<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waketum Perindo Ferry Kurnia Minta KPU Transparan Tampilkan Data C1 di Sirekap</title><description>Ferry meminta KPU sebagai penyelenggara pemilu 2024 harus transparan dan riil</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/27/337/2975848/waketum-perindo-ferry-kurnia-minta-kpu-transparan-tampilkan-data-c1-di-sirekap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/02/27/337/2975848/waketum-perindo-ferry-kurnia-minta-kpu-transparan-tampilkan-data-c1-di-sirekap"/><item><title>Waketum Perindo Ferry Kurnia Minta KPU Transparan Tampilkan Data C1 di Sirekap</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/02/27/337/2975848/waketum-perindo-ferry-kurnia-minta-kpu-transparan-tampilkan-data-c1-di-sirekap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/02/27/337/2975848/waketum-perindo-ferry-kurnia-minta-kpu-transparan-tampilkan-data-c1-di-sirekap</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/337/2975848/waketum-perindo-ferry-kurnia-minta-kpu-transparan-tampilkan-data-c1-di-sirekap-egesbhCCyv.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ferry Kurnia Rizkiyansyah. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/337/2975848/waketum-perindo-ferry-kurnia-minta-kpu-transparan-tampilkan-data-c1-di-sirekap-egesbhCCyv.jpeg</image><title>Ferry Kurnia Rizkiyansyah. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMy8xLzE3NzU3MC81L3g4dDZsdzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah merespons terkait tak munculnya data Partai Perindo pada aplikasi Sistem Rekapitulasi (Sirekap) KPU.

Ferry meminta KPU sebagai penyelenggara pemilu 2024 harus transparan dan riil perihal data hasil pemungutan suara yang ada pada C1 atau C hasil plano apa adanya.

&quot;KPU RI harus secara transparan dan riil menampilkan data yang ada dari C Hasil Plano apa adanya. Diharapkan jangan memunculkan ruang ketidaktransparanan sehingga dikhawatirkan adanya prasangka manipulasi yang terjadi. Alhasil tidak sesuai dengan tujuan awal,&quot; ucap Ferry kepada wartawan, Selasa (27/2/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sekjen Perindo Soroti Permasalahan Sirekap, Bisa Rugikan Banyak Pihak

Ferry menyarankan agar Sirekap dihentikan terlebih dahulu untuk pembenahan sistem dan perihal masalah input data.

&quot;Bila diperlukan Sirekap di hentikan dulu untuk dibenahi sistem dan input datanya sambil mengawal proses rekap secara berjenjang dari mulai PPK di kecamatan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soroti Hasil Sirekap, Waketum Perindo: Terjadi Banyak Kejanggalan di TPS

Ia menilai aplikasi Sirekap tidak optimal sehingga terjadi banyak kejanggalan yang terjadi di banyak tempat pemungutan suara (TPS).

&quot;Tujuan penting dari Sirekap adalah rekam data, informasi cepat kepada publik, dan  sebagai alat untuk memotong mata rantai manipulasi di proses rekap berjenjang. Namun, ternyata sirekap tidak optimal dilakukan khususnya poin ketiga, malah seakan akan sirekap menjadi bahan terjadinya banyak kejanggalan yang terjadi di banyak TPS,&quot; ungkapnya.Lebih lanjut, Ferry yang juga maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat I itu mengatakan Partai Perindo tengah melakukan proses pengumpulan data dan pencermatan melalui Sirekap



&quot;Didapati data yang tidak jelas dan ditutupi,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMy8xLzE3NzU3MC81L3g4dDZsdzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah merespons terkait tak munculnya data Partai Perindo pada aplikasi Sistem Rekapitulasi (Sirekap) KPU.

Ferry meminta KPU sebagai penyelenggara pemilu 2024 harus transparan dan riil perihal data hasil pemungutan suara yang ada pada C1 atau C hasil plano apa adanya.

&quot;KPU RI harus secara transparan dan riil menampilkan data yang ada dari C Hasil Plano apa adanya. Diharapkan jangan memunculkan ruang ketidaktransparanan sehingga dikhawatirkan adanya prasangka manipulasi yang terjadi. Alhasil tidak sesuai dengan tujuan awal,&quot; ucap Ferry kepada wartawan, Selasa (27/2/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sekjen Perindo Soroti Permasalahan Sirekap, Bisa Rugikan Banyak Pihak

Ferry menyarankan agar Sirekap dihentikan terlebih dahulu untuk pembenahan sistem dan perihal masalah input data.

&quot;Bila diperlukan Sirekap di hentikan dulu untuk dibenahi sistem dan input datanya sambil mengawal proses rekap secara berjenjang dari mulai PPK di kecamatan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soroti Hasil Sirekap, Waketum Perindo: Terjadi Banyak Kejanggalan di TPS

Ia menilai aplikasi Sirekap tidak optimal sehingga terjadi banyak kejanggalan yang terjadi di banyak tempat pemungutan suara (TPS).

&quot;Tujuan penting dari Sirekap adalah rekam data, informasi cepat kepada publik, dan  sebagai alat untuk memotong mata rantai manipulasi di proses rekap berjenjang. Namun, ternyata sirekap tidak optimal dilakukan khususnya poin ketiga, malah seakan akan sirekap menjadi bahan terjadinya banyak kejanggalan yang terjadi di banyak TPS,&quot; ungkapnya.Lebih lanjut, Ferry yang juga maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat I itu mengatakan Partai Perindo tengah melakukan proses pengumpulan data dan pencermatan melalui Sirekap



&quot;Didapati data yang tidak jelas dan ditutupi,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
