur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/23/337/2974355/bertemu-pengurus-alkhairaat-wapres-dorong-bangun-pusat-peradaban-islam-di-indonesia-timur"/><item><title>Bertemu Pengurus Alkhairaat, Wapres Dorong Bangun Pusat Peradaban Islam di Indonesia Timur</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/23/337/2974355/bertemu-pengurus-alkhairaat-wapres-dorong-bangun-pusat-peradaban-islam-di-indonesia-timur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/23/337/2974355/bertemu-pengurus-alkhairaat-wapres-dorong-bangun-pusat-peradaban-islam-di-indonesia-timur</guid><pubDate>Jum'at 23 Februari 2024 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/23/337/2974355/bertemu-pengurus-alkhairaat-wapres-dorong-bangun-pusat-peradaban-islam-di-indonesia-timur-5KaRIAHfU9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/23/337/2974355/bertemu-pengurus-alkhairaat-wapres-dorong-bangun-pusat-peradaban-islam-di-indonesia-timur-5KaRIAHfU9.jpg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMS8xLzE3NzUwNS81L3g4dDJucWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menerima Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Fadel Muhammad beserta jajaran pengurus PB Alkhairaat, di Istana Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6 Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan arahannya kepada PB Alkhairaat untuk mendirikan pusat-pusat peradaban terutama di wilayah Timur Indonesia.
&amp;ldquo;Saya kira keberadaan Alkhairaat di Timur itu penting. Saya ingin adanya pusat peradaban Islam, Islamic Civilization Center. Alkhairaat bisa jadi pusat pengembangan pendidikannya, dan harus menjadi pusat peradaban yang memberi warna,&amp;rdquo; tegas Wapres dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/2/2024).

BACA JUGA:
Wapres Bicara Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di Sisa 8 Bulan Pemerintahan

Menurut Wapres, pusat-pusat peradaban tersebut akan membuat Islam semakin berkembang, untuk itu harus dibangun di tempat umat mencari ilmu atau pusat pendidikan&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pusat peradaban harus dibangun di pusat pendidikan seperti Alkhairaat, yang nantinya harus punya pengaruh sampai ke daerah Timur sana, hingga ke Papua, karena Timur masih memerlukan pengembangan,&amp;rdquo; ungkapnya.

BACA JUGA:
Wapres Pimpin Rapat Tingkat Menteri, Dihadiri Risma hingga Sri Mulyani&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Wapres pun menekankan bahwa pusat peradaban seharusnya tumbuh di setiap daerah agar bisa membangun muslim kaffah (seutuhnya) yang memegang komitmen kebangsaan sebagai bangsa Indonesia.
&amp;ldquo;Saya mendorong di daerah mana pun, di setiap provinsi agar memiliki pusat-pusat peradaban  karena kepentingan membangun umat yang berdiri atas prinsip kebangsaan. Kita ingin kualitas umat yang tinggi melalui pusat peradaban,&amp;rdquo; harapnya.Dalam pertemuan ini, dibahas pula rencana pelaksanaan Musyawarah Kerja (Mukernas) di Samarinda, Kalimantan Timur pada 26-28 Februari 2024. Namun, dikarenakan kegiatan tersebut bertepatan dengan agenda kunjungan kerja Wapres ke New Zealand yang telah dijadwalkan sebelumnya, Wapres akan membuka Mukernas Alkhairaat secara virtual.

&amp;ldquo;Saya senang sekali apabila hadir langsung, tapi waktunya bertepatan dengan kunjungan kerja,&amp;rdquo; ucapnya.

Sementara itu, dalam keterangan pers usai pertemuan, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang mengungkapkan bahwa dipilihnya Samarinda menjadi kota pelaksanaan Mukernas merupakan wujud dukungan organisasi yang lahir pada 1930 ini terhadap Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

&amp;ldquo;Mukernas ini adalah tindak lanjut Muktamar 2023. Mukernas ini diselenggarakan di Samarinda karena berkaitan dengan respon keluarga Alkhairaat terhadap kecenderungan baru dengan adanya IKN dan kondisi sosio kultural kawasan Timur Indonesia dengan beragam suku bangsa dan sumber daya alamnya,&amp;rdquo; jelasnya.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMS8xLzE3NzUwNS81L3g4dDJucWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menerima Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Fadel Muhammad beserta jajaran pengurus PB Alkhairaat, di Istana Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6 Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan arahannya kepada PB Alkhairaat untuk mendirikan pusat-pusat peradaban terutama di wilayah Timur Indonesia.
&amp;ldquo;Saya kira keberadaan Alkhairaat di Timur itu penting. Saya ingin adanya pusat peradaban Islam, Islamic Civilization Center. Alkhairaat bisa jadi pusat pengembangan pendidikannya, dan harus menjadi pusat peradaban yang memberi warna,&amp;rdquo; tegas Wapres dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/2/2024).

BACA JUGA:
Wapres Bicara Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di Sisa 8 Bulan Pemerintahan

Menurut Wapres, pusat-pusat peradaban tersebut akan membuat Islam semakin berkembang, untuk itu harus dibangun di tempat umat mencari ilmu atau pusat pendidikan&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pusat peradaban harus dibangun di pusat pendidikan seperti Alkhairaat, yang nantinya harus punya pengaruh sampai ke daerah Timur sana, hingga ke Papua, karena Timur masih memerlukan pengembangan,&amp;rdquo; ungkapnya.

BACA JUGA:
Wapres Pimpin Rapat Tingkat Menteri, Dihadiri Risma hingga Sri Mulyani&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Wapres pun menekankan bahwa pusat peradaban seharusnya tumbuh di setiap daerah agar bisa membangun muslim kaffah (seutuhnya) yang memegang komitmen kebangsaan sebagai bangsa Indonesia.
&amp;ldquo;Saya mendorong di daerah mana pun, di setiap provinsi agar memiliki pusat-pusat peradaban  karena kepentingan membangun umat yang berdiri atas prinsip kebangsaan. Kita ingin kualitas umat yang tinggi melalui pusat peradaban,&amp;rdquo; harapnya.Dalam pertemuan ini, dibahas pula rencana pelaksanaan Musyawarah Kerja (Mukernas) di Samarinda, Kalimantan Timur pada 26-28 Februari 2024. Namun, dikarenakan kegiatan tersebut bertepatan dengan agenda kunjungan kerja Wapres ke New Zealand yang telah dijadwalkan sebelumnya, Wapres akan membuka Mukernas Alkhairaat secara virtual.

&amp;ldquo;Saya senang sekali apabila hadir langsung, tapi waktunya bertepatan dengan kunjungan kerja,&amp;rdquo; ucapnya.

Sementara itu, dalam keterangan pers usai pertemuan, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang mengungkapkan bahwa dipilihnya Samarinda menjadi kota pelaksanaan Mukernas merupakan wujud dukungan organisasi yang lahir pada 1930 ini terhadap Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

&amp;ldquo;Mukernas ini adalah tindak lanjut Muktamar 2023. Mukernas ini diselenggarakan di Samarinda karena berkaitan dengan respon keluarga Alkhairaat terhadap kecenderungan baru dengan adanya IKN dan kondisi sosio kultural kawasan Timur Indonesia dengan beragam suku bangsa dan sumber daya alamnya,&amp;rdquo; jelasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
