<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua BEM KEMA Unpad Ajak Masyarakat Kawal Demokrasi: Kita Butuh Revolusi!</title><description>Ihza Mahenda Daeni mengajak masyarakat bersama-sama mengawal demokrasi Indonesia yang dinilainya terus mengalami penurunan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/26/525/2975573/ketua-bem-kema-unpad-ajak-masyarakat-kawal-demokrasi-kita-butuh-revolusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/26/525/2975573/ketua-bem-kema-unpad-ajak-masyarakat-kawal-demokrasi-kita-butuh-revolusi"/><item><title>Ketua BEM KEMA Unpad Ajak Masyarakat Kawal Demokrasi: Kita Butuh Revolusi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/26/525/2975573/ketua-bem-kema-unpad-ajak-masyarakat-kawal-demokrasi-kita-butuh-revolusi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/26/525/2975573/ketua-bem-kema-unpad-ajak-masyarakat-kawal-demokrasi-kita-butuh-revolusi</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2024 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/26/525/2975573/ketua-bem-kema-unpad-ajak-masyarakat-kawal-demokrasi-kita-butuh-revolusi-8LUOGmSuN3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEM Unpad ajak warga kawal demokrasi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/26/525/2975573/ketua-bem-kema-unpad-ajak-masyarakat-kawal-demokrasi-kita-butuh-revolusi-8LUOGmSuN3.jpg</image><title>BEM Unpad ajak warga kawal demokrasi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi8xLzE3NzY0NC81L3g4dGJnMDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUMEDANG - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KEMA) Universitas Padjadjaran (Unpad) 2024, Fawwaz Ihza Mahenda Daeni mengajak masyarakat bersama-sama mengawal demokrasi Indonesia yang dinilainya terus mengalami penurunan.
Ajakan itu disampaikan Fawwaz dalam Kuliah Umum Perdana Departemen Hukum Tata Negara Unpad bertajuk &quot;Pemilu 2024: Kemunduran Demokrasi?&quot; di Auditorium Tommy Koh Fakultas Hukum (FH) Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (26/2/2024).
&quot;Pemilu ini, demokrasi ini dan pemerintah ini itu harus kita awal, karena ini bukan permasalahan anak hukum saja, tapi ini permasalahan kita semua,&quot; ucap Fawwaz.
&quot;Enggak peduli latar belakang kita apa, enggak peduli Anda dari mana, ketika anda warga Indonesia yang akan dipimpin oleh pemerintah selama 5 tahun ke depan maka itu akan sangat berdampak kepada kita,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Hak Angket Pemilu 2024, Guru Besar Unpad: Kami Ingin DPR Ikut Bersuara

Fawwaz menilai bahwa kekuatan utama dalam sebuah negara bukan berada pada seorang pimpinan atau presiden, namun justru ada pada masyarakat sipil.

BACA JUGA:
Pasca 2 Mahasiswa Unpad Meninggal Tersambar Petir, Perkemahan Batu Kuda Tetap Beroperasi

&quot;Kita lihat, dulu revolusi Prancis yang mana dangat tiran raja-rajanya itu berhasil ditumbangkan oleh masyarakat sipilnya. Dan 98, segitu otoriternya, segitu dikuasainya entah parleman, pengadilan dan bahkan TNI/Polri itu dikuatkan oleh order baru tapi akhirnya bisa jatuh, kenapa? Karena ada peran masyarakat sipil,&quot; tuturnya.Menurutnya, yang ditakuti oleh pemerintah bukanlah adanya oposisi dalam parlemen, namun kekuatan dari masyarakat sipil.

&quot;Jadi sebenarnya yang ditakutkan oleh pemerintah itu bukanlah oposisi yang dalam parlemen, tapi lebih menakutkan oposisi dalam masyarakat sipil,&quot; katanya.

&quot;Tapi sayangnya kita pada saat ini masih belum sadar seberapa penting gerakan masyarakat sipil, seberapa penting juga kita untuk menyuarakan pendapat kita,&quot; tambahnya.

Fawwaz menyebut, gerakan masyarakat sipil tidak melulu soal demo saja. Menurutnya, hanya dengan acara-acara diskusi saja, pemerintah sudah mulai ketakutan.

