<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Hasil Sirekap, Waketum Perindo: Terjadi Banyak Kejanggalan di TPS</title><description>Ia pun menilai bahwa hal itu seolah-olah ada indikasi bahwa suara Perindo ditutupi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/26/337/2975769/soroti-hasil-sirekap-waketum-perindo-terjadi-banyak-kejanggalan-di-tps</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/26/337/2975769/soroti-hasil-sirekap-waketum-perindo-terjadi-banyak-kejanggalan-di-tps"/><item><title>Soroti Hasil Sirekap, Waketum Perindo: Terjadi Banyak Kejanggalan di TPS</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/26/337/2975769/soroti-hasil-sirekap-waketum-perindo-terjadi-banyak-kejanggalan-di-tps</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/26/337/2975769/soroti-hasil-sirekap-waketum-perindo-terjadi-banyak-kejanggalan-di-tps</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2024 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/26/337/2975769/soroti-hasil-sirekap-waketum-perindo-terjadi-banyak-kejanggalan-di-tps-m5LxUv819p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waketum Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah (Foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/26/337/2975769/soroti-hasil-sirekap-waketum-perindo-terjadi-banyak-kejanggalan-di-tps-m5LxUv819p.jpg</image><title>Waketum Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah (Foto: dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNC8xLzE3NzI1OS81L3g4c29mMjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah merespons terkait tak munculnya suara Partai Perindo pada Sistem Rekapitulasi (Sirekap) KPU di Pemilu 2024.
Ia pun menilai bahwa hal itu seolah-olah ada indikasi bahwa suara Perindo ditutupi. Menurutnya, aplikasi Sirekap tidak optimal sehingga terjadi banyak kejanggalan yang terjadi di banyak tempat pemungutan suara (TPS).
&quot;Tujuan penting dari Sirekap adalah rekam data, informasi cepat kepada publik, dan sebagai alat untuk memotong mata rantai manipulasi di proses rekap berjenjang. Namun, ternyata Sirekap tidak optimal dilakukan khususnya poin ketiga, malah seakan akan Sirekap menjadi bahan terjadinya banyak kejanggalan yang terjadi di banyak TPS,&quot; kata Ferry kepada wartawan, Senin (26/2/2024).

BACA JUGA:
 Rekapitulasi Sirekap Tidak Transparan dan Mencurigakan, Perindo: Banyak Kejanggalan

Ferry yang juga maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat I itu mengatakan bahwa Partai Perindo tengah melakukan proses pengumpulan data dan pencermatan melalui Sirekap
&quot;Didapati data yang tidak jelas dan ditutupi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Perindo: Perhitungan Suara Belum Selesai, Kami Terus Kumpulkan Bukti Dugaan Kecurangan&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Ferry meminta KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024 harus transparan dan riil perihal data hasil pemungutan suara yang ada pada C1 atau C hasil plano apa adanya.

&quot;KPU RI harus secara transparan dan riil menampilkan data yang ada dari C Hasil Pleno apa adanya. Diharapkan jangan memunculkan ruang ketidaktransparanan sehingga dikhawatirkan adanya prasangka manipulasi yang terjadi. Alhasil tidak sesuai dengan tujuan awal,&quot; ucap Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menyarankan agar Sirekap dihentikan terlebih dahulu untuk pembenahan sistem dan perihal masalah input data.

&quot;Bila diperlukan Sirekap di hentikan dulu untuk dibenahi sistem dan input datanya sambil mengawal proses rekap secara berjenjang dari mulai PPK di kecamatan,&quot; pungkasnya.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNC8xLzE3NzI1OS81L3g4c29mMjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah merespons terkait tak munculnya suara Partai Perindo pada Sistem Rekapitulasi (Sirekap) KPU di Pemilu 2024.
Ia pun menilai bahwa hal itu seolah-olah ada indikasi bahwa suara Perindo ditutupi. Menurutnya, aplikasi Sirekap tidak optimal sehingga terjadi banyak kejanggalan yang terjadi di banyak tempat pemungutan suara (TPS).
&quot;Tujuan penting dari Sirekap adalah rekam data, informasi cepat kepada publik, dan sebagai alat untuk memotong mata rantai manipulasi di proses rekap berjenjang. Namun, ternyata Sirekap tidak optimal dilakukan khususnya poin ketiga, malah seakan akan Sirekap menjadi bahan terjadinya banyak kejanggalan yang terjadi di banyak TPS,&quot; kata Ferry kepada wartawan, Senin (26/2/2024).

BACA JUGA:
 Rekapitulasi Sirekap Tidak Transparan dan Mencurigakan, Perindo: Banyak Kejanggalan

Ferry yang juga maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat I itu mengatakan bahwa Partai Perindo tengah melakukan proses pengumpulan data dan pencermatan melalui Sirekap
&quot;Didapati data yang tidak jelas dan ditutupi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Perindo: Perhitungan Suara Belum Selesai, Kami Terus Kumpulkan Bukti Dugaan Kecurangan&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Ferry meminta KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024 harus transparan dan riil perihal data hasil pemungutan suara yang ada pada C1 atau C hasil plano apa adanya.

&quot;KPU RI harus secara transparan dan riil menampilkan data yang ada dari C Hasil Pleno apa adanya. Diharapkan jangan memunculkan ruang ketidaktransparanan sehingga dikhawatirkan adanya prasangka manipulasi yang terjadi. Alhasil tidak sesuai dengan tujuan awal,&quot; ucap Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menyarankan agar Sirekap dihentikan terlebih dahulu untuk pembenahan sistem dan perihal masalah input data.

&quot;Bila diperlukan Sirekap di hentikan dulu untuk dibenahi sistem dan input datanya sambil mengawal proses rekap secara berjenjang dari mulai PPK di kecamatan,&quot; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
