<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambut Ramadhan, Warga Yogyakarta Gelar Kirab Gunungan Apem</title><description>Tradisi yang rutin digelar tiap tahun ini sebagai wujud rasa syukur dan mensucikan diri serta saling memaafkan jelang bulan suci Ramadhan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/25/510/2974982/sambut-ramadhan-warga-yogyakarta-gelar-kirab-gunungan-apem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/25/510/2974982/sambut-ramadhan-warga-yogyakarta-gelar-kirab-gunungan-apem"/><item><title>Sambut Ramadhan, Warga Yogyakarta Gelar Kirab Gunungan Apem</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/25/510/2974982/sambut-ramadhan-warga-yogyakarta-gelar-kirab-gunungan-apem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/25/510/2974982/sambut-ramadhan-warga-yogyakarta-gelar-kirab-gunungan-apem</guid><pubDate>Minggu 25 Februari 2024 02:30 WIB</pubDate><dc:creator>Heru Trijoko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/24/510/2974982/sambut-ramadhan-warga-yogyakarta-gelar-kirab-gunungan-apem-Bpd6I8Ad01.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi Ruwahan (Foto: Heru Trijoko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/24/510/2974982/sambut-ramadhan-warga-yogyakarta-gelar-kirab-gunungan-apem-Bpd6I8Ad01.jpg</image><title>Tradisi Ruwahan (Foto: Heru Trijoko)</title></images><description>YOGYAKARTA - Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, warga kampung Suryatmajan, Kota Yogyakarta menggelar tradisi Ruwahan dengan melakukan kirab dan mengarak gunungan apem. Tradisi yang rutin digelar tiap tahun ini sebagai wujud rasa syukur dan mensucikan diri serta saling memaafkan jelang bulan suci Ramadhan.

Tradisi Ruwahan digelar warga pada Sabtu (24/2/2024) sore. Prosesi acara ini ditandai dengan iring-iringan bregada prajurit cilik dari kelompok Cokrodirjo Alit. Di belakang bregada, mengekor rombongan warga mengenakan busana adat tradisional Jawa.

BACA JUGA:
Bayi dan Lansia Terjebak Banjir di Bandarlampung, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis


Mereka mengarak gunungan apem dan aneka jajanan pasar serta gunungan yang terbuat dari produk-produk UMKM m menyusuri Jalan Mataram yang berada di kawasan Malioboro.

Sesampainya di lokasi akhir di Kampung Suryatmajan, beragam jajanan pasar seperti kolak, ketan dan apem didoakan dan dibagikan ke masyarakat sekitar. Selain kue apem, warga juga antusias berebut gunungan yang terbuat dari produk-produk UMKM berupa kaos, tas dan souvernir lainnya.

BACA JUGA:
Gempa M3,8 Guncang Kota Bima Malam Ini


Salah seorang warga, Hary mengatakan, tradisi yang rutin digelar tiap tahun ini sebagai wujud rasa syukur dan mensucikan diri serta saling memaafkan jelang bulan suci Ramadhan.

Sementara Lurah Suryatmajan, Weda Satria mengatakan, upacara tradisi yang juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa ini diharapkan menjadi agenda budaya yang mampu menarik wisatawan, terlebih lokasi kampung Suryatmajan berada di kawasan Malioboro.

</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, warga kampung Suryatmajan, Kota Yogyakarta menggelar tradisi Ruwahan dengan melakukan kirab dan mengarak gunungan apem. Tradisi yang rutin digelar tiap tahun ini sebagai wujud rasa syukur dan mensucikan diri serta saling memaafkan jelang bulan suci Ramadhan.

Tradisi Ruwahan digelar warga pada Sabtu (24/2/2024) sore. Prosesi acara ini ditandai dengan iring-iringan bregada prajurit cilik dari kelompok Cokrodirjo Alit. Di belakang bregada, mengekor rombongan warga mengenakan busana adat tradisional Jawa.

BACA JUGA:
Bayi dan Lansia Terjebak Banjir di Bandarlampung, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis


Mereka mengarak gunungan apem dan aneka jajanan pasar serta gunungan yang terbuat dari produk-produk UMKM m menyusuri Jalan Mataram yang berada di kawasan Malioboro.

Sesampainya di lokasi akhir di Kampung Suryatmajan, beragam jajanan pasar seperti kolak, ketan dan apem didoakan dan dibagikan ke masyarakat sekitar. Selain kue apem, warga juga antusias berebut gunungan yang terbuat dari produk-produk UMKM berupa kaos, tas dan souvernir lainnya.

BACA JUGA:
Gempa M3,8 Guncang Kota Bima Malam Ini


Salah seorang warga, Hary mengatakan, tradisi yang rutin digelar tiap tahun ini sebagai wujud rasa syukur dan mensucikan diri serta saling memaafkan jelang bulan suci Ramadhan.

Sementara Lurah Suryatmajan, Weda Satria mengatakan, upacara tradisi yang juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa ini diharapkan menjadi agenda budaya yang mampu menarik wisatawan, terlebih lokasi kampung Suryatmajan berada di kawasan Malioboro.

</content:encoded></item></channel></rss>
