<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencoblosan Ulang di DIY, Tingkat Kehadiran Pemilih Lebih Rendah Dibanding Sebelumnya</title><description>Berbagai alasan menjadi penyebab turunnya tingkat kehadiran salah satunya adalah karena bekerja
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/24/510/2974914/pencoblosan-ulang-di-diy-tingkat-kehadiran-pemilih-lebih-rendah-dibanding-sebelumnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/24/510/2974914/pencoblosan-ulang-di-diy-tingkat-kehadiran-pemilih-lebih-rendah-dibanding-sebelumnya"/><item><title>Pencoblosan Ulang di DIY, Tingkat Kehadiran Pemilih Lebih Rendah Dibanding Sebelumnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/24/510/2974914/pencoblosan-ulang-di-diy-tingkat-kehadiran-pemilih-lebih-rendah-dibanding-sebelumnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/24/510/2974914/pencoblosan-ulang-di-diy-tingkat-kehadiran-pemilih-lebih-rendah-dibanding-sebelumnya</guid><pubDate>Sabtu 24 Februari 2024 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/24/510/2974914/pencoblosan-ulang-di-diy-tingkat-kehadiran-pemilih-lebih-rendah-dibanding-sebelumnya-0rtw0qkLAq.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/24/510/2974914/pencoblosan-ulang-di-diy-tingkat-kehadiran-pemilih-lebih-rendah-dibanding-sebelumnya-0rtw0qkLAq.JPG</image><title></title></images><description>YOGYAKARTA - Tingkat kehadiran pemilih dalam pemungutan suara ulang di Yogyakarta Mengalami penurunan dibanding dengan saat pencoblosan tanggal 14 Februari 2024 yang kemarin. Berbagai alasan menjadi penyebab turunnya tingkat kehadiran salah satunya adalah karena bekerja

Komisioner KPU DIY, Surani mengungkapkan hari ini, KPU DIY mencatat ada 21 TPS yang menyelenggarakan PSU dan PSL. Di Kabupaten Sleman ada 8 TPS yang melaksanakan PSU, 2 TPS melakukan PSU dan PSL serta 3 TPS yang PSL. Di Bantul ada 5 TPS melakukan PSU dan Kota Yogyakarta ada 3 TPS melaksanakan PSU.

&quot;Saya kebagian memantau 3 TPS di Kota Yogyakarta,&quot; ujarnya.

Surani mengatakan dari 3 TPS yang dia pantau pelaksanaan PSU nya, semuanya berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan PSU kali ini kecuali memang tingkat kehadiran pemilih yang mengalami penurunan.

Dari catatan sementara yang dia miliki tingkat kehadiran para pemilih dalam PSU kali ini memang jauh menurun karena hanya mencapai 57% dari total DPT yang tercantum. Padahal sebenarnya KPU berharap agar tingkat partisipasi pemilih bisa 100%.

&quot;Ya target kita minimal sama dengan kehadiran pada pencoblosan tanggal 14 Februari 2024 yang lalu,&quot;tambahnya.


BACA JUGA:
Kasus Produksi Film Porno Anak di Tangarang Terungkap dari Laporan FBI


Sebenarnya pihak KPU sudah berusaha agar para pemilih bisa hadir menggunakan hak pilihnya pada PSU kali ini. Salah satunya adalah dengan memilih hari Sabtu karena merupakan hari libur sehingga harapannya lebih banyak yang memilih.

Namun ternyata jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya belum sesuai harapan. Karena sebagian alasannya mereka masih bekerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Namun Surani Tetap berharap agar partisipasi pemilih tetap tinggi.

&quot;Ya kita sudah berusaha maksimal. Salah satunya memilih hari Sabtu karena hari libur,&quot;tutur dia.

Tak hanya itu, ada tiga pemilih yang masuk dalam DPTB di TPS Lapas kelas 2 B Yogyakarta tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara ulang (PSU) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (24/2/2024) ini.



Dia mengungkapkan memang ada tiga penghuni Lapas yang terdaftar dalam DPTB di TPS tersebut yang tidak memilih hari ini. Alasannya mereka sudah keluar dari Lapas dan enggan kembali ke Lapas untuk memilih.



&quot;Ini sangat disayangkan tetapi bagaimana lagi karena mereka sudah tidak ada di Lapas lagi,&quot;ujar Surani.





</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Tingkat kehadiran pemilih dalam pemungutan suara ulang di Yogyakarta Mengalami penurunan dibanding dengan saat pencoblosan tanggal 14 Februari 2024 yang kemarin. Berbagai alasan menjadi penyebab turunnya tingkat kehadiran salah satunya adalah karena bekerja

Komisioner KPU DIY, Surani mengungkapkan hari ini, KPU DIY mencatat ada 21 TPS yang menyelenggarakan PSU dan PSL. Di Kabupaten Sleman ada 8 TPS yang melaksanakan PSU, 2 TPS melakukan PSU dan PSL serta 3 TPS yang PSL. Di Bantul ada 5 TPS melakukan PSU dan Kota Yogyakarta ada 3 TPS melaksanakan PSU.

&quot;Saya kebagian memantau 3 TPS di Kota Yogyakarta,&quot; ujarnya.

Surani mengatakan dari 3 TPS yang dia pantau pelaksanaan PSU nya, semuanya berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan PSU kali ini kecuali memang tingkat kehadiran pemilih yang mengalami penurunan.

Dari catatan sementara yang dia miliki tingkat kehadiran para pemilih dalam PSU kali ini memang jauh menurun karena hanya mencapai 57% dari total DPT yang tercantum. Padahal sebenarnya KPU berharap agar tingkat partisipasi pemilih bisa 100%.

&quot;Ya target kita minimal sama dengan kehadiran pada pencoblosan tanggal 14 Februari 2024 yang lalu,&quot;tambahnya.


BACA JUGA:
Kasus Produksi Film Porno Anak di Tangarang Terungkap dari Laporan FBI


Sebenarnya pihak KPU sudah berusaha agar para pemilih bisa hadir menggunakan hak pilihnya pada PSU kali ini. Salah satunya adalah dengan memilih hari Sabtu karena merupakan hari libur sehingga harapannya lebih banyak yang memilih.

Namun ternyata jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya belum sesuai harapan. Karena sebagian alasannya mereka masih bekerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Namun Surani Tetap berharap agar partisipasi pemilih tetap tinggi.

&quot;Ya kita sudah berusaha maksimal. Salah satunya memilih hari Sabtu karena hari libur,&quot;tutur dia.

Tak hanya itu, ada tiga pemilih yang masuk dalam DPTB di TPS Lapas kelas 2 B Yogyakarta tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara ulang (PSU) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (24/2/2024) ini.



Dia mengungkapkan memang ada tiga penghuni Lapas yang terdaftar dalam DPTB di TPS tersebut yang tidak memilih hari ini. Alasannya mereka sudah keluar dari Lapas dan enggan kembali ke Lapas untuk memilih.



&quot;Ini sangat disayangkan tetapi bagaimana lagi karena mereka sudah tidak ada di Lapas lagi,&quot;ujar Surani.





</content:encoded></item></channel></rss>