&quot;Kita ikut diskusi aja itu udah masuk dalam gerakan masyarakat sipil dan mereka ketar ketir. Karena ada dalam genetik mereka itu traumatis dengan yang namanya reformasi 98,&quot; imbuhnya.

Kendati demikian, kata Fawwaz, yang dibutuhkan saat ini bukanlah gerakan reformasi, tapi revolusi.

&quot;Tapi aganya kita ga butuh reformasi, karena kita kembali lagi ke dalam agenda orde baru yang neo orde baru. Oleh karena itu, menurut saya sudah tidak butuh reformasi tapi revolusi,&quot; tandasnya.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi8xLzE3NzY0NC81L3g4dGJnMDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUMEDANG - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KEMA) Universitas Padjadjaran (Unpad) 2024, Fawwaz Ihza Mahenda Daeni mengajak masyarakat bersama-sama mengawal demokrasi Indonesia yang dinilainya terus mengalami penurunan.
Ajakan itu disampaikan Fawwaz dalam Kuliah Umum Perdana Departemen Hukum Tata Negara Unpad bertajuk &quot;Pemilu 2024: Kemunduran Demokrasi?&quot; di Auditorium Tommy Koh Fakultas Hukum (FH) Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (26/2/2024).
&quot;Pemilu ini, demokrasi ini dan pemerintah ini itu harus kita awal, karena ini bukan permasalahan anak hukum saja, tapi ini permasalahan kita semua,&quot; ucap Fawwaz.
&quot;Enggak peduli latar belakang kita apa, enggak peduli Anda dari mana, ketika anda warga Indonesia yang akan dipimpin oleh pemerintah selama 5 tahun ke depan maka itu akan sangat berdampak kepada kita,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Hak Angket Pemilu 2024, Guru Besar Unpad: Kami Ingin DPR Ikut Bersuara

Fawwaz menilai bahwa kekuatan utama dalam sebuah negara bukan berada pada seorang pimpinan atau presiden, namun justru ada pada masyarakat sipil.

BACA JUGA:
Pasca 2 Mahasiswa Unpad Meninggal Tersambar Petir, Perkemahan Batu Kuda Tetap Beroperasi

&quot;Kita lihat, dulu revolusi Prancis yang mana dangat tiran raja-rajanya itu berhasil ditumbangkan oleh masyarakat sipilnya. Dan 98, segitu otoriternya, segitu dikuasainya entah parleman, pengadilan dan bahkan TNI/Polri itu dikuatkan oleh order baru tapi akhirnya bisa jatuh, kenapa? Karena ada peran masyarakat sipil,&quot; tuturnya.Menurutnya, yang ditakuti oleh pemerintah bukanlah adanya oposisi dalam parlemen, namun kekuatan dari masyarakat sipil.

&quot;Jadi sebenarnya yang ditakutkan oleh pemerintah itu bukanlah oposisi yang dalam parlemen, tapi lebih menakutkan oposisi dalam masyarakat sipil,&quot; katanya.

&quot;Tapi sayangnya kita pada saat ini masih belum sadar seberapa penting gerakan masyarakat sipil, seberapa penting juga kita untuk menyuarakan pendapat kita,&quot; tambahnya.

Fawwaz menyebut, gerakan masyarakat sipil tidak melulu soal demo saja. Menurutnya, hanya dengan acara-acara diskusi saja, pemerintah sudah mulai ketakutan.

&quot;Kita ikut diskusi aja itu udah masuk dalam gerakan masyarakat sipil dan mereka ketar ketir. Karena ada dalam genetik mereka itu traumatis dengan yang namanya reformasi 98,&quot; imbuhnya.

Kendati demikian, kata Fawwaz, yang dibutuhkan saat ini bukanlah gerakan reformasi, tapi revolusi.

&quot;Tapi aganya kita ga butuh reformasi, karena kita kembali lagi ke dalam agenda orde baru yang neo orde baru. Oleh karena itu, menurut saya sudah tidak butuh reformasi tapi revolusi,&quot; tandasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
